Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan

Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan
artis


__ADS_3

Entah karena ucapan dari aji yang terlalu keras, jeni terlihat sedikit murung setelah mendapatkan kritik dari aji seperti itu, ia bahkan keluar dengan tidak mengatakan banyak hal.


“IA bukan tipe orang yang akan mudah menyerah hanya karena mendapat kritik seperti itu bukan!” gumam Aji setelah melihat Jeni keluar dengan keadaan seperti sedikit kesal.


“Hush! Kenapa aku malah memikirkannya, mari keluar merayakan ini dengan sedikit minum bir!” lanjutnya, enma adalah tipe orang yang tidak ingin memikirkan banyak hal selama ia masih mengangap dirinya benar termasuk tadi walaupun ia sedikit kasar apa yang ia katan memang ada benarnya sehingga ia tidak ingin terganggu dengan kekacauaan tersebut.


Aji logout juga  ingin melakukan sebuah perayaan kecil, seperti minum bir dan beberapa cemilan, ini dulu adalah kebiasaan setelah berhasil menyelesaikan beberapa misi SUlit, walaupun terkadang ia hanya merayakannya sendiri, itu menjadi kebiasaan yang menyenangkan untuknya.


“sial kenapa disini menjadi sangat ramai!” gumamnya saat ia menuju taman mendapati terdapat banyak sekali anak yang sedang bermain dan beberapa suster yang menemani anak- anak itu bermain.


Padahal saat itu ia sudah membeli beberapa cemilan dan bir yang bisa ia makan, tentu ia tidak bisa makan di tempat banyak anak seperti ini karena biar yang dia bawah adalah bir untuk orang dewasa.


Setelah sedikit berpikir ia memutuskan sedikit duduk di salah kursi yang ada disana sambil terus memandangi anak-anak yang ada disana bermain, entah itu karena ia hidup di panti membuatnya sangat menyukai anak-anak.


“KAkak ini seorang pedopilnya!”


Saat sedang asik memandangi anak-anak yang sedang bermain ia sedikit terkejut saat ada seseorang yang menhampirinya dan langsung mengatainya seorang pedopil.


“emangnya kau mengerti Pedopil!” balas aji sambil tersenyum saat melihat yang menghampirinya adalah seorang anak-anak berumur kurang lebih lima tahunan.


“Tidak sih, tapi kata mama, pedopil itu adalah orang jahat yang suka menculik anak-anak!” balas anak itu santai, ia juga terlihat dengan santai duduk di samping aji yang ia katai seorang pedopil.


“Terus kenapa kau malah datang kesini, bukan kah kau seharusnya takut dengan ku!” balas aji yang masih tersenyum melihat kelakukan anak itu.


“Tidak masalah menurutku paman ini adalah orang baik, aku juga tidak terlalu percaya dengan orang tuaku!” balasnya terdengar acuh tak acuh.

__ADS_1


“Beberapa orang berbohong untuk sebuah kebaikan !” balas aji singkat.


“Aku tidak mengerti orang dewasa paman! Bukankah masalah akan cepat selesai kalau kita bisa jujur seperti apa yang ada dalam cerita!” balas anak itu yang terdengar sangat dalam.


Disini aku terdiam, anak ini terlalu pintar, sehingga membuat aku sendiri harus bingung menjelaskan dari mana, perkataan dari anak ini juga mengingatnya kepada dirinya saat ia kecil dahulu.


“Aduh!!  Kok paman malah menjitak kepalaku sih, “ omel anak itu saat aji malah menjitak kepalanya.


“Ada banyak hal yang membedakan orang dewasa dan anak-anak, dan itu semua tidak perlu dipikirkan oleh kalian, hiduplah sesuai dengan umurmu, dan biarkan orang dewasa menyelesaikan masalah mereka sendiri!” balas Aji yang memberikannya sedikit nasehat kepada anak itu sebelum pergi.


“Paman! Makananmu ketinggalan!” teriak anak itu saat melihat bungkusan makanan aji terlihat kelupaan.


“Hadiah untukmu karena sudah menarik perhatianku!” balasnya sambil tersenyum.


Tentu aji sudah mengambil bir yang ada disana untuk di minum oleh anak-anak karena saat ini ia masih berada di rumah sakit tentu ia  khawatir memberikan orang yang ada dalam rumah sakit ini sembarang makanan.


“Marchel, marchel,”  terdengar seseorang yang mencari seseorang di taman ini.


Ia adalah perempuan yang sangat terkenal di negeri ini, seorang artis papan atas, sehingga saat orang itu berada di rumah sakit ini banyak orang yang terlihat terkejut beberapa orang berusaha meminta foto, tapi karena saat ini ia sedang mencari anaknya membuatnya berusaha menolak itu secara halus.


Ia juga berpisah dengan anaknya tadi karena harus berusaha sebaik mungkin melayani para penggemar yang ingin berfoto bersama dengannya.


“MA!!!!” teriak seorang anak yang sedang duduk di kursi taman rumah sakit, terlihat anak itu sedang memegang banyak cemilan. Dan benar ia adalah anak yang tadi bersama dengan aji.


“Cel, dari mana saja kau, aku bilang jangan jalan-jalan sembarangan,” saat disana anak itu segera mendapatkan omel dari ibunya yang pergi sembarangan.

__ADS_1


“Tahu ngak ma! Tadi aku bertemu dengan seorang pedopil lo!”


“Hah!!” balasan  dari anaknya hampir membuat ibunya pingsan karena terkejut, tentu siapa yang tidak terkejut saat mengetahui anaknya bertemu dengan orang aneh seperti itu, “Kamu tidak apa-apa bukan! Udah mama bilang orang pedofil itu adalah orang aneh, dan jahat!” lanjut ibu marcel semakin memarahi anaknya yang bergerak seperti itu.


“Tidak apa-apa yang ini baik! Kan mama sedang nyari jodoh, kalau mama mau aku setuju dengan om yang tadi kok, walaupun omnya tidak terlalu ganteng, aku suka dengan dia kok ma!”


“Hussh kamu ngomong apa sih, ayo kita ke ruangan dokter, aku sudah telpon mungkin sudah jadwal kita pemeriksaan!!”


“Hacih!”


“Sepertinya ada seseorang yang membicarakan ku dari belakang!” gumam Aji yang sedang menikmati bir nya di dalam ruangannya.


. . . . . . .


Setelah puas dengan pesta kecil-kecilan yang dia miliki ia akhirnya kembali masuk untuk mengecek keadaan dimana saat ia masuk, terlihat tempat itu sudah sangat sepi, disini hanya menyisakan steve yang masih terus memandangi desa yang telah lama ia tinggali.


“Kau tahu desa ini dulu sebenarnya adalah sebuah ibu kota di masa lampau, tapi karena waktu, semuanya perlahan menghilang dan sekarang hanya menyisakan desa, dan bahkan desa itu sudah  hancur!”


Segala sesuatu memiliki masa dan mungkin tempat ini sudah memiliki habis masanya!” balas enma.


Setelah melihat masa lalu tenri tatta tentu enma juga tahu kalau dulu desa ini adalah sebuah kota yang sangat besar, sebenarnya setelah enma pergi dari tempat ini ia berencana untuk menjelajah dan mengumpulkan pusaka-pusaka yang dimiliki tenri tatta.


Saat ia berada di dalam dungeon ia melihat akhir dari tenri tatta yang sangat menyedihkan, tapi selain itu ia juga mendapatkan lokasi-lokasi ia menyimpan senjata senjata terhebat yang ia miliki.


Tenri tatta adalah seseorang yang memiliki berbagai senjata, walaupun saat ini enma hanya akan menggunakan pedang, tentu ia bisa menjual senjata-senjata itu dengan sangat mahal jika ia berhasil mendapatkan.

__ADS_1


Setelah sedikit berdebat dengan steve enma akhirnya memutuskan untuk ke benua tengah, disana ia akan direkomendasikan untuk bertemu kenalannya, sebenarnya enma ingin berusaha menghindari dari benua tengah, karena ia tahu kalau semua masalah game ini akan bersumber dari sana sehingga akan sangat merepotkan jika terlibat dalam keadaan tersebut.


__ADS_2