Dokter Pelindung

Dokter Pelindung
Jangan Merebut Yang Bukan Milikmu!


__ADS_3

Eka masih sibuk mematut dirinya dengan balutan kebaya putih di depan kaca. Kebaya itu baju terbagus pertama yang ia miliki. Yang membuatnya begitu merona adalah Sam sendiri yang membelikan untuk Eka setelah gadis itu menceritakan kisah sedihnya harus berbagi baju lebaran pemberian orang pada Rissa dikarenakan bajunya Rissa kotor di hari raya, Eka tak tega, ia yang terbiasa tak tampil, sibuk dengan pekerjaan rumah akhirnnya merelakan pakaian itu untuk Rissa.


Mendengar cerita Eka, Sam merasa berhutang Budi. Atas kebaikan Perempuan itu makanya istrinya bisa tetap memakai pakaian baru di hari raya. Makanya ia membelikan baju baru untuk Eka, sekaligus pakaian untuk lamaran nantinya. Pada akhirnya Sam menyerah juga, ia sudah tak sanggup mendengar cerita dimana istrinya menanggung beban atas penderitaan yang ia alami sekarang karena ditinggal Rissa untuk selamanya.


"Hem," ibu kepala yang berdiri di depan pintu kamar Eka berdehem. Sejak tadi, pimpinan panti itu memang sudah berada di sana, memperhatikan gerak-gerik anak asuhnya. Ada yang janggal rasanya, tapi sulit ia ungkapkan.


Rasanya tiba-tiba saja suami Rissa datang ke sini bersama ibunya untuk melamar Eka. Entah bagaimana ceritanya. Ibu kepala tak tahu. Namun yang ia tahu, ada kesalah pahaman di sini. Meski bukan ibu kandung dari anak-anak panti, namun sedikit banyak beliau tahu sifat dan karakter anak-anak yang ia rawat dan besarkan sebab ia membersamai mereka dengan penuh kasih sayang.


Seperti yang dikatakan dokter Ines, Eka memang sering membantu Rissa. Namun ia tahu, itu adalah cara Eka untuk mencari perhatian. Ia tahu gadis muda itu tak tulus. Di segala bidang, Rissa yang sepantaran dengannya selalu diunggulkan meski sebenarnya Eka jauh lebih pintar dan rajin, sementara Rissa anaknya asal-asalan tapi hatinya amatlah tulus. Keusilan Rissa memang kadang membuat jengkel, tapi ia apa adanya, bukan penuh kepalsuan seperti Eka. Makanya ibu kepala ingin tahu banyak apa yang sebenarnya terjadi karena tadi saat berbincang, Eka banyak memotong hingga ibu kepala tak punya kesempatan bertanya panjang lebar.


"Eh ibu, sejak kapan di situ? Mari masuk Bu." Eka menarik kursi plastik yang berada di samping cermin. Ia memberikan pada ibu kepala. "Bagaimana menurut ibu, baju ini bagus tidak?" Tanya Eka.


"Bagus. Tapi ada hal lain yang ingin aku tanya." Kata ibu kepala.


"Apa, Bu?" Eka memperhatikan ibu kepala

__ADS_1


"Apa dokter Sam mencintai kamu?"


"Jelas, Bu. Kami akan menikah, ia pasti mencintai aku. Memangnya kenapa? Ibu tak percaya? Atau ibu merasa aku tak pantas menggantikan posisi Rissa? Memang, Rissa jauh lebih cantik dariku, tapi sayangnya ia sudah tak ada Bu. Jadi aku yang menang sekara!"


"Eka, kamu kenapa? Ibu ingatkan kamu, jangan merebut yang bukan milik kamu!"


"Bu, aku ngga merebut apapun. Sam sekarang single, apa salahnya kami menikah? Kenapa sepertinya ibu gak rela seolah Sam hanya milik Rissa. Ibu tahu kan kalau Rissa sudah meninggal!"


"Eka, apa benar Rissa menitipkan pesan itu padamu?"


"Oh jadi ibu nggak percaya? Bu, aku dan Rissa itu sudah seperti saudara, kami selalu bersama. Selama ini aku selalu mengorbankan milikku untuk Rissa tapi tak ada yang mempertanyakan Rissa. Tapi kenapa sekarang aku akan menikah dengan milik Rissa semua orang mau protes seolah aku tak pantas. kenapa hanya Rissa saja yang boleh mendapatkan apapun, kenapa aku tidak?" Eka benar-benar berubah, ia tak seperti yang biasanya.


"Bu ... aku ... ah sudahlah. Kenapa ibu selalu saja meragukan aku? Kenapa aku tak pernah benar Dimata ibu? Kenapa hanya Rissa yang boleh bahagia sementara aku tidak?" Eka meradang, kesabarannya seolah diuji. Ia tak terima dengan semua tuduhan itu makanya menunjukkan kemarahannya. "Selama ini aku selalu menurut sama ibu, aku selalu jadi anak baik, aku tak pernah nakal seperti Rissa atau pacaran tanpa batas. Aku selalu menjaga diriku sangat baik, aku bahkan tak sembarang menjalin hubungan dengan siapapun. Ini adalah ahduah dari Tuhan untukku. Kenapa ibu terus-menerus protes, harusnya ibu tujukan saja pada Tuhan yang mengatur semuanya!" Eka menantang ibu kepala. Sifat aslinya akhirnya keluar juga. Ia benar-benar sombong karena merasa sebentar lagi akan menjadi istri seorang dokter yang tampan dan kaya raya. Makanya ia merasa menang. "Setelah menikah aku tak akan pernah menginjakkan kaki di panti ibu lagi. Ibu tenang saja, aku akan meminta Sam untuk membayar semua biaya hidupku dari bayi sampai detik nanti menikah!" Tegas Eka, lalu ia berlalu meninggalkan ibu kepala


"Astagfirullah," ibu kepala hanya bisa mengelus dada. Ia benar-benar tak menyangka akan diserang sedemikian rupa oleh anak yang ia rawat dari bayi.

__ADS_1


***


Sudah tiga bulan setelah kebakaran di rumah sakit, Rissa yang kini masih berada di Malaysia akan kembali ke Jakarta usai menjalani pengobatan. Lukanya sudah dioperasi namun masih belum kering, makanya ia memutuskan memakai cadar untuk menutupi bekas luka yang jahitannya belum kering.


"Nyonya Rubby Arifna, besok anda sudah bisa pulang. Jahitannya hanya tinggal dikeringkan. Untuk check up bisa dilakukan di cabang rumah sakit yang ada di negara anda." Kata dokter yang menangani Rissa.


Saat akan berangkat ke Malaysia, Rissa memang menggunakan nama samaran yang dibuatkan oleh Mr Y agar identitas dirinya tak diketahui orang lain.


Mendengar berita itu, Rissa benar-bemar bahagia. Kalau lukanya sudah sembuh, dalam waktu dua pekan ini maka wajahnya akan kembali pulih. Ia mengelus pelan perutnya, memberi isyarat pada calon bayinya bahwa sebentar lagi mereka akan bertemu dengan Sam, ayah anak ini. Rasanya sudah teramat rindu.


***


Sam merasa perasaannya tak enak. Ia tak tahu kenapa. Padahal hari ini ia mengajukan lamaran pada Eka. Masih antara sadar dan tidak namun pada akhirnya ia memenuhi permintaan Rissa, demi istrinya damai di sana. Hanya tiga tahun saja. Setelah itu mereka akan bercerai seperti kesepakatan.


Sam sadar, pernikahan seperti itu tak boleh. Tapi ia tak punya pilihan lain, ia tak mencintai Eka dan tak yakin bisa mencintainya setelah menikah. Tapi ia juga tak bisa membiarkan janji istrinya tak dilunasi meski sebenarnya Rissa punya janji padanya untuk menemani selama dua puluh ribu hari.

__ADS_1


"Sam, ayo!" Kata dokter Ines.


Cincin yang dipegang Sam diberikan pada ibunya untuk disematkan di jari manis Eka. Setelah selesai, ia menghela nafas panjang.


__ADS_2