
Bagi steve mengambil saran dari enma untuk menjadikan desa sebagai tempat pertarungan, ia sudah tahu kalau desa ini sudah tidak memiliki harapan.
“Mungkin aku akan meminta cain untuk mengantar penduduk ke kota kenalanku, walaupun selama hidupku aku hanya berada di desa ini, tapi diluar sana masih ada beberapa orang yang menggap diriku tinggi.....”
Steve memberikan sedikit penjelasan tentang ia akan mengirim para penduduk desa menuju ke kota di mana kenalannya akan menampung penduduk yang ada di sana, yang sedikit mengejutkannya adalah keputusannya untuk tetap tinggal bersama dengan para Orc.
“cukup mengejutkan mendengarmu akan membantu para orc untuk kembali bangkit!” balas enma santai.
“Tidak perlu terkejut,walaupun kami tidak saling mengenal tujuan mereka berada di hutan, sama dengan tujuanku berada di desa, sehingga tidak mengherankan jika kami bisa saja bekerja sama, alasan mereka juga membantu seperti ini tidak berbeda jauh dengan tujuan ku membantu mereka!”
Penjelasan ini membuat Enma semakin jengkel mengingat bagaimana kesulitannya mengatur rencana, yang ternyata mereka sebenarnya bisa saling membantu, dengan kekuatan mereka bekerja sama, jika itu terjadi enma tidak terlalu bersusah payah untuk memanggil bantuan dari luar, dan lain sebagainya .
“Aku akan jujur, aku benar-benar ingin membunuhmu saat ini!” balas Enma dengan sangat jengkel.
“Aku akan menunggumu disini , jadi sekarang apa yang akan kau lakukan, kau tidak akan berencana untuk terus berada disini bukan!” balas steve santai.
“Tidak ada tujuan khusus, pilihan saat ini mungkin hanya sekedar mengikuti arah angin!”
Semua yang terjadi saat ini, terjadi secara tiba-tiba sehingga rencana yang enma sudah susun dengan rapi kita telah kacau, dan akhirnya memutuskan untuk berjalan kearah yang dia inginkan dan berusaha menjauh dari penyelesaiaan skenario pertama ini.
“Kenapa tidak bergabung dengan kami untuk mengatasi para monster yang berusaha mengimpasi benua timur,” balas Cain yang berusaha membujuk enma ke arah mereka.
__ADS_1
“Aku baru beberapa minggu bermain, jika langsung bergabung untuk melawan invasi pertama dalam permainan, itu seolah-olah mendahului para senior sekalian.” Balas Enma acuh tak acuh, sebenarnya itu alasan aneh, yang bahkan cain tidak mengerti apa itu, sehingga cain sendiri hanya mengangguk.
“sepertinya istilah para jenius memiliki pikirannya sendiri ada benarnya!” gumam Cain dalam hati setelah mendengar balasan enma yang aneh tersebut.
Setelah berbagai basa-basi yang ia miliki Enma memutuskan untuk logout, karena belakangan ini ia hanya logout sebentar karena perang yang tidak berkesudahan,apalagi jeni juga belakangan ini sudah memberikannya peringatan untuk tidak terlalu memakan kapasitas otaknya bermain terlalu lama.
“Kau tahu, mungkin beberapa hari lagi aku berada di rumah sakit, kau adalah orang yang memiliki potensi terbesar untuk membunuhku,” balas aji setelah melihat jeni yang sudah berada di dekatnya.
Ini sudah yang ke beberapa kalinya jeni sudah ada disana saat ia sedang Login dalam permainan Sehingga saat keluar dimana pikirannya belum terkumpul sepenuhnya malah melihat jeni di dekatnya terus membuatnya kaget bukan main.
“Jangan lebay!” balasnya yang segera mengotak atik komputer yang ada di dekatnya.
“Ayolah, kau bisa melihatnya di video yang di rekam oleh cain bukan!” balas Aji protes karena jeni yang terus ingin melihat Video miliknya.
Semuanya segera dipindahkan menuju televisi yang ada di ruangan tersebut, dan mereka pun nonton bersama.
“Jelaskan!” lanjut jeni dengan santainya meminta Aji menjelaskan bagaimana rencananya.
“Tunggu-tunggu kenapa malah aku yang harus menjelaskan!” balas aji merasa tidak ada keharusan untuk menjelaskan.
“JElaskan!!” tegas jeni singkat
__ADS_1
“Intinya.....” pada akhirnya enma menjelaskan apa yang ada di sana, di mulai dari ide awal dari ide ini terbentuk karena misi mendapatkan job incarannya adalah menangkap bos monster dengan skill penjara, Sehingga enma harus menyusun rencana untuk mendapatkan bos monster level tinggi.
“Tunggu, jadi maksudmu, semua rencana ini berawal karena kau ingin mendapatkan job yang kau inginkan!” balas Jeni menghentikan penjelasan aji.
“Ia,” balasnya singkat.
“Tapi, tentu aku tidak akan mengambil inisiatif seperti ini jika tidak ada seseorang yang kuat dan area yang bisa digunakan sebagai medan pertempuran yang akan menguntungkan pihak ku, “ lanjutnya menjelaskan beberapa faktor pendukung yang membuatnya memutuskan untuk mengambil area ini.
Sepajang video ditampilkan jeni terus menanyakan pertanyaan, seperti alasana enma milih menjadikan para bunga berbahaya sebagai basis pertahanan, memilih mengurung setengah goblin yang ada dalam desa, dan beberapa keputusan enma yang terlihat janggal di mata jeni.
“kalau masalah tumbuhan, itu hanya sebuah ide mendadak, karena teringat sebuah misi yang pernah ku jalani, di the elders, dari awal, jika aku tidak mendapatkan jawaban masalah pertahanan melawan para goblin aku hanya tinggal meminta pasukan yang lebih kuat dari mu atau, pilihan terakhir adalah memaksa orang tua itu lebih banyak mengeluarkan tenaga nya! Sedangkan untuk masalah Goblin yang aku kurung simpelnya aku tidak ingin orang-orang dalam guild mau melihat bagaimana aku bertarung!. ...” satu persatu jawaban yang jeni inginkan di jawab dengan baik oleh aji.
“Jadi sekarang apa jawabanku sudah memuaskanmu! Btw kalau tidak salah kau sudah menjanjikan ku akan mengirim pasukan yang terbaik, tapi yang kulihat selain Cain mereka hanya para pemain biasa yang hanya ingin mencari panggung, bahkan salah satu dari mereka memiliki pengambilan keputusan yang sangat buruk, jika itu yang kalian sebut baik, ada baiknya kau periksa ulang dirimu untuk melihat talenta seseorang,” lanjut aji yang sekarang memberikan komentar kepada kualitas dari para pemain yang mereka kirimkan.
“Maksudmu!” jeni tidakterima mendapatkan kritikan dari aji seperti itu.
“Dalam sebuah pertarungan besar ! baik itu dalam permainan virtual atau dunia nyata, yang terpenting adalah pengambilan keputusan, terutama bagaimana cara seorang pemain untuk mengontrol diri untuk tidak membuang-buang stamina yang mereka miliki. Dan yang kulihat dari orang-orang termasuk cain mereka terlihat sangat kurang dalam hal ini, coba perhatikan, setelah pertarungan selesai, walaupun Cain masih bisa berdiri dan berbicara denganku, ia terlihat sangat kelelahan, padahal dalam pertarungan itu aku sudah berusaha untuk tidak membuat mereka terlibat dalam sebuah pertarungan yang berkepanjangan, bahkan saat para goblin sudah menyerbu masuk ke dalam desa, mereka tidak bertarung satu jam sebelum bantuan dari para orc.....”
Aji sebenarnya tidak terlalu masalah dengan tadi, tapi karena aji mendapatkan terlalu banyak pertanyaan membuatnya sedikit ingin mengkritik Jeni, walaupun tadi ia sudah berjanji dengan cain bahwa ia tidak akan mempermasalahkan masalah ini.
Jeni saat itu tidak bisa membalas ucapan dari Aji, ia ingin membalas tapi memang benar, bahkan setelah pertarungan yang berkepanjangan Enma dalam video tersebut terlihat masih bisa santai, sedangkan anggotanya terlihat sudah sangat kelelahan.
__ADS_1
Yang sebenarnya tidak aji ketahui, sangat sedikit orang yang bisa melakukan apa yang aji katakana karena itu lebih sulit dari apa yang dikatakan. Aji mengatakan ini karena ia memang tidak pernah terlibat dengan para pemain lain.