
Malam itu beberapa pembicaraan yang cukup dalam mereka bicarakan, sehingga mereka sedikit terlambat tidur dan mereka sedikit kesiangan, tapi saat bangun luna sedikit terkejut saat melihat Aji yang lompat menuju kasurnya.
Tentu ia berusaha melawan, tapi saat itu gerakannya di kunci dengan baik, dan Aji segera menutup selimut, hal ini membuat luna terkejut bukan main.
“DIam, marcel saat ini sedang mengintip dari luar, aku tidak ingin dia curiga!”bisik Luna yang tidak lagi melawan.
Sebagai seorang artis, ia segera menjalankan tugasnya untuk berpura-pura bangun, dan menyapa aji yang berada disampingnya.
Dan seperti apa yang Aji katakan saat ini dengan samar-sama ia bisa melihat Marcel bersama dengan bibi yang ada di rumah ini sedang mengintip apa yang terjadi, untuk membuat semuanya menjadi lebih baik luna berusaha untuk mencium kening Aji.
Aji yang sadar akan hal itu segera menepis kepalanya dan bingung dengan perasaan tidak bersalah karena hampir membuat Luna terjatuh dari kamar.
Ia pura-pura terkejut saat melihat Marcel yang memperlihatkan diri saat ibunya hampir terjatuh, ia memberikan arahan kepada bibi yang ada disana untuk membawa marcel yang ada di sana untuk pergi mandi dan lain sebagainya.
“Sebentar lagi papa menyusul, aku masih ingin sedikit tidur lebih lama dengan ibumu!” ucapnya memberikan alasan dan kembali bermalas-malasan di kamar.
Tentu marchel tidak semudah itu dengan sigap ia segera berlari, ke arah aji dan melompat ke arah kasur dan juga ingin bermalas-malasan.
“TIDAK, tidak kau harus segera mandi karena masih harus berangkat ke sekolah,” luna yang melihat tingkah anaknya segera mengambil alih keadaan dan menarik marcel untuk segera mandi.
Marcel terus berceramah di hadapan mereka, tapi aji pura-pura tidak mendengar bahkan memberikan tambahan tangan kecil kepada marcel.
“Papa penghianat!” ucapnya dan segera bergerak untuk mandi.
“Kau akan mengerti jika sudah dewasa nak!” balas aji dengan sedikit pelan.
__ADS_1
“Hi, hi, kenapa kau malah menikmati tidur di tempatku! Cepat pergi mandi dan pulang bersama dengan marcel,” ucap luna yang juga ikut menarik Aji yang malah terlihat benar-benar ingin tidur di kasurnya.
“ayolah aku semalaman tidur di lantai jadi biarkan aku merasakan nyaman tempat tidur!” ucap Aji dengan sedikit malas untuk meninggalkan tempat tidur.
“kamu ingin tidur disini bukan untuk mencium bau ku yang berada di sana bukan, karena tadi sempat merasa ada yang sedang bangun kamu berusaha menindihku!” ucap Luna yang segera membuat Aji bangun dan meninggalkan kamar dengan perasaan yang sangat jengkel.
“HAHAHA!”
Melihat ekspresi dari aji membuat Luna tertawa dengan sangat keras, sepanjang ia mengenalnya ia tidak pernah melihat ekspresi aji yang terlihat malu seperti itu, bahkan untuk sesaat ia bisa melihat muka aji yang memerah saat ia membisikan hal itu di telinganya.
“Setidaknya ia masih normal!” ucap luna setelah puas tertawa.
Karena tidak membawa baju ganti Aji tidak mandi melainkan hanya cuci muka setelah itu bersama dengan marcel sarapan sebentar pergi ke jalannya masing-masing.
Setelah itu ia mengantar Marcel ke sekolah ia segera ke tempatnya untuk melakukan beberapa wawancara dengan Jeni,
Jeni sempat mampir ke panti untuk menjemput aji, tapi saat sampai disana ia mengetahui dari tasmia kalau Aji tidak pulang semalam, dan ia tahu kalau malam itu Aji masih berada di tempat luna, “bagaimana perkembanganya dan berapa banyak yang akan melamar!”
Aji tidak terlalu memperdulikan apa yang terjadi sehingga ia langsung mengatakan tujuannya datang ke tempat ini. Jeni telah meminta beberapa tambahan personil. Yang sesuai dengan apa yang mereka nantinya butuhkan.
Sudah mereka tentukan kalau jeni juga akan menjadi wakil ceo dari perusahaan yang akan Aji dirikan, itu adalah salah satu permintaan yang ia ajukan dengan syarat ia akan membantunya dalam beberapa masalah untuk mendirikan perusahan ini.
Karena menurutnya itu cukup masuk akal dan Jeni tidak keberataan tentang itu sehingga dengan senang Hati AJi segera merekrutnya, “untuk masalah biarkan aku yang mengurusnya, pokoknya untuk masalah perekrutan karyawan kau hanya perlu terima beres!”
Hanya Jempol yang AJi berikan ke jeni setelah itu ia langsung memasuki ruangannya dan segera memasuki Aw karena setelah ia keluar dari dungeon ia tidak lagi muncul. Sehingga mereka harus segera meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Saat di aw disana hanya ada Winto yang berada di sana sepertinya ia bertugas untuk menunggunya, “Mereka semua sedang membantu Gokong untuk naik level!” ucap Winto yang langsung melaporkan berbagai kejadian semenjak ia tidak ada disana.
Setelah enma logout, gokong yang saat itu baru bebas, segera ingin meninggalkan tempat ini, tapi karena levelnya yang masih berada di level satu membuatnya harus berhati-hati tapi menurutmu enma tidak terlalu sulit untuk membuatnya bisa naik level dengan cepat!
“terus apa yang sedang kau lakukan!” balas enma
“tidak terlalu banyak melakukan beberapa penelitian terhadap peluru pistol milikku!” balas winto.
Karena tidak tahu kemana mereka pergi, enma segera ruler’s voice miliknya untuk memanggil orang-orangnya untuk bertemu dengannya, mereka membutuhkan perencanaan baru.
Ia tidak menduga kalau hancurnya dungeon milik gokong akan menarik terlalu banyak perhatian, dari apa yang Winto katakana hampir seluruh tokoh besar tertarik dengan kehancuran tersebut, beberapa dari mereka mengirimkan orang-orangnya mengejek keadaan.
Mereka saat itu cukup beruntung karena tidak ada satupun dari mereka yang akan mengira kalau penaklukan para dungeon itu dilakukan para pasukan kecil seperti mereka.
Tapi beberapa orang yang mencurigai mereka juga langsung dihabisi oleh Guts, sehingga lokasi mereka hingga saat ini masih sangat aman!
Dengan panggilan dari enma tidak lama orang-orangnya segera berkumpul orang paling pertama sampai adalah sonu yang bersama dengan maria, di susul oleh guts, dan seekor monyet kecil yang berada di pundaknya yang tidak lain itu adalah Gokong itu sendiri.
“Bagaimana dengan dunia luar!” ucapnya langsung kepada Gokong.
“tidak terlalu mengejutkan, tapi jujur ini sangat berbeda dengan apa yang ku ingat dengan daerah yang ada di sekitar sini!” balas gokong dengan santai.
“aku memanggil kalian kesini untuk membantuku menetaskan telur ini,” balas enma.
Ada beberapa cara menetaskan telur, dan itu semua ada dari the elders, dan tentu ia tidak yakin apa yang Vincent lakukan hingga tidak bisa menetasnya namun Enma sendiri yakin kalau dengan caranya ia bisa menetaskan telur ini.
__ADS_1
Pertama ia membutuhkan pengorbanan dari salah satu makhluk legendaris, kedua ia membutuhkan mana yang cukup melimpah, jika semua itu digabungkan maka telur apapun itu bisa menetas dengan mudah.
Inti dalam hal itu adalah membuat pengorbanan dari makhluk yang lebih tinggi dari sang telur itu sendiri, sehingga jika merasakan ada makhluk yang lebih tinggi sedang menunggunya maka senyaman apapun makhluk yang berada dalam telur mereka akan keluar untuk melihat apa yang ada di depannya,,