
Hari ini adalah hari dimana akhirnya Aji keluar dari rumah sakit yang sudah hampir sekitar satu bulan ia berada disana terkurung hanya bisa bermain game semata.
Saat itu ia pulang dengan tampah pemberitahuan satu orang pun dengan niat, ingin membuat semua orang terkejut.
Sebenarnya seminggu belakangan anak-anak yang ada di panti terus bergantian untuk menjenguk aji yang berada di rumah sakit.
Tentu dengan beberapa pengecualian dari pihak rumah sakit tentu ini adalah pengaruh dari mardin sebagai pemilik rumah sakit itu sendiri, mereka terus bergantian untuk menjenguk aji disana.
Namun sampai di gedung panti ia malah terkejut karena melihat beberapa mobil mewah yang sedang terparkir disana, awalnya ia berusaha untuk positif thingking bahwa pemilik dari mobil-mobil itu adalah para orang tua yang sedang mencari anak anak adopsi.
Apalagi setelah mendengar cerita-cerita dari anak-anak bahwa saat ini panti sudah kembali normal dan sehingga beberapa anak baru telah masuk dan beberapa anak juga sudah bertemu dengan orang tua yang siap untuk mengurusnya.
Lokasi dari panti juga telah berpindah ke tempat yang baru, karena memang lokasi yang ada disana sudah tidak lagi memungkinan untuk di pertahkan, Aji juga tidak bisa melakukan banyak hal, sekeras apapun ia berusaha tempat itu tetap akan tetap berpindah tangan.
Baru beberapa langkah ia memasuki rumah ia sudah mendapatkan kejutan, kejutan ini adalah perayaan hari kembalinya Aji ke rumahnya.
“Kalian!!” ucap aji dengan mata yang sudah berkaca-kaca, ia juga sedang memeluk Tasmia sebagai ibunya di panti ini.
“Nangis! Nangis!” teriak Jeni mengejek Aji yang terlihat ingin menangis.
“hus diam!” bisik Mardin yang menasehati Jeni yang mengejek Aji.
Tentu aji tidak akan terpengaruh dengan ejekan seperti itu, ia terkesan mengabaikan Jeni yang mengejeknya, disana ada beberapa kue sehingga Aji segera memberikan isyarat untuk segera memakan ini bersama.
Semua orang yang ada disana merasa senang baik itu dari pihak keluarga mardin, atau anak-anak yang ada di panti juga merasa senang karena kakak sekaligus ayah untuk mereka telah kembali.
__ADS_1
Keluarga mardin semakin rutin datang ketempat ini, setelah anak termuda mereka juga senang bermain bersama dengan anak-anak yang ada disini, seperti apa yang aji katakan setelah datang ke panti asuhan ini adik jeni bisa lebih berekspresi lebih banyak.
Karena semua orang yang ada disana baik-baik saja, membuat suasana kekeluarga tercipta dengan baik, sehingga semua orang yang ada disana merasa senang.
Setelah perayaan kecil yang telah mereka lakukan, mardin secara tidak terduga mengajak Aji untuk berbicara, yang selama ini terlihat kalau MArdin berusaha berbicara dengan Aji secara langsung,
“Apa kau masih membenciku!” ucapnya membuka pembicaraan.
Mereka saat ini berada di balkon rumah, sedang melihat anak-anak panti sedang bermain, mardin sudah merancang ini sebagai rumah besar dengan banyak kamar di dalamnya sehingga sekarang ada sekitar 3 lantai di panti asuhan mereka yang baru.
Dan saat ini mereka berada di balkon lantai 2 melihat anak-anak yang ada di tanaman sedang bermain, “anggap saja ia, sebenarnya kau tahu sendiri sebenarnya aku tidak membencimu, aku hanya membenci diriku sendiri karena tidak bisa melakukan apa-apa saat keluarga sedang sengsara,” balas AJi.
Aji bukanlah Anak yang kemarin sore, ia tahu bagaimana kerasnya dunia kerja Sehingga apapun yang sebenarnya terjadi kepanti miliknya itu bukanlah salah orang lain melainkan kesalahannya karena tidak bisa situasi yang lebih baik untuknya bisa melawan para koruptor yang memanfaatkannya.
“Tunggu, tunggu, pembicaraan ini, kau tidak berencana untuk mengangkatku jadi anak bukan!”
Kini Aji sendiri terlihat percaya diri dengan ia yang akan diangkat anak Oleh mardin, “Aku suka kau masih bisa percaya diri dengan keadaan seperti ini, tapi aku hanya ingin kau bekerja kepadaku!” balas MArdin tersenyum melihat kepercayaan diri aji yang sangat tinggi.
“?”
“pekerjaannya simple, aku ingin kau membantunya mendapatkan sesuatu di Another word! Tenang saja aku akan memberikanmu gaji yang lanyat saat aku mendengar kau memberikan kontribusi dalam pekerjaan disana,” lanjut mardin saat Aji terlihat mendengarkan permintaannya.
“ kalau masalah itu, tenang saja aku akan membantunya sebisaku, dan itu tidak perlu bayaran, aku anggap set drive yang kau berikan adalah bayaran karena membantunya,” balas Aji setelah mendengar permintaan Mardian yang menurutnya biasa saja.
Dengan misi yang didapatkan baru-baru ini ia yakin kalau dalam waktu dekat ia akan memberikan bantuan besar kepada guild itu.
__ADS_1
“senang mendengarnya, kita tidak bisa terlalu lama berbicara seperti ini, karena takutnya para gadis yang ada disana khawatir dengan kita!” balas Mardin yang merangkul Aji untuk kembali ke tempat perayaan.
Mereka sedikit mendapatkan introgasi dari Jeni tentang apa yang mereka bicarakan, namun bukan Aji namanya kalau ia bisa mengatakan sesuatu dengan mudah sehingga jeni sendiri akhirnya menyerah karena tidak bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.
“Nih!’ ucap Jeni melemparkan sebuah undangan kepada Aji.
“kau sudah mau menikah! Selamat, tentu aku akan datang!” balas Aji yang sedikit bercanda dengan menganggap itu sebagai surat undangan pernikahan.
“ya betul itu adalah surat undangan pernikahan, sehingga aku tidak mau tahu kau harus datang bagaimanapun caranya!” balas Jeni yang meneruskan bercanda itu.
“Kalian ini tidak bisakah berhenti berkelahi, seperti anak berumur lima tahun,” komen Tasmia memarahi AJi dan jeni yang dari tadi terus berdebat masalah-masalah kecil.
“DIa yang mulai tante!” bela Jeni.
“Jangan khawatir, Tante akan membuat dia untuk ikut dalam undangan apapun itu!” balas Tasmia yang mendapatkan tatapan bujukan dari Jeni.
“Tunggu, tunggu, kenapa pendapatku tidak diperlukan, disaat yang datang adalah aku, ini adalah acara pembuka turnamen AW, sehingga itu tidak berguna Jika aku datang ke tempat seperti itu,” balas AJi setelah membaca kalau itu adalah undangan menghadiri acara pembukaan turnamen AW.
Itu adalah acara gala dinner untuk menyambut berbagai player dari luar yang sudah berkenan datang ke negeri mereka yang tercinta.
Tampah sepengetahuan Aji saat MArdin mengajaknya berbicara, memanfaatkan kesempatan itu, Jeni segera mendengar kepada tasmia untuk meminta bantuan hingga nantinya aji bisa pergi ke perjamuan yang ada di dalam undangan ini.
Dengan tasmia sebagai orang yang paling Aji hormati sudah berbicara langsung seperti itu, membuat aji sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk bisa memenangkan perdebatan di hadapan banyak orang, jeni juga menambahkan ini bisa menjadi ajang untuk aji untuk mencari jodoh untuk ia segera menikah.
Walaupun aji sendiri merasa itu salah alamat karena Jeni sendiri sepertinya belum punya pasangan, sehingga terkesan aneh saat seorang yang belum memiliki pasangan berusaha mencari pasangan untuk orang lain.
__ADS_1