Dokter Pelindung

Dokter Pelindung
Rissa Disini


__ADS_3

"Dia hamil, Das." kata seorang perempuan paruh baya yang merupakan seorang pensiunan bidan. Bu Erna baru saja mengecek kondisi Rissa. Ia adalah bibinya pemuda itu. Yang ikut mengurus pemuda itu saat kecil karena dalam pernikahan, Bu Erna tak beruntung. Tak memiliki keturunan.


Dasril nama pemuda itu. Usianya dua puluh empat tahun. Ia adalah anak dari Bu Ani, salah satu buruh pabrik yang menjadi korban penelitian dokter Syahril. Saat itu Dasril dihubungi oleh seseorang, diminta untuk kembali ke Jakarta usai merantau di Malaysia sebagai TKI. Ia dipengaruhi untuk menuntut kasus ibunya padahal sebelumnya ia sudah mendapatkan uang kompensasi dengan Jumlah yang cukup banyak. Lima ratus juta. Namun belakangan Dasril merasa terhina sebab nyawa ibunya hanya dihargai segitu. Apakah karena mereka miskin jadi bisa membeli nyawanya?


"Hamil?" Dasril melihat perempuan itu. Hatinya kembali berdesir, makanya ia mengalihkan pandangan. Sudah lama ia mengintai Rissa yang merupakan istrinya Sam, makanya ia tahu dimana kamarnya Rissa. Saat kebakaran itu, ia langsung membawa Rissa. Sayangnya, mereka sempat terjilat api. Mengenai punggung Dasril dan pipi kanan Rissa terbakar.


"Luka bakarnya harus diobati juga. Supaya tidak infeksi dan membuat wajahnya rusak." Kata bibi Erna lagi.


Dasril menggeleng. Ia sudah membawa Rissa sejauh ini dengan susah payah, tak mungkin ia kembalikan lagi. Ditambah berita tentang kehamilan Rissa, menurut Dasril ini bisa jadi jalan yang lebih menyakitkan untuknya balas dendam pada keluarga Pratama karena pewaris mereka kini ada dalam kekuasaannya.


"Biarkan saja." Kata Dasril.


"Kasihan Das, ini pasti amat menyakitkan." Ungkap bidan Erna lagi


"Tak lebih menyakitkan dari aku yang kehilangan ibu. Lagipula perempuan ini sudah hidup bahagia sejak dulu, ia juga harus merasakan sakit agar tahu penderitaan itu rasanya seperti apa. Orang-orang kaya memang selalu kehilangan hati nurani, makanya tugas kita yang miskin ini untuk mengingatkan!" Dasril menegaskan agar mereka tetap dengan rencana awal.


***

__ADS_1


Sebulan sudah berlalu. Rissa akhirnnya membuka mata untuk pertama kalinya. Ia melihat ke sekelilingnya. Berusaha mengenali tempatnya berada. Namun tetap saja ia tak ingat dimana ini. Tiba-tiba seorang perempuan berusia sekita enam puluhan tahun masuk ke kamar tempat ia istirahat.


"Ka ... kamu sudah bangun?" tanya perempuan itu. Ia memanggil seseorang tapi tak juga datang. "Apa yang kamu rasakan?"


Rissa ingin menjawab, namun ia merasa perih di wajahnya. Saat ia memegang pipi kanannya, ada sesuatu yang mengganjal.


Melihat itu, bibi Erna sadar, makanya ia memberikan kaca kecil di lemari para Rissa dan betapa kagetnya perempuan itu melihat luka bakar di wajahnya. Saat itulah bibi Erna menceritakan bahwa keponakannya menyelamatkan Rissa saat peristiwa kebakaran. Ya, Rissa ingat. Saat itu ketika ia dirawat ia tak sadarkan diri, tapi ia tak tahu kalau ada kebakaran.


"Aku berhutang Budi pada Dasril." Kata Rissa. Meski begitu ia merasa sangat resah ketika tahu sudah sebulan tak sadarkan diri. Apa suaminya tahu dimana ia berada sekarang dan luka bakar di wajahnya. Rissa menangis, takut membayangkan segala hal yang mungkin terjadi. Termasuk sikap Sam nantinya. "Sekarang aku sudah tak cantik lagi, apakah suamiku akan menyukai aku?" ujar Rissa dalam tangisnya.


"Jadi kamu menangis hanya karena luka bakar itu?" tiba-tiba Dasril masuk. Ia sudah menunggu momen ini, ketika Rissa bangun maka ia akan menyakiti perasaan perempuan itu hingga hancur berkeping-keping. "Sebegitu pentingnya kecantikan itu untukmu? Oh ya, aku tahu, kalian orang kaya kan begitu. Kecantikan, kemewahan adalah hal yang paling penting untuk kalian. Iya, kan?".


"Ka kamu ... itu tak mungkin." Kata Dasril.


"Kenapa tidak mungkin? Memang itu kenyataannya. Cek saja kalau tak percaya. Aku hanya beruntung dinikahi oleh anak Pratama Grup. Awalnya karena suamiku Kasihan sebab aku adalah salah satu dari korban ayahnya." Rissa berceloteh panjang lebar.


Dasril makin terkejut mendengar pengakuan Rissa. Ia benar-benar salah sasaran. Gadis itu ternyata juga korban, sama seperti ibunya. Ya, Dasril tahu bahwa salah satu dari tiga korban itu adalah gadis muda dan itu adalah Rissa. Kini, mengetahui semua fakta itu, Dasril yang sebenarnya laki-laki baik menyesal sebab sudah menculik Rissa ke sini. Ia juga menyesal, kenapa tak langsung membawa Rissa berobat agar luka bakar di wajahnya bisa sembuh. Selama ini hidup gadis itu sudah menderita, ia baru saja akan menemukan kebahagiaannya namun Dasril ikut menghancurkan. Sekarang, apa bedanya ia dengan pemilik Pratama Grup yang sudah menghabisi ibunya. Sama-sama menghancurkan hidup orang lain.

__ADS_1


"Aku lapar sekali." Kata Rissa. "Menjadi putri tidur selama satu bulan itu benar-benar membuat perut kosong. Bisakah kalian memberiku makan?"


"Aku akan mengantar kamu ke keluargamu." ucap Dasril. Ia hendak melepas infus di tangan Rissa yang ia racik sendiri, namun Rissa menolak. Ia belum mau kembali karena luka bakar itu.


"Aku takut, mereka tak akan menerimanya." Kata Rissa.


"Kamu bisa menjalani operasi plastik. Keluargamu pasti bisa mengusahakan. Mereka punya relasi yang bisa membantu. Jadi jangan khawatir." Kata Dasril


"Tidak. Aku tidak mau. Tetap saja aku malu." Rissa masih tetap tak percaya diri. Suaminya begitu terpesona dengan wajahnya, lalu bagaimana mungkin ia bisa tampil seperti ini. Apalagi luka di wajahnya seperti koreng basah yang benar-benar menjijikan.


"Kalau begitu kamu tenang saja, aku dan bibiku akan mengusahakan untuk memberikan pengobatan." Dasril berjanji untuk membantu Rissa. Ia yang sebelumnya pernah sekolah di SMA Farmasi dan beberapa tahun belakangan ini mendalami ilmu obat-obatan secara tidak langsung berjanji akan membantu Rissa dibantu bibinya yang dahulunya seorang bidan desa.


"Wah senangnya. Aku berhutang Budi pada kalian. Aku janji, kalau sudah bertemu dengan suamiku akan membalas semua kebaikan kalian!" Kata Rissa.


"Sayang ... maafkan aku belum bisa kembali. Aku hanya tak mau memberi kesan buruk padamu. Aku ingin kamu melihat aku dengan yang bagus-bagus. Aku akan kembali setelah jadi cantik lagi agar cintamu tak berkurang untukku." Kata Rissa dalam hatinya.


"Kenapa kamu mau menikah dan menjadi anggota keluarga dari orang yang menyebabkan dirimu sakit?" Tanya Dasril.

__ADS_1


"Mereka tak seburuk itu. Dokter Syahril, meski tak kenal dekat tapi aku tahu ia orang baik. Ia sampai memutuskan bunuh diri saking menyesalnya dengan kesalahan yang dibuatnya. Dokter Syahril itu dikhianati. Ia pun sebenarnya korban karena tujuannya sangatlah baik.


Aku menikah dengan dokter Sam karena ia pun orang yang baik. Ia sampai depresi kehilangan ayahnya. Kalau kamu mengenalnya maka kamu akan tahu betapa baiknya mereka." Ungkap Rissa.


__ADS_2