Dokter Pelindung

Dokter Pelindung
Keputusan Yang Benarkah Ini?


__ADS_3

Dasril duduk termenung di depan rumahnya, memikirkan apa yang dikatakan Rissa tadi. Ia yang sebenarnya memiliki hati yang baik namun karena terhasut akibat marah ibunya dijadikan kelinci percobaan makanya ia mau terlibat dengan ajakan seseorang yang bernama Mr Y.


Sekarang, akibat emosi sesaat akhirnya banyak yang sudah jadi korban. Orang-orang yang tak bersalah. Pasien-pasien yang sedang di rawat dan juga buruh pabrik yang jadi korban kebakaran akibat ulahnya dan orang-orang yang digerakkan oleh Mr. Y.


"Ahhh kenapa aku begitu bodoh!" Dasril menyesali dirinya sendiri. "Bagaimana ini, selain mencelakakan perempuan itu akupun menjadi penyebab dirinya cacat seperti ini. Wajahnya jadi rusak." Dasril mengucek kasar rambutnya, andai waktu bisa diulang ia akan menyelamatkan perempuan itu dan segera mengembalikan ke suaminya.


"Das, kamu nggak apa-apa?" Bibi Erna menghampiri Dasril. "Kamu pasti menyesal, kan? Aku tahu bagaimana hatimu Das, tak akan mungkin setega itu pada orang lain. Apalagi perempuan itu nggak tahu apa-apa. Sekarang bagaimana? Apa diantar ke suaminya saja?" tanya bibi Erna yang selama ini merawat Rissa saat tak sadarkan diri


"Tapi dia nggak mau, bi. Dia takut suaminya tak menerimanya dengan wajah seperti itu sehingga membuat aku begitu menyesal. Dia harus jadi korban karena kebodohanku!" Ungkap Dasril.


"Das, hati-hati kalau bicara. Ingat baik-baik, siapa suaminya. Dari keluarga seperti apa mereka? Kata raya, Das. Apapun bisa dilakukan termasuk memenjarakan kamu kalau kamu ngaku sengaja melakukan semua ini."


"Lalu sekarang bagaimana, bi? Masa terus pura pura padahal kita tahu dia harus segera mendapatkan penanganan."


"Das, kenapa tak minta tolong Mr. Y. Ia kan janji akan mengabulkan permohonan kamu kalau kamu mau melaksanakan tugas yang ia berikan."


Apa yang dikatakan bibi Erna menurut Dasril benar. Ia ingat, dipertemukan terakhir lelaki itu mengatakan akan mengabulkan permohonannya karena ia menolak sejumlah uang yang diberikan Mr. Y. Kalau begitu maka lebih baik minta agar lelaki itu mau membantu pengobatan Rissa saja.

__ADS_1


Dasril tak menunda-nunda waktu, ia langsung menghubungi lelaki yang memberinya tugas melakukan kejahatan pada rumah sakit. Mereka membuat janji untuk bertemu di sebuah hotel.


***


"Apa yang kamu inginkan, Da? Katakan saja, jangan sungkan-sungkan!" kata Mr. Y.


"Baiklah, jadi saya ingin anda membantu saya mengobati seseorang yang jadi korban luka bakar di rumah sakit." Kata Dasril


"Baik. Kamu mau membawa perempuan itu berobat kemana?"


Dasril menyebutkan sebuah rumah sakit di Malaysia, dimana dulu ia pernah bekerja di sana. Ia tahu betul rumah sakit di sana sangat bagus. Hanya saja untuk membawa Rissa keluar negeri tentulah tidak mudah sebab harus ada paspor dan biaya yang tak sedikit, makanya Dasril butuh bantuan Mr. Y. Dan seperti yang dibayangkan Dasril, hal tersebut bukan masalah besar untuknya. Tiga hari kemudian ia akan mengirimkan tiket dan paspor untuk keberangkatan Dasril, bibi Erna dan Rissa, tentunya dengan nama samaran sebab Dasril tak mau ada yang tahu tentang keberadaan Rissa saat ini hingga wajahnya membaik sebab begitulah permintaan perempuan itu.


***


Sayangnya, Dasril salah mengira, Mr. Y punya rencana lain terhadap Rissa yang baru ia ketahui sebagai istrinya Sam. Mr Y sebagai pesaing bisnis keluarga Pratama memang sudah lama mengincar dokter Syahril Pratama, namun sayangnya orang yang ditarget meninggal dan sekarang usahanya dilanjutkan oleh anaknya dan semakin berkembang. Itulah yang membuat Mr Y tambah kesal. Makanya, saat tahu informasi tentang penelitian yang bermasalah tersebut ia mencari tahu para korban dan memanfaatkan mereka untuk menghancurkan Pratama Grup. Namun ada yang menarik perhatian Mr Y yaitu Rissa yang menjadi salah satu dari tiga korban yang ia sendiri selamat sampai sekarang. Pasti ada yang istimewa dari anak tersebut hingga ia bisa lolos dari kematian.


***

__ADS_1


"Sampai kapan kamu mau berkurang seperti itu, Sam?" Yoga masuk ke dalam kamar Sam, ia duduk di atas ranjang tempat Sam berbaring. "Kau tahu, rumah sakit harus dibangun kembali, begitu juga dengan pabrik. Semua tak akan bisa dilaksanakan kalau kau tak bangun dan menandatangani semuanya. Sam, kalau kau tak mau menyelesaikan semua itu maka Max yang akan mengambil alih semuanya. Kau akan membuat ibu kecewa. Carissa yang adiknya saja gak percaya Max mampu melakukan semua itu makanya kau harus bangkit, Sam!"


"Tinggalkan aku sendiri!" Kata Sam.


"Dasar egois kau ini Sam. Aku benar-benar kecewa padamu. Dari dulu hanya memikirkan perasaanmu sendiri. Ayah ibu bercerai kau seperti ini, hingga akhirnya ayah meninggal. Sekarang Rissa pergi kau juga begini. Mau sampai kapan? Kau juga harus memikirkan masa depan pabrik dan rumah sakit yang ada di tanganmu. Bangkit Sam, bangkit!"


"Kau bicara apa Yoga? Kalau kau tak pernah jatuh cinta jangan sembarang bicara menganggap enteng perasaan orang lain."


"Siapa bilang aku tak pernah jatuh cinta? Aku sejak dulu sudah jatuh cinta pada seseorang dan masih memperjuangkan cintaku meski diabaikan hingga sekarang!" Entah ini benar atau tidak namun Yoga merasa sudah waktunya mengakui bagaimana perasaannya pada Carissa dan perasaan perempuan itu pada Sam. "Aku mencintai Carissa dan Carissa mencintai kamu!"


Sam melihat adiknya. "Kau gila, Ga?" Ia tak habis pikir.


"Ya, aku gila karena keberadaanmu. Kau tahu, sejak dulu gadis itu mencintai kamu tapi kau tak menyadarinya dan sayangnya sejak dulu pula aku mencintai Carissa. Benar-benar sangat rumit."


*Kenapa kau tak memperjuangkan Carissa?" Sam melirik adiknya. Pertanyaan aneh yang tak seharusnya ia sampaikan.


"Kamu pikir akan mudah menghapus jejakmu di hati Carissa? Kau terlalu sempurna untuknya apalagi sekarang tak ada lagi Rissa. Ia akan kembali menaruh harapan padamu, Sam. Makanya aku tak suka kau menjomblo seperti sekarang."

__ADS_1


Sam diam. Ia sebenarnya tak peduli dengan perasaan orang lain saat ini namun ia pun iba pada Yoga. Kenapa adiknya bisa seperti itu dan kenapa juga Carissa harus jatuh cinta padanya. Bukankah mereka saudara sekarang? Sam tahu kalau dalam agama mereka tak masalah jika Carissa bersatu dengan salah satu dari mereka hanya saja ibunya tak akan terima dengan keputusan itu.


Bagi ibunya, Carissa sudah seperti anak sendiri. Ibu yang punya tiga anak laki-laki begitu menyayangi Carissa layaknya anak kandung sendiri meski ibu pun sebenarnya kesal pada ibunya Carissa yang sudah menggantikan posisinya di samping dokter Syahrik dan menjadi penyebab kekecewaan putra sulungnya.


__ADS_2