
"Kamu tak apa?" tanya Sam pada istrinya. Ia yang hanya mendengar sepintas pertengkaran itu meyakini ada hal buruk yang terjadi, sebab selain mendengar teriakan mereka berdua, Sam juga melihat bantal Rissa terjatuh juga Eka yang akhirnya meninggalkan tempat ini.
"Bibi Erna mana?" Tanya Rissa.
"Baru bangun, kenapa mencari orang lain. Padahal aku sudah menunggumu selama beberapa bulan ini. Apakah pengorbananku tak ada harganya?" Sam pura-pura marah.
"Bukannya kamu akan menikah lagi, dengan sahabatku pula." Rissa masih kesal.
"Bukankah itu pesan kamu pada Eka?" kata Sam.
Rissa terdiam. Ia tak bisa melanjutkan apapun. Ternyata sudah sejauh ini Eka melangkah. Sejujurnya Rissa penasaran dengan hubungan mereka sebelum ia dan Sam saling kenal namun ketika ditanyakan dengan entengnya Sam menjawab tak mengenal Eka sebelumnya. Apakah ini semacam cinta yang bertepuk sebelah tangan?
"Sudah kalau begitu." Rissa tak mau memperpanjang cerita sebab ia tak mau mengundang tanya Sam yang pada akhirnya nanti bisa membuka kejahatan Eka. Bagaimanapun ia saudaranya di panti. Semua keburukan Eka bisa jadi juga efek keberadaan dirinya.
***
Rissa tak jadi dipindahkan ke rumah sakit pilihan dokter Ines sebab kondisinya dirasa cukup baik untuk pulang. Ia hanya perlu meminum vitamin untuk menguatkan kandungannya. Sekarang, Sam dibantu oleh Dasril dan ayah angkatnya yaitu doktor Ahsan akan mempersiapkan diri untuk pengobatan Rissa.
"Karena dia sedang hamil, ini akan berbahaya untuknya." Kata Doktor Ahsan.
__ADS_1
"Apa sebaiknya diluruhkan?" Tanya Dasril.
Pernyataan itu yang tentu saja membuat Rissa menolak mentah-mentah. Ia lebih memilih mati dari pada anaknya yang harus ditiadakan. Sam berusaha membujuk Rissa dengan menjanjikan kelak mereka akan memiliki anak lagi, namun Rissa tetap menolak. Baginya, anak ini adalah harapan baru untuknya. Kalaupun tak ada harapan lagi, setidaknya ada jejak dari dirinya yang akan selalu diingat oleh Sam.
"Sampai kapanpun bayi ini tak akan pernah dihilangkan. Ia akan aku pertahankan!" Kata Rissa, lalu ia berlalu meninggalkan ruang pengobatan di klinik dokter Ines.
"Saya yang akan membujuknya!" Kata Sam. "Mohon bersabar Doktor, saya janji akan membawa istri saya kemari. Ia akan menjalani pengobatannya!" Sam berlalu keluar, mencari Rissa yang ternyata berada di dekat kolam. "Sayang!" Panggil Sam.
"Kalau kamu datang untuk membujuk aku, maka aku akan menolaknya sebab aku tak akan pernah melakukannya. Anak ini akan lahir dengan selamat!" Kata Rissa. "Ia adalah buah cinta kita, bagaimana kamu bisa setega itu padanya. Bayangkan betapa sedihnya ia jika tahu ayahnya akan mengorbankan dirinya!" Kata Rissa
"Bisa bayangkan juga bagaimana ia lahir tanpa ibu. Aku tanpa istriku lagi? Ini akan jauh lebih menyakitkan sayang." Kata Sam. "Tiga bulan tanpa kamu rasanya sudah membuatku hancur sehancur-hancurnya. Aku tak akan sanggup!"
"Biarkan aku mempertahankan dirinya. Bukankah aku sudah bertahan sejauh ini. Itu karena aku sudah janji akan ada untukmu di dua puluh ribu hari kedepan. Aku akan berusaha sekuat tenagaku. Jadi jangan biarkan aku kehilangan apa yang amat aku cintai. Kamu dan calon anak kita. Biarkan aku mempertahankannya!" Rissa memohon. "Sayang, kamu percaya dengan takdir Tuhan, kan? Sekuat apapun kita mencoba jika sudah waktunya maka kita tak akan bisa menghindari waktu kematian itu!"
Sam memeluk Rissa erat. Ia tahu akan ada masa perpisahan. Sekarang yang harus dilakukannya adalah membersamai Rissa dan memberi cinta yang banyak untuk istrinya tersebut.
***
"Sam!" Dokter Ines marah saat Sam mengatakan kembali menolak Dokter Ahsan. Ia akan terus memberikan obat dan vitamin tapi tidak untuk menggugurkan bayi di kandungan Rissa. Seperti apa yang diminta istrinya. "Doktor Ahsan sudah lama menggantung jasnya, ia kembali untuk membantu kita, jauh-jauh ke sini dengan usaha keras Dasril, setidaknya hargai itu, Sam!" Pinta dokter iNes yang tak siap menghadapi Sam kelak saat kehilangan Rissa lagi
__ADS_1
"Bu, bayi itu juga berharga untuk kami." Kata Sam, sambil memegang tangan ibunya. "Terimakasih banyak dok, sudah jauh datang kemari. Saya berhutang banyak pada kalian berdua." Kata Sam pada doktor Ahsan dan Dasril.
"Baiklah dokter Sam, kalau itu keputusan anda dan istri anda. Saya sangat menghargai itu. Saya paham, seorang ibu memiliki cinta yang begitu besar untuk anaknya meski ia belum hadir ke dunia ini. Saya akan meninggalkan beberapa obat-obatan untuk mencegah jikalau penyakit ibu Rissa kembali kambuh. Saya juga siap jika sewaktu-waktu kalian membutuhkan bantuan saya." Kata Doktor Ahsan.
"Terimakasih banyak dok!" Kata Sam lagi
"Ayah anda orang yang baik. Saya tahu betul tujuannya seperti apa. Jangan pernah kecewa padanya. Ia hanya korban kejahatan dan ketamakan orang lain saja." Sebuah pelukan diberikan doktor Ahsan kepada Sam untuk menguatkan dirinya. Tak lupa doktor Ahsan meninggalkan beberapa obat-obatan untuk Rissa. Ia juga berharap agar kelak Sam melanjutkan penelitian ini, menciptakan obat yang bisa menyembuhkan pasiennya seperti cita-cita Dokter Syahril.
***
"Kamu tak mau mencobanya?" Tanya Rissa saat ia dan suaminya tengah duduk-duduk di halaman belakang rumah mereka sambil menikmati minuman dan makanan kecil yang dihidangkan pelayan.
Sam diam.
"Aku tak mau marah pada dokter Syahril karena aku sangat yakin ayah mertuaku itu orang yang baik." Ujar Rissa. "Meski kami tak saling kenal, tapi sebagai orang yang pernah bekerja di bawah kepemimpinannya aku bisa merasa betul bagaimana bertanggung jawab dan sangat baiknya beliau pada kami bawahannya. Kami yang butuh saja kesejahteraannya sangatlah dipikirkan." Rissa mengurangi kebaikan dokter Syahril, pemilik Pratama Grup tempat ia bekerja dahulu.
"Aku tak mau ada korban lagi " jawab Sam. Ia sudah terlalu takut dengan apa yang sudah terjadi beberapa waktu lalu, saat ayahnya melakukan kesalahan karena terlalu percaya pada orang lain yang berakibat pada jatuhnya korban salah satunya istrinya sendiri.
"Asal kamu menggunakan SOP dengan sabar, aku yakin tak akan ada korban." Sambung Rissa. Ia yang hanya lulusan SMA mencoba memberikan motivasi agar Sam mau melanjutkan cita-cita ayahnya, memiliki formula obat untuk pasien-pasiennya. Agar tak lagi bergantung pada luar dan punya obat yang benar-benar mujarab.
__ADS_1
"Nanti akan ku coba membicarakan lagi dengan adik-adikku." Kata Sam, sehingga membuat Rissa tersenyum senang. Setidaknya Sam sudah mau membuka diskusi saja ia sudah teramat senang.