Dokter Pelindung

Dokter Pelindung
Sadarlah Carissa


__ADS_3

Yoga adalah adik dokter Sam. Setelah orang tua mereka menikah, otomatis menjadi saudara tiri beda ayah dan ibu. Yoga sama seperti Carissa yang sejak dulu menyimpan perasaan mereka dalam diam. Cinta Carissa untuk Sam, sementara cinta Yoga untuk Carissa.


Cara Yoga menunjukkan cintanya adalah dengan selalu ada untuk Carissa. Seperti hari ini, ia Buru-buru menghampiri gadis itu saat dikabari oleh Jimmy, adik tirinya yang lahir dari ibu Carissa dan ayah kandung Yoga. Padahal Yoga sebenarnya sedang sibuk dengan pasiennya, tetapi ia tak peduli, bahkan jika nanti akan ditegur ibunya karena kembali meninggalkan tugas tanpa alasan jelas.


"Caris ... mau sampai kapan kamu begini?" Tanya Yoga. Sementara Carissa menangis. "Akan ku katakan pada Sam tentang perasaan kamu agar semua penderitaanmu berakhir. Anak itu juga harus tahu bahwa kamu sudah mengusahakan semuanya untuk Sam, harusnya ia tahu diri, setidaknya kalau tak bisa membalas cintamu, ia bisa menjaga perasaan kamu dengan menjaga jarak!" cetus Yoga.


"Kamu bicara apa? Sam tak pernah menyakiti aku, Yoga. Tapi aku sendiri yang menyakiti diriku. Aku terlalu bodoh, bahkan untuk menjaga perasaanku tak bisa. Aku begitu mencintai Sam!" Ia kembali menangis dan itu membuat Yoga sakit hati.


Sam yang hanya selisih satu tahun darinya itu memang berbeda darinya. Sam si anak manis yang selalu dicintai semua orang, jauh dari dirinya. Bahkan ayah dan ibunya pun hanya mencintai Sam. ia dan Ash hanya seperti bayangannya Sam saja.


Memang, Sam punya wajah tampan. Ia mewarisi semua ketampanan ayah dan kecantikan ibu mereka. Bahkan ada sedikit darah bule nenek buyut mereka turun pada Sam. Untuk otak pun Sam unggul. Ia selalu jadi yang terbaik. Prestasinya mengalahkan dua adiknya. Meski Sam pendiam namun ia dikagumi banyak orang. Yoga ingat, ia dan Ash dahulu selalu jadi tempat para gadis-gadis menitipkan salam dan hadiah untuk Sam. Tiap hari ada saja gadis yang menyatakan cinta meski semuanya ditolak. Termasuk Carissa yang tergila-gila pada Sam. Gadis itu selalu berusaha ada untuk Sam, bisa jadi teman Sam saja sudah membuatnya begitu bahagia.


"Kalau begitu berhenti jadi perempuan bodoh, Carissa. Hanya orang-orang bodoh yang menyembunyikan perasaannya pada orang yang ia suka padahal ia selalu berada di sisinya!" Yoga menegaskan agar Carissa mau mengakui. Setidaknya masih belum terlambat, Sam belum menikahi gadis itu, lagipula Yoga juga tahu apa yang menimpa Rissa dah bagaimana resikonya..makanya ia merasa Carissa masih punya kesenangan.


"Tak mengapa menjadi orang bodoh asalkan bisa selalu didekat Sam." Kata Carissa, memaksakan senyum untuk menutupi luka di hatinya. Baginya, bisa bersama Sam meski tak dianggap, diajak bicara, meski tak pernah dianggap penting sudah lebih dari cukup.


"Aku akan mengatakan semuanya pada Sam agar ia tahu sudah menyakiti perasaan kamu selama ini!" Kata Yoga


"Tidak, jangan lakukan itu Yoga." Pinta Carissa. "Lagipula, kalaupun Sam tahu ia tak akan pernah membalas perasaan ini. Ia tak pernah punya sedikit pun perasaan untukmu. Begitu juga Tante Ines, ia tak akan pernah merestui kami, Yoga." Kata Carissa dengan wajah sedih.

__ADS_1


Yoga hanya bisa membatin..Andaikan perasaan yang begitu besar itu ditujukan Carissa padanya, ia pasti akan dengan senang hati membalasnya. Sebab ia sudah jatuh hati pada gadis itu sejak usia mereka masih belia . Bahkan, ia tak peduli jika ibunya melarang hubungan mereka. Ia akan memperjuangkan hingga titik darah penghabisan. Namun semua itu hanyalah harapan yang Yoga tak yakin kelak akan terwujud. Ia sama-sama tahu bagaimana Sam dan Carissa. Mereka kalau sudah suka pada seseorang tak akan teralihkan pada siapapun. Makanya Yoga serasa diujung tanduk.


"Caris, kenapa kamu tak mencoba melupakannya saja. Buka hatimu untuk yang lain Caris. Contohnya aku!" pinta Yoga, tentunya dalam hati sebab ia tak mau menambah beban Caris jika tahu isi hatinya yang sebenarnya.


***


Sam bangkit dari sajadahnya. Ia yang hendak menuju ruangan Rissa berpapasan dengan adik-adiknya; Yoga, Ash, Jimmy dan juga Carissa.


"Kenapa kalian ada di sini? ini sudah terlalu malam." Sam melirik Carissa. "Jim, bisa antar kakakmu pulang? Ash, kamu temani mereka. Nanti minta Jimmy menginap di rumah kita " kata Sam sebelum berlalu


"Ya bang." kata Ash dan Jimmy.


"Sam!" panggil Yoga.


"Kamu terlalu sibuk dengannya." kata Yoga. "Sampai melupakan kami."


Biasanya, tiap akhir pekan, mereka akan berkumpul bersama. Meski beda ibu mereka tetap akur. Tiap akhir pekan, lima orang yang terikat dalam persaudaraan tiri itu selalu mengusahakan untuk berkumpul. Berbicara panjang lebar, apapun yang mereka rasa dan alami.


"Ga, maaf. Tapi malam ini aku absen dulu. Kalian Bersenang-senang lah. Jangan terlalu malam, kasihan Caris." pinta Sam.

__ADS_1


"Terima saja kenyataan Sam, bahwa ia akan meninggal seperti korban lainnya." kata Yoga.


"Kamu bicara apa sih?" Sam agak kesal, namun masih bisa ditahannya. Sayangnya, adiknya terus mengoceh, mempertanyakan kesibukan Sam hingga ia menjadi sensitif sebab selain lelah fisik, hatinya juga campur baur akibat kondisi Rissa yang belum membaik.


"Rissa Rissa terus hingga kau mengabaikan yang sehat dan punya masa depan yang cerah!' ejek Yoga


"Aku tak paham kau bicara apa. Yang jelas aku sibuk, jadi berhenti bicara yang bukan-bukan. Nikmati hari kamu Yoga!" Sam kembali hendak melangkah, tapi Yoga berhasil menghalangi langkahnya, bahkan membuatnya emosi.


Yoga mengungkapkan kalau Rissa hanya seperti mayat hidup. Ia tak akan pernah bangkit lagi. Kalau Sam tetap keras kepala maka selamanya ia tak akan pernah mendapatkan kebahagiaan karena semuanya seperti fatamorgana saja. Rissa sebenarnya sudah berakhir.


"Hati-hati kalau kamu mau bicara Yoga! meski kamu adikmu tapi tak bisa bicara sembarangan seperti itu!" ancam Sam.


"Aku hanya ingin kau berpikir logis!" Yoga memberi alasan.


Lagi-lagi dua bersaudara itu bertengkar. Sebuah pertengkaran yang cukup keras. Sam yang biasanya sabar terpancing juga karena Rissa.


Kini pertengkaran itu tak hanya sebatas omongan, tapi juga beralih ke pukulan dan tendangan. Apa benar mereka mau berkelahi beneran? Carissa sampai heboh memisahkan.


"Sudah. aku tak mau mencari ribut dengan kamu. Aku tak peduli. Jadi sekarang biar aku pergi karena aku tak peduli!" ancam dokter Sam.

__ADS_1


Setelah kakak tertua mereka pergi, barulah Carissa marah-marah karena sudah membuat keributan.


"Aku akan terus berusaha membuka hati Sam agar ia paham kalau kamu mencintainya!" Yoga menegaskan, lalu berlalu meninggalkan tiga adik-adiknya.


__ADS_2