
Enma sendiri sebelum meninggalkan benua timur ia pergi bertemu dengan steve terlebih dahulu, saat ia berada disana, ia menemukan orang tua itu semakin sehat di beberapa keadaan ia bahkan hampir tidak mengenalinya karena telah berubah terlalu banyak.
Dulu ia melihatnya hanya terlihat seorang penyihir tua yang sebentar lagi akan mati, tapi sekarang ia terlihat lebih hidup, bahkan penampilannya yang berotot dan aura kebijakan yang ada di sekelilingnya membuat menjadi lebih seperti seorang pensiunan tentara yang sedang menghabiskan masa tuanya di dalam desa di dalam hutan.
Tidak hanya datang menyampaikan beberapa kata, enma juga mengantar Guts yang memang belum diperbolehkan meninggalkan benua timur, jika saat itu enma tidak mengatakan kalau itu adalah situasi penting steve tidak akan mengijinkan guts untuk pergi.
“tidak ada yang lain kali, aku harap pelatihannya tidak terlalu lama, karena beberapa keadaan saat ini menjadi semakin tidak terkendali!” ucap enma.
“Maaf, itu bukan urusanku!”
“Yayaya, kalau kau bosan sendirian di tempat ini aku memiliki beberapa hal itu kau jadikan pekerjaan untuk menghabiskan masa tua, jadi jika kamu tertarik kamu bisa datang mencariku!” balas enma yang tidak ingin mendengar terlalu banyak basa-basi orang tua ini.
Walaupun ia memuji, aura kebaikan ia rasakan dari orang tua ini sangat menjengkelkan sehingga enma tidak ingin terlibat masalah jika terus terlalu lama bersama dengannya.
Steve sebenarnya memuji enma karena berhasil mengumpulkan orang-orang itu, ia bahkan hampir melocak kaget saat melihat seekor monyet berada di bahunya dan seorang bayi dengan sebuah tanduk kecil di dahinya.
“Ia tidak ingin menjadi raja iblis yang baru bukan!” gumam steve saat melihat itu.
Dengan menggunakan Winto perjalanan mereka menjadi lebih baik sehingga enma bisa dengan mudah sampai di pelabuhan, dan segera mengendarai kapal meninggalkan benua bintang timur, kapal yang mereka tumpangi adalah kapal pedangan, sehingga mereka mendengar beberapa informasi yang terjadi di benua tengah.
Mendengar apa yang mereka katakana membuat enma tersenyum, di kepalanya saat itu ia bahkan bisa membayangkan apa yang telah menunggu di gereja saat ini.
Di perjalan beberapa bajak laut menyerang namun dengan adanya winto dan Sonu disana mereka bisa menyelesaikan itu dengan sangat mudah! Para pedagang yang ada disana langsung berterima kasih dan memberikan Enma beberapa tanda pengenal sehingga jika mereka menjalin kerja sama dengan Enma maka aka nada bonus yang enma terima minimal akan ada potongan harga yang mereka bisa mereka dapatkan.
__ADS_1
Enma beberapa saat terus melihat beberapa kartu nama tersebut, hingga ia sebenarnya terpikirkan sebuah ide yang menarik! “Mari pikirkan itu nanti, aku masih tidak mengerti bagaimana system cekungan yang ada di tempat ini!” gumamnya setelah melihat kartu-kartu nama yang ada disana.
“Bos, beberapa orang yang perompak adalah assassin yang dikirim Gereja untuk memburu kita!” ucap sonu melaporkan hasil investigasi dari beberapa orang yang berhasil mereka tangkap.
Sonu melaporkan ini karena ia ingin enma bersiap karena bisa saja situasi yang ada di sana sudah jauh lebih berbahaya dari apa yang mereka kira.
Tapi ia malah melihat enma tersenyum membuktikan enma tidak masalah dengan situasi yang ada saat ini, lagian tampah mendengar para assassin itu, enma sudah sedikit membayangkan apa yang terjadi dari penjelasan dari pedagang yang ada di kapal ini.
Sehingga saat mereka turun, enma langsung memberikan perintah untuk bersiap, dan memang benar saat mereka berjalan meninggalkan area pelabuhan mereka langsung diberikan sambutan dari beberapa orang yang sepertinya ingin menyergap mereka.
“BOS! Tidak masalah kalau kali ini aku yang turun bukan!” balas maria yang menyerahkan bayi yang selalu ia bawah kepada Enma untuk gentian yang menjaganya.
Enma tidak mengatakan apa-apa dengan langsung mengambil bayi tersebut dan membiarkan mereka bertarung, “Kau tidak membantu mereka, Kalau masalah menjaga bayi itu! Aku juga bisa melakukannya!”
“Hmm! Seharusnya aku yang mengatakan itu kera sialan!” ucapnya memegang leher kecil gokong dan melemparnya ke kelompok orang yang bertarung saat itu!
Setelah menaklukkan dungeon gunung lima Jari, tentu kekuatan mereka sudah bertambah banyak sehingga awalnya lawan yang mengira kalau kekuatan mereka sudah cukup untuk mengalahkan kelompok enma kini sedang di bantai oleh kelompok tersebut.
Bahkan mereka tidak bisa mendekat untuk melawan enma yang sedang santai menjaga bayi Aiden, tidak seperti sebelum nya dimana serangan-serangan datang secara terus menerus, mereka saat itu tidak menerima terlalu banyak serangan, tapi memang jumlah setiap kelompok yang menyerang bertambah dua kali lipat dari penyerangan saat mereka meninggalkan benua tengah.
Tapi setelah perjalan itu akhirnya mereka memasuki kota Liba, serangan-serangan seperti itu tidak lagi bisa masuk, dan mereka pun bisa masuk ke dalam gereja Gaia dengan mudah.
“Bos perlatanmu cukup bagus, hingga mata api milikku bahkan kesulitan untuk menembunya!” gokong memberikan pujian saat enma beruba di depan matanya.
__ADS_1
Enma cukup terkejut mendengar itu, mata api milik gokong tentu lebih bagus dari mata yang ia miliki saat ini sehingga ia cukup terkejut saat tahu gokong kesulitan untuk menebus penyamaran miliknya.
Terlihat semua orang dari gereja menyambutnya dengan sangat baik, gereja juga saat ini cukup berubah banyak dari apa yang ia lihat terakhir kali, enma langsung Menyuruh partynya untuk mencari tempat yang lebih baik, terutama Maria yang ia minta Mencari tempat yang baik untuk Bayi aiden beristirahat.
“winto pergilah untuk melihat para pandai besi yang mereka miliki, dan coba perbaiki jika ada yang perlu dirombak!”
“Dan kau, bisa melakukan apapun yang kau inginkan!”
Tidak lupa ia memberikan tugas kepada gokong untuk pergi dari pundaknya, namun Gokong menolak tegas dan terus menginginkan untuk terus berada bersama dengan enma ,
Enma terlihat berusaha untuk menahan diri untuk tidak marah, ia bahkan berniat untuk mengaktifkan otoritasnya, untuk menyuruh Gokong untuk tidak berada di pundaknya, tapi pada akhirnya ia menyerah, bersama dengan Gokong ia akhirnya memasuki ruangan di mana Vincent telah menunggu.
Yang ternyata luke juga berada di sana, “JAdi pada akhirnya anda memutuskan untuk mendukung secara terang terangan!” ujar Enma langsung tanpa basa-basi.
“Situasinya semakin kacau, aku tidak mendukung mereka secara langsung atau tidak pihak kekaisaran saat ini sudah terlanjur akan bertarung dengan gereja sehingga ini adalah satu-satunya pilihan aku miliki!”
“kalau begitu bersiaplah untuk kalah! Karena jika para gereja mulai terang terangan itu akan menjadi akhir yang menyenangkan untuk kita!” balas enma dengan santainya duduk bersama mereka.
Disana ada minuman yang sudah disediakan, sehingga ia meminumnya sedikit sebelum melanjutkan perkataannya.
“dana dari gereja tentu tidak bisa kita kalahkan, sehingga jika ingin terlibat dalam perkelahian kecil-kecilan dan berharap itu akan membuat mereka goyah, itu seperti berharap turunnya salju dalam gurun pasir!”
Enma memberikan sebuah metafora yang sangat bagus tentang mereka yang tidak bisa menang melawan gereja-gereja ini dengan rencana melemahkan mereka dengan sedikit demi sedikit sedangkan para gereka ini memiliki dana yang mungkin melebihi apa yang dimiliki kekaisaran saat ini!
__ADS_1