
untuk membuatnya semakin menarik, aji segera melancarkan taruhan yang cukup banyak kepada Dendi, “Daripada berpikir masalah level yang tidak begitu penting, bagaimana kalau kita membuatnya menjadi lebih menarik, yang kalah akan menggonggong bagai makan anjing di panggung ini,”
“Kau!!”
Dendi sendiri sedang dipermainkan secara gila-gilaan, ia tidak menyangka orang yang dianggap bukan apa-apa berani untuk melawan seperti ini.
“kalau tidak mau, aku juga tidak apa-apa pada akhirnya aku hanya ingin membuat semuanya menjadi lebih menarik, oh ia untuk membuatmu lebih percaya diri, aku tidak tergabung dengan guild manapun sehingga sebagai wakil ketua dari sebuah guild besar tentu itu akan lebih menguntungkan untuk mu bukan!”
“Www seorang pemain solo!”
“Ini akan sangat memalukan untuk storm hunter!”
Beberapa orang mulai berkomentar, tentang masalah yang diatas, semuanya dapat didengar baik oleh Dendi, sehingga ia segera setuju dan masuk dalam kapsulnya.
“Jangan menyesal, jika kalah!” ucapnya.
MAda yang berada di sana sungguh tertarik dengan AJi yang terlihat sangat percaya diri mengalahkan Dendi.
“apa benar ia hanya pemain solo?” tanyanya kepada jeni.
“Sejauh yang kudengar begitu!” balas Jeni santai.
“kalau begitu seberapa besar kau yakin orang itu bisa menang!” lanjut MADa
“tidak terlalu tinggi karena aku belum pernah melihat karakternya, tapi kalau kau Tanya aku aku bisa sangat percaya diri akan kemenangannya!”
Jeni memberikan analisanya kepada pemimpin guild garuda dengan sangat santai, ia tidak pernah takut kalau garuda akan merekrut Aji karena ia yakin ia tidak bisa melakukannya.
Baru saat layar menampilan masing-masing dari karakter yang mereka petarung gunakan mereka akhirnya tahu dari mana rasa kepercayaan diri itu.
Mereka tidak menyangka Goblin gila dari Timur akhirnya menunjukkan dirinya, dalam pertarungan seperti ini.
Orang pertama beraksi adalah orang-orang dari malaysia, karena si kembar juga ikut dalam acara tersebut, ipin dari tadi memang sudah mencari Aji karena ia tahu ia adalah orang Indonesia ia terus berusaha menemukan orang itu.
__ADS_1
Tapi saat aji naik keatas panggung ia sebenarnya sudah sangat yakin bahwa orang itu adalah yang mengalahkannya, rasa marah di hatinya tentu langsung mendidih, tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa karena pada dasarnya memang kalah dengan cara yang sangat terhormat.
“Jangan melihatnya lagi, orang dari storm hunter itu akan kalah dengan menyedihkan!” ucap ipin yang sudah tahu kalau dendi akan kalah.
“Sebagai seorang yang pernah melawannya apa yang membuat goblin itu special!” balas kakaknya yang penasaran dengan kekuatan enma.
Mereka sudah menerima kekalahannya dari enma, sabah berniat menjadikan ini sebagai pengalaman untuk membentuk kekuatan yang lebih solid lagi.
“Keunggulannya itu terletak di dalam kecepatannya setara dengan para assassin tingkat atas, kekuatan serangannya setara dengan knight biasa, dan terakhir ia sepertinya memiliki skil yang membuat serangan yang akan mengarah kepadanya menjadi lambat, semua itu terasa begitu sempurna saat orang itu juga memiliki refleks yang sangat luar biasa!”
Dan seperti apa yang upin lihat di tampilan layar saat Ini Dendi benar benar dipermainkan, dendi yang memiliki job unik, jobnya belum pernah di sampaikan ke public namun ia adalah seorang assassin dengan daya rusak besar, karena itu dapat di lihat dari senjata yang ia gunakan adalah sebuah pedang!
Tapi di hadapannya kecepatan yang dimiliki enma kecepatan Dendi yang seorang asasisn menjadi tidak berarti apa-apa, bahkan enma saat ini belum menggunakan kekuatan room miliknya enma masih dengan mudah mengikuti kecepatan Dendi.
“Dari tadi kau hanya menghindar, itu terdengar sangat berbeda dengan perkataanmu sebelum game dimulai sangat sombong butuh puluhan orang untuk mengalahkanmu!”
Karena tidak bisa mendaratkan serangan, membuat dendi sedikit frustasi sehingga ia berusaha memprovokasi Enma untuk membuatnya hilang kosen, tapi tentu enma sendiri tidak terpengaruh dengan mudah.
“Mau memprovokasiku masih butuh lebih tahun untuk melakukannya!”
“KAu!!!” teriak dendi yang sangat marah karena ia dibanting dengan kepala lebih dulu, dan enma yang memang tidak sedang menginjak injak kepala Dendi
“room”
“sangat mudah memprovokasi orang sepertinya!” gumamnya enma dalam hati, setelah mempermalukan Dendi ia segera mundur, dan mengaktifkan room miliknya ia tidak membuatnya terlalu lebar.
Dendi saat itu terlihat ikut mengaktifkan skil miliknya yang membuat pedang ia miliki kini di selimuti api yang sangat mematikan, yang akan sangat berbahaya jika mengenai lawannya.
“MEngecewakan!” balas enma
Saat pedang itu di selimuti api, kecepatan tebasannya meningkat dengan pesat, namun saat itu berada di dalam skill room miliknya semua itu menjadi sia-sia.
“Counter!!”
__ADS_1
Karena tidak lagi menemukan hal menarik dari lawannya, dendi segera mengakhiri pertarungan dengan menggunakan konter.
Dan itu ternyata masih cukup efektif untuk mengalahkan Dendi dengan satu kali tebasan, lagian Dendi masihlah sejeni assassin tentu HP yang dia miliki tidak sebanding dengan ipin yang seorang kesatria.
Setelah mengalahkan Dendi satu kali aji langsung keluar dari panggung dan tidak mengatakan apa-apa, “Silahkan ambil!” ia hanya memberikan kode singkat kepada jeni untuk kembali mengambil alih acara.
“kurang ajar!” balas jeni sedikit kesal, karena aji melimpahkan kepadanya sesuatu yang merepotkan.
Untungnya para hadirin yang ada di sana adalah para pemain profesional yang apalagi kebanyakan dari mereka masih merasa kalau tingkat kemampuan Aji masih berada di tingkatan mereka.
“tidakkah kau melupakan anjingnya!” balas Cain saat melihat AJi tidak memaksa Dandi untuk menggonggong sesuai dengan kesepakatan yang ada .
“beberapa hal yang tidak paksa terkadang akan lebih menyakitkan!” balas aji santai.
“AKu akan belajar darimu bos!” balas Cain dengan postur seperti lanyaknya seorang yang sedang menyembah
Setelah pertarungan AJi yang sangat menarik, jeni berhasil membawa suasana menjadi lebih baik, beberapa orang dari masing masing perwakilan akan mengirimkan perwakilannya untuk bertarung.
“bisa aku sedikit bergabung!” balas seseorang yang datang menghampiri Aji yang sedang berbicara dengan ridwan.
“senang berkenalan dengan guild terbaik di Indonesia,” yang sedikit memperlihatkan sopan santun kepada MAda.
“Aku akan lebih nyaman kalau kau bersikap seperti biasanya!” balas Mada yang mengambil tempat duduk bersama.
“Itu akan menyenangkan kalau begitu!” balas Aji kembali menikmati waktu santainya.
“Jujur saja, aku tidak terlalu ahli dalam berbasi-basi! Tidak bisakah kau bergabung dengan Garuda!”
Disini mada terlihat berterus terang, dengan niatnya untuk mengajak AJi bergabung dengan Garuda, “Kalau begitu aku juga akan jujur kalau aku sama sekali tidak tertarik bersama garuda!” balas Aji bahkan tanpa berpikir.
“Hahaha!!!”
MAda tertawa dengan sedikit canggung saat Aji menolaknya tampah berkedip, sebenarnya ia mengajak aji tentu itu adalah basa-basinya melihat aji bertarung sebagai goblin itu sudah menceritakan banyak kalau orang itu tidak bisa bersama dengan banyak orang.
__ADS_1
“Jangan melihatku! Bahkan bos putih mengajaknya ia tidak bergeming!” ucap ridwan saat mada melihatnya.
Pembicaraan itu membuka banyak hal sehingga pembicaraan ketiga laki-laki, dan alhasil semakin banyak orang yang bergabung dengan pembicaraan yang ada disana.