
Luka-luka mereka segera disembuhkan menggunakan potion, sehingga saat enma keluar dan meminta mereka mengumpulkan mereka yang diterima, “selamat bergabung, semoga kalian senang karena mulai sekarang aku adalah pemimpin dalam pasukan ini!” ucap enma memberikan beberapa kata sambutan kepada para prajuritnya.
Setelah mengucapkan apa yang enma inginkan, ia langsung menunjuk 3 orang untuk maju, 3 orang ini adalah orang-orang yang paling menarik perhatiannya, orang pertama adalah orang yang menahan serangan pertama nya menggunakan tombak yang dia miliki.
Namanya lucas, terlihat masih cukup mudah namun kemampuannya dalam menggunakan tombak terlihat sangat baik. Sehingga enma segera menunjuk Lukas untuk menjadi pemimpin regu para pengguna tombak.
Nomor 2 ada haibara seorang assassin yang cukup ahli untuk terus menghindari serangannya, ia mungkin salah satu orang yang paling akhir tumbang karena ia sangat ahli dalam bersembunyi, sehingga enma mengakuinya untuk lanyak masuk dalam pertimbangannya, walaupun kemampuan masih sangat sangat jauh jika dibandingkan dengan sonu.
Yang ketiga antonsen sebenarnya tidak ada yang spesial darinya hanya saja jika dalam menggunakan pedang yang paling baik dari pada orang-orang yang mendaftar sehingga enma memilihnya untuk menjadi pemimpin skuad berpedang.
“untuk kedepannya kalian akan dibagi ke dalam dua tim, yang pertama para pengguna pedang akan berada di bawah perintah antonsen, sedangkan para pengguna tombak akan berada di bawah perintah lucas, apa kalian mengerti!!” teriak enma memberikan arahan.
“Mengerti pak!!”
Mereka terlihat sangat bersemangat,membalas perkataan dari enma, dengan enma memperlihatkan kemampuan mereka beberapa saat lalu tentu mereka akan bersemangat setelah mengetahui mereka akan berada di system kerja dan orang sehebat itu.
“Selama satu minggu kedepan aku akan melatih untuk memperbaiki kemampuan kalian dalam menggunakan senjata!” enma terus memberikan mereka arahan, dan semua orang memperhatikan dengan sungguh-sungguh.
“untuk hari pertama akan dimulai dari para pemimpin kalian! Selama pemimpin kalian dilatih perhatikan dengan baik dan dengarkan apa yang menjadi perbaikan untuk mereka dan usahakan untuk tidak melakukan kesalahan yang sama dengan orang lain.” ucapnya menunjuk lucas dan antonsen untuk maju dan mendapatkan pelatihan untuk nya.
__ADS_1
Orang-orang yang ada disana segera bergerak untuk membuat sebuah area bertarung untuk enma dengan lucas dan antonsen.
Yang pertama maju adalah lucas, sang menguna tombak yang memiliki sikap yang kepahlawan keras untuk menyelamatkan orang-orang yang ada di sekitarnya, pelatihan seperti ini sebenarnya berguna untuk meningkatkan penguasaan terhadap skil mastery.
Dengan meningkatnya pemahaman tentang penggunaan senjata tentu akan membuat skill mastery yang mereka miliki akan menjadi lebih meningkat. Jika kita memanfaatkan status dalam game seperti ini melatih pasukan akan sangat mudah.
Apalagi mereka mendapatkan dukungan dari seorang duke yang tentunya memiliki dana yang tidak terbatas untuk melatih pasukan seperti ini tentu menjadi tidak mustahil.
“Mengayunkan kapak dan pedang apalagi tombak memiliki cara yang berbeda, walaupun jika diayunkan dengan benar maka tombak bisa memiliki kekuatan seperti kapak atau memiliki kecepatan seperti pedang, cara mengayunkannya tetap berbeda dan dari awal cara mengayunkan mu itu sudah sangat kacau, sehingga sangat mudah mematahkan setiap serangan yang akan kau lancarkan!” setelah bertarung sesaat dan melihat cara lucas dalam menggunakan tombak.
Hampir selama 5 menit enma hanya berusaha menghindari serangan tombak dari lucas dan disana ia bisa melihat banyak cela, setelah lucas mendapatkan arahan apa yang harus ia perbaiki, tentu sekarang giliran antonsen.
“tapi pak dari dulu aku hanya menggunakan pedang besar untuk belati......” antonsen terlihat protes dengan enma menyuruhnya menggunakan pedang berbeda dengan yang biasa digunakannya.
“sepertinya aku lupa menjelaskan peraturan orang yang berada di bawahku, bahwa tidak ada yang boleh membatah apalagi tidak mendengarkan apa yang aku katakana!” ucap enma yang sudah mendarat pukulan uppercut kepada antonsen.
Enma tetap dalam caranya memimpin ia tidak akan suka ada perkataannya yang dibantah oleh karena itu di depan semua orang yang ada disana ia memukuli antonsen walaupun itu tidak parah karena ia masih harus berlatih.
Setelah puas memukulinya enma segera meminta wili menyuruh beberapa priest yang telah disewa duke untuk mereka bisa berlatih.
__ADS_1
“aku memilihmu bukan karena kau hebat atau karena kau lebih baik dari semua orang yang ada disini, aku hanya melihat ada yang bisa di perbaiki darimu, jadi dengarkan apa yang kukatakan jika tidak puas silahkan pergi!” ucap enma yang memegang kepala antonsen yang masih dalam keadaan terluka.
“ini juga akan menjadi pelajaran untuk kalian semua, bagiku aku tidak suka prajurit yang selalu banyak membantah, atau suka menjadi sok pahlawan untuk melanggar perintah dan lain sebagainya, jika ada yang melakukan hal yang lain kali jangan salahkan aku membunuh kalian di tempat!” lanjut enma kepada para penonton yang ada disana.
“Sepertinya kalian belum siap! Jadi aku harap kalian berpikir dengan baik, menjadi seorang prajurit itu bukan hanya sekedar menjadi seorang keren dipandang tinggi oleh orang sekitarmu, atau seorang petualang yang lebih banyak bekerja sendiri!”
Enma memarahi mereka semua, dari awal kebanyakan dari mereka memiliki usia yang cukup mudah sehingga enma harus memberikan mereka nasehat untuk tidak membuat masalah, dan salah satu cara terbaik untuk mereka bisa mengingat nasehat seperti ini adalah dengan jalan kekerasan.
“Saat kau menjadi seorang prajurit, dan tergabung dalam sebuah skuad, nyawamu bukan lagi menjadi milikmu, namun menjadi semua orang dalam pasukan, jika satu orang berada dalam bahaya maka itu bisa saja menjadi bahaya untuk orang lain, jadi sedikit kesalahan bisa membuat semua orang yang ada disana ikut dalam bahaya!”
enma menekankan saat mereka masuk dalam sebuah squad kerjasama adalah hal yang terpenting terutama itu adalah seorang kapten, karena kapten lakukan bisa membuat semua orang yang ada dalam sana jauh lebih berbahaya.
Setelah mengatakan itu ia segera membubarkan orang-orang yang ada disana, dan menyuruh memikirkan apa yang dikatakannya, semua orang termasuk lucas yang menurutnya belum terlalu siap mental untuk menjadi seorang pemimpin yang baik.
Tapi saat itu masih ada seseorang yang tidak meninggalkan tempat, orang itu adalah haibara, satu-satunya perempuan yang lolos, dalam seleksi tersebut, “Oh kau belum mendapatkan perintahnya!” ucap enma saat melihat haibara berdiri tidak berani mengatakan apa-apa sebenarnya ia sudah sangat takut berdiri seperti ini.
“Tenang saja tugasmu tidak seberat mereka, mulai hari ini pekerjaanmu adalah bekerja sama dengan orang ini, dan terus kumpulkan berbagai hal yang terjadi di kota, jika ada hal yang perlu dilaporkan dan aku tidak ada kau bisa melaporkannya ke wili, Apa kau mengerti!” lanjut enma yang segera menjalankan perintahnya.
“Dan terakhir, aku ada seorang assassin yang bekerja di pihakku, jika ada masalah bekerja sama lah dengannya, tapi aku harap info ini dapat kau simpan dengan baik kalau tidak ingin kepalamu tetap aman!” ucap enma melalui ruler voice, sehingga tidak ada yang bisa mendengarkan selain haibara itu sendiri.
__ADS_1
Mendengar itu haibara terlihat sedikit terkejut tapi ia segera menjaga mukanya untuk tetap terlihat tenang, “Bagus!” enma langsung memujinya karena bisa menjaga ekspresi di saat seperti itu, setelah mengatakan itu enma benar-benar meninggalkannya dan menyuruhnya untuk segera bekerja.