Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan

Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan
bertemu dengan marchel


__ADS_3

 Enma saat itu masih sedang sangat Sangat asik dalam membunuh para Goblin, tiba-tiba helm drivernya mendapatkan pemberitahuan bahwa orang luar berusaha menghubunginya.


Sehingga mau tidak Mau enma harus keluar  dan melihat apa yang sedang terjadi, saat keluar disana ada tasmia yang terlihat sedikit jengkel kepadanya.


Ini sudah 24 jam semenjak Aji pulang dari dari acara peresmian acara turnamen AW, dan semenjak itu ia tidak pernah ingin keluar dari kamar bahkan makan harus diantarkan anak-anak untuk mengingatkan untuk makan


“Keluar ada yang mencari mu!” ucap TAsmia, berusaha menyeret Aji untuk keluar dari kamarnya.


Aji disini sedikit berusaha melakukan perlawanan karena mengira itu adalah jeni yang ingin bertemu dengannya.


“Ma, aku sudah menuruti mu untuk datang ke pesta kenapa aku harus bertemu dengannya lagi!” balasnya dengan sedikit bermalas-malasan untuk keluar dari kasur miliknya.


“Ini bukan Jeni, jika itu jeni aku sudah menyuruhnya masuk langsung ke kamarmu!” balas TAsmia yang tahu kalau aji  sedikit salah paham tentu tamu yang dia maksud.


Mendengar itu Aji terlihat mengerutkan dahi, ia bahkan sedikit khawatir kalau yang datang malah mantan pacarnya, tapi jika yang datang mantannya tasmia sudah mengusirnya karena ini memang adalah kesepakatannya yang mereka lakukan setelah terakhir kali mantannya itu datang  ke rumah sakit.


“Kau!!”


Ia begitu terkejut saat melihat saat melihat yang datang adalah Luna, gadis atau apapun itu yang berusaha menjadikannya sebagai Mantan suami untuk anaknya.


Saat di teriyaki Aji, luna tidak terkejut malah tersenyum semanis mungkin untuk menyapanya. “Berikan aku waktu lima menit!” lanjutnya meminta  untuk kabur sementara waktu.


Ia langsung kabur ke dalam kamarnya dan mengambil HPnya yang di miliknya, orang yang pertama dia hubungi adalah Juni, ia beberapa kali berusaha menelponnya, namun tidak di anggakat yang mungkin itu karena Juni masih bermain.


Karena tidak mengangkatnya aji segera mengirimkan segala kata makian yang dia bisa kepada gadis itu, karena memberitahukan alamatnya kepada Luna, ia tidak peduli dengan APakah juni terlibat atau tidak yang dia inginkan saat ini adalah mengumpat kepada seseorang karena ia sangat kesal.


Setelah cukup mengumpat ia terlihat keluar dengan pakain yang cukup sopan,, walaupun pada akhirnya itu hanya baju kos dengan celana jens panjang dipadukan dengan sepatu gaya sporty sebagai pelengkapnya.

__ADS_1


“Ayo pergi!” ucap Aji tampah basa-basi.


“Kakak! Tunggu dulu doan, aku belum selesai meminta tanda tangan!”


“Benar!”


“HOOH, jangan egois doan kak!”


Beberapa anak tentu sangat mengenal Luna dengan baik beberapa anak perempuan tentu sangat mengidolakannya sehingga saat luna di seret pulang oleh AJi membuat mereka sedikit protes.


“DIam! Kakak ini sekarang milikku, jangan protes, paling ia juga akan sering datang beberapa hari kedepan!” ucap Aji langsung membuat anak-anak panti menjadi penurut.


Anak-anak juga telah mengenal sikap AJi sehingga mereka tahu kapan harus merujuk dan kapan harus bermanja-manja dengannya, dan sekarang mereka semua sepakat kalau aji saat ini tidak bisa digangu gugat!


Luna terlihat diam, saat ditarik oleh Aji keluar dari panti, saat keluar mereka baru berhenti,  dan aji terlihat meminta sesuatu darinya.


“Kunci mobil, anda tidak datang kesini dengan terbang bukan!” ucap AJi dengan sangat Judes.


“Aku datang bersama sopir ia saat ini sedang menunggu di dalam sana!” balasnya luna dengan sedikit gugup.


“OH ia aku lupa, suruh saja ia pulang lebih dulu, untuk masalah supir biarkan aku yang menjadi supirmu!” balas Aji yang menyuruh luna menyuruh sopirnya untuk pulang.


“HAAH!”


Semakin ia berbicara dengan luna semakin ia tidak mengerti bagaimana berhadapan dengan laki-laki ini, “anda  ingin aku bertemu dengan anak anda bukan! Ayo bertemu dengannya, setelah itu aku mohon jangan ganggu urusan pribadi saya, menjauh dari apapun yang berhubungan dengan masalah pribadi yang saya miliki, karena pada dasarnya saya ingin hidup tenang!”


Balas aji dengan pose memohon kepada Luna, Aji tahu berhubungan dengan orang terkenal seperti luna  tidak ada hal yang baik di dalamnya sehingga sebisa mungkin ia ingin mengakhiri masalah dengannya secepat mungkin.

__ADS_1


Mendengar itu luna terlihat senang, dan segera menyetujui segalam permintaannya, luna tidak takut menyuruh orang yang mengawalnya untuk pergi karena  ia tahu kalau aji adalah orang baik dari apa yang jeni katakana kepadanya.


JAdi jelaskan cerita apa yang kau berikan kepada anakmu untuk membuatku menjadi ayahnya!” ucap AJi saat mereka sudah berada dalam mobil.


Luna segera menjelaskan sebaik mungkin apa yang selama ini ia ceritakan kepada anaknya untuk membuat Aji tidak membuat anak curiga, itu di mulai saat mereka adalah seorang teman di sekolah dasar, cerita itu bagaikan cerita dalam cerita dalam sebuah drama percintaan yang mengalami kisah yang teragis, dimana pihak laki-laki adalah seorang yang berasal dari kaata terendah dalam masyarakat sedangkan sang perempuan berada dalam kasta tertinggi sehingga dunia mereka tidak pernah bersama dan pada akhirnya harus berakhir.


“Dari pada menjadi artis, mungkin ada baiknya  anda bisa mempertimbangkan menjadi seorang penulis novel!” balas aji memberikan pujian karena cerita itu terdengar sangat bagus, apalagi untuk anak berumur 5 6 tahun.


“itulah gunanya menjadi artis, aku sudah mendengar cerita serupa ribuan kali!” balas luna dengan sedikit bangga.


“baik anda tuannya, kalau bgitu dalam waktu 1 bulan kedepan, aku menjadi bapak dari Marchel, dalam waktu itu aku ingin kau mencari jalan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dengan secara peralahan!”


“Tidak aku ingin kau menjadi bapaknya selama 6 bulan!”  bantah luna dengan cepat.


Mendengar 6 bulan keluar dari mulut luna ia terkejut bukan main sehingga ia segera memarkir kan mobilnya, “Nona apakah anda pernah berpikir siapa anda dan siapa saya!”


“Seorang yang beberapa bulan yang lalu hanya pekerja serabutan, namun tiba-tiba menjadi kayak arena terlibat masalah dengan keluarga mardin!” jelas luna secara singkat.


Aji saat itu hanya bisa terkejut saat melihat informasi yang luna dapatkan begitu bodoh, saat mardin bisa mendapatkan informasinya yang merupakan seorang asura, ia mengira Luna juga sudah mendapatkannya sehingga ia setuju untuk membuat keadaannya menjadi satu banding satu.


Tapi setelah tahu kalau bahkan Luna hanya mengetahui beberapa kegiatan yang ia lakukan secara luan membuat aji tiba-tiba ingin keluar dari tempat mobilnya.


“Tunggu mari kita ganti pertanyaan untuk masalah identitasku kau bisa mempertanyakannya kepada jeni atau pamanmu nanti! Anggaplah aku bersedia untuk menjadi mantanmu yang merupakan ayah dari anakmu! Kau bisa mempertahankan rahasia itu berapa lama! Sebagai seorang ayah anak tentu aka nada kalahnya aku keluar bersama dengannya! Dan menurutmu saat itu terjadi tidak akan ada yang mengenalinya!”


Kini Luna membuka pikiran luna yang menurutnya terlalu naïf, dari waktu singkat yang ia minta tadi ia sudah mencari tahu beberapa informasi luna, dan menemukan kalau Marchel anak yang akan menjadi anak Aji, sudah diakui menjadi anaknya dan berbagai fotonya bersama dengan Marchel sudah tersebar luas di jangat maya.


Sehingga hampir tidak mungkin untuk bersembunyi  saat nantinya mereka akan duduk bersama disini luna bingung harus menjawab apa.

__ADS_1


__ADS_2