
Aji saat masih sedang bersantai di hotel, menemukan kalau luna datang untuk berkunjung kepadanya membawa marcel yang ternyata, juga ikut dengannya ke korea.
“Sepertinya cukup terkejut!” ucap luna saat aji memperlihatkan ekspresinya saat melihat marcel yang juga berada di korea.
“Harus aku akui itu,” balas aji, juga mempersilahkan mereka berdua masuk.
Marchel tentu langsung berlari ke pelukan aji, dan minta di gendong kemana-mana, saat aji sedang bermain dengan marchel, luna melihat-lihat barang-barang yang ada dalam kamar tersebut, yang tentu tidak ada apa-apa selain barang-barang yang di dibelinya di mol kemarin.
“Aku membeli beberapa hadiah baju, aku tahu kalau kau jalan tidak membawa barang-barang banyak sedangkan yang ku dengar-dengar kau akan lebih lama tinggal dari apa yang seharusnya.” Ucap luna.
“Ma, sepertinya kau sangat mengenal ayah dengan baik!” ucap marcel.
Mendengar itu aji yang saat itu sedang minum hampir tersedak, yang ia tahu luna mengetahui semua itu dari jeni karena aji tahu kemarin ia meninggalkan dua perempuan itu bersama.
“Setidaknya mama tidak berubah, dari dulu ia hanya membahas pakaian-pakaian dan pakaian tambah tau terkadang semua ini membutuhkan makan daripada style, karena kalian sudah datang sekarang giliranku untuk memperlihatkan kemampuanku dalam memasak!” balas aji dengan percaya diri.
“Betul!” balas marcel yang langsung di hadiah I cubitan kecil dari luna.
Luna juga penasaran dengan masakan dari AJi tapi pada akhirnya aji hanya menyajikan tiga mangkuk mie instan, kepada mereka.
“Sungguh, sesuatu yang perluh di banggakan!” balas luna mengejek.
“kalau tidak mau makan tidak perlu banyak bicara!” balas aji yang menarik mangkok di hadapan luna.
Namun gerakan tangan luna cukup cepat untuk menghalangi mangkok itu diambil darinya, “Cel, ingat untuk tidak terlalu mengikuti kebiasan papamu untuk makan mie instan seperti ini!” balas luna.
“MAkan!!” balas aji membuat luna segera memakan mie miliknya, untuk sesaat mereka terlihat sebagai sebuah keluarga yang bahagia, bahkan marcel terlihat menikmati mie miliknya dengan sangat puas.
__ADS_1
Mereka membicarakan beberapa selanyak sebagai sebuah keluarga, seperti apa yang luna saat ini kerjakan, atau bagaimana perkembangan karier luna.
Pembicaraan mereka menjadi semakin tidak terkendali mengarah kemana-mana, entah karena bosan sehingga marchel pada akhirnya tidur di kasur.
“untuk hari ini biarkan saja ia tidur denganku!” ucap aji meminta marcel tidur dengannya walaupun itu hanya tidur siang sih.
“bicarakan saja itu nanti! Tapi terima kasih” balas luna.
“Aku dengar kamu memiliki rencana untuk muncul ke public!” lanjut luna.
“Tenang saja, aku hanya bercanda dengan jeni, walaupun aku tidak bisa menjanjikan namamu tidak akan terlibat, namun aku akan berusaha membuat sebuah rencana yang tidak akan membawa namamu, untuk namaku menjadi lebih dikenal banyak orang,” balas aji.
Ia mengira luna akan takut kalau ia akan memanfaatkan namanya untuk bisa membuat dirinya terkenal, tapi hingga detik ini aji sama sekali tidak ingin untuk menggunakan luna membuat namanya terkenal.
“Tidak, tidak, kemarin aku aku sudah diberitahu masalah ini kepada jeni, dan setelah aku berpikir aku benar-benar tidak bisa memberitahukan masalah ini kepada marcel, kamu tadi bisa melihatnya sendiri, bahkan semenjak aku bersama dengannya aku tidak bisa melihatmu bahagia itu saat bersama denganmu!”
“Apa kamu sudah memikirkan konsekuensi dari apa yang kau ambil saat ini! Ini mungkin akan berpengaruh dalam karir mu kedepan!” balas aji.
Sebuah kebohongan jika terus di lanjutkan itu bisa jadi akan menjadi masalah yang semakin besar dan akan sangat sulit diatasi.
“Apalah artinya karier, jika dibandingkan anak!” balas luna.
“Terserah denganmu, aku akan mengikuti, tapi tenang apa jalan yang aku ambil dalam karier dan apapun itu, itu semua tergantung dengan keputusanku. Dan tentunya aku tidak butuh bantuan orang lain membantuku,!” balas aji
“Jangan terus berterima kasih seperti itu, mendengar seorang artis dunia mengatakan terima kasih padaku itu bisa menjadi mimpi buruk!” balas Aji dengan sedikit bercanda.
Mereka saat ini sedang berada di balkon kamar, berbicara sambil menikmati suasana siang dari kota seoul yang cukup padat dengan orang yang lalu lalang
__ADS_1
“Mimpi buruk atau mimpi basah!” balas luna menimpali bercandaan aji.
“JAngan mincing! Jika tidak ingin ada marcel kedua di dunia ini, begini-begini aku masih laki-laki normal.”
Balasan dari aji membuat luna terdiam, ia tidak akan menyangka kalau aji akan membalas bercandaan nya dengan seperontal itu, “di beberapa keadaan aku bahkan bisa meragukan perkataanmu!” balas luna.
“Tidak percaya, aku memiliki beberapa koleksi film biru! Beberapa diantaranya bahkan pemerannya di mirip denganmu!” balas aji yang membuat luna semakin memerah.
“Kau!” balas luna sambil memberikan pukulan kecil kepada aji, setelah itu mereka tertawa bersama, layaknya teman yang sedang bercanda satu sama lain.
“jika memang kamu tertarik memasuki dunia Aw! jika boleh memberikan sedikit saran denganku, ada baiknya kau bergabung dengan Garuda, saat kamu bergabung dengan mereka kau mungkin bisa menjadi brand ambassador, sekaligus mereka bisa membantumu dalam menaikkan level dan lain sebagainya!” balas aji.
“Aku juga mendapatkan tawaran dari jeni!” balas luna.
“Sebenarnya mereka juga bagus, tapi sebagai orang Indonesia sebaiknya kamu membantu garuda untuk meningkatkan pamor mereka, walaupun Jeni dan guildnya termasuk 10 besar guild teratas saat ini, jika dibandingkan dengan Garuda tentu mereka masih kalah jauh. Jika ada masalah kau bisa bilang ini saran dariku, setidaknya ia akan mengerti.”
Aji sebenarnya tidak terlalu yakin kalau jeni serius dengan tawarannya untuk membawa Luna kedalam white raven, karena selain hanya membawa beban luna sama sekali tidak berguna untuk mereka karena para anggota dari white raven memiliki popularitasnya mereka sendiri sehingga kedatangan luna tidak berarti apa-apa untuk mereka.
“Tapi tentu semua ini hanya saran, semua keputusan tetap berada di tanganmu!” lanjut aji.
Sebenarnya aji juga memiliki pilihan untuk mengajak mereka sehingga nantinya mereka bisa membuat channel mereka sendiri tentu dengan nama luna mereka bisa membuat mereka menjadi lebih cepat naik.
Apalagi saat ini aji sedang mengurus para pemula sehingga menambah satu dua orang seperti luna tidak berarti apa-apa untuknya.
Tapi hatinya sendiri belum terlalu siap dengan hubungannya dengan luna yang terlalu dekat, “Tentu jika kamu menandatangani kontrak jangan terlalu lama karena itu akan sangat merepotkan jika aku ingin mengundangmu ke tempatku tapi kamu masih terikat kontrak dengan mereka.”
Ucap mereka setelah itu mereka tertawa karena merasa, aji adalah orang licik. Karena terlalu asik atau suara mereka yang terlalu keras membuat marchel yang sedang bobok canti segera terbangun, sehingga hari itu berakhir dengan kosong dan tidak terjadi apa-apa.
__ADS_1