
Bagi enma sendiri, ia sebenarnya tidak terlalu berharap banyak kepada mereka berdua karena waktu yang mereka habiskan tidak terlalu banyak, lebih khusus kepada guts yang memang memiliki dasar yang sudah sangat bagus, hanya menyisakan beberapa pengaturan lanjutnya yang harus ia control untuk membuat pengambilan keputusannya menjadi lebih baik.
Sedangkan Winto, enma mendunga winto tidak sedang berlatih melainkan ada sesuatu yang harus ia selesaikan itu terlihat saat enma melakukan panggilan kepada mereka orang pertama yang menyanggupi permintaan dari enma adalah winto.
Karena ia memang masih berada di benua timur, dan tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk ia bisa sampai di lokasi dungeon yang telah enma tandai.
Saat enma belum terlalu jauh dari perbatasan tiba-tiba mereka mendengar suara teriakan dari belakang, yang setelah ia cek itu adalah maria, yang terlihat dengan sebuah setelan lengkap yang sepertinya siap untuk melakukan perjalan jauh.
Enma hanya geleng-geleng melihat itu, karena ia tahu kalau Maria sepertinya penasaran dengan Dungeon yang ada di sana, “Atau mungkin ia memiliki maksudnya tersendiri!” gumam Enma yang sedikit tersenyum yang sempat melihat sedikit senyuman dari Sonu saat melihat Maria yang mengikutinya.
Enma tetap diam melihat Maria yang berjalan di samping mereka, hal ini membuat Maria terlihat gugup, karena takut enma marah karena awalnya mereka sudah dilarang mengikuti mereka tapi sekarang ia malah kabur dari gereja untuk mengikutinya menuju tempat yang sangat berbahaya.
“Maria, aku dengan gereja gaia baru-baru ini memiliki skil baru untuk menundukkan hewan untuk sementara waktu!” ucap enma.
Saat ini untuk menghindari terlalu banyak perhatian ia sampai tidak menggunakan kereta untuk melakukan perjalan, karena memang jarak dari pelabuhan dari kota liba tidak terlalu jauh!
“Apa anda butuh hewan untuk ditunggangi! Aku dan sonu bisa menangkapkan satu untuk anda!” balas Maria cepat, ia membutuhkan sesuatu untuk membuat enma bisa senang sehingga dengan cepat ia mengajukan diri untuk menangkap hewan yang bisa mereka tempat ti.
“aku hanya bertanya, cepat jalan !” balas enma yang menangkap mereka karena mereka yang terlihat ingin bergerak untuk melakukan sesuatu yang bodoh.
__ADS_1
Maria kembali menunduk, dan bersama dengan sonu ia segera memimpin jalan sedangkan enma berada di belakang mengeluarkan beberapa barang yang diukirnya sambil jalan.
Dengan maria yang berada di sini tentu tidak membuat perjalan mereka akan menjadi tenang, terbukti baru beberapa saat saat ia meninggalkan perbatasan beberapa assassin terlihat mengepung mereka.
“Karena sudah memutuskan untuk ikut, selesaikan sendiri masalah ini!” balasnya kepada maria meminta maria menyelesaikan penyerang yang mengejar mereka.
Enma mengatakan ia tidak akan turun membantu jika ada masalah, dan maria segera mengiyakan tapi tentu enma masih memberikannya perintah kepada sonu untuk membantu, walaupun ada pertarungan di samping nya enma masih fokus dalam ukirannya.
Bahkan saat ada beberapa assassin yang berusaha untuk menyerang nya ia tetap tidak bergerak, karena itu semua di serahkan kepada sonu dan maria, jika ada serangan yang berhasil masuk kepadanya baik itu sonu dan Maria pasti akan mendapatkan hukuman yang setimpal.
Sehingga sonu yang tahu itu bergerak secepat mungkin untuk melindungi enma, yang sedang asik dalam ukirannya, “ini lebih terlihat seperti jerapah dari pada kuda!” gumamnya saat melihat ukiran patungnya tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan.
Pokoknya ia tidak peduli walaupun beberapa centi lagi pasti ada seseorang yang berhasil ada pedang yang hampir mengenainya, untuk mencegah itu Sonu harus menggunakan tangannya untuk menangkap senjata senjata yang sedang mengarah kepada bosnya.
Dan saat ia melihat sekitarnya pertarungan itu sudah selesai, marianya sendiri sudah duduk karena terlihat kelelahan, sedangkan sonu terlihat meminum Potion karena cukup terluka karena menangkap salah satu senjata yang lolos ingin menyerang enma.
“Kalau sudah selesai, ayo lanjutkan perjalanan!” ucap enma dengan santainya menyuruh mereka melanjutkan perjalanan.
“Bos! Sebenarnya apa yang sedang kau ukir, anda tidak ingin berubah profesi menjadi tukang patung kan!” ucap sonu saat melihat enma yang sepanjang perjalan terus mengukir sebuah patung.
__ADS_1
Selain kepala kuda, sonu tidak terlalu mengenal apa yang sebenarnya enma ukir dalam inti monster yang mereka miliki, beberapa hari enma memang berfokus dalam menyelesaikan panting-patung itu bahkan sonu sendiri ragu sudah berapa jumlah patung yang sebenarnya enma ingin buat, dan apa kegunaaan dari patung tersebut.
“jangan banyak bertanya! Sebentar lagi kau juga mengetahuinya!” balas enma
Maria sebenarnya mengetahui kalau yang enma ukir adalah bidak-bidak yang berada dalam permainan catur, namun ia tidak mengetahui untuk apa bidak-bidak tersebut sehingga di buat sangat banyak bahkan berjumlah ratusan bahkan mungkin sudah ribuan.
Sepanjang perjalan yang mereka miliki sangat banyak pembunuh yang menyerang bahkan kekuatannya semakin bertambah, hingga tiba titik di mana enma harus turun tangan.
Mereka cukup tenang saat mereka sudah berada di kapal penyebrangan tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama kali ini enma hanya menaiki kapal biasa, untuk menyebrang memasuki benua timur.
Untuk membuat mereka lebih efisien enma menyuruh winto untuk menjemput mereka di pelabuhan, walaupun jarak desa tempat maria ditangkap cukup dekat tapi ia tidak ingin mendapatkan banyak masalah lagi ada baiknya mereka lebih cepat memasuki dungeon.
Dengan kemampuan Winto untuk melakukan teleportasi mereka bisa men hebat banyak waktu atau bisa menghilangkan jejak dari musuh yang mengejar mereka.
Tidak seperti sebelumnya banyaknya kapal dari benua timur sudah mulai terlihat jauh lebih banyak, banyak nya masalah di benua tengah belakangan ini membuat para pedagang yang memiliki pandangan jauh mulai berusaha memulai pekerjaan mereka di benua timur yang saat ini baru saja terbebas dari penjajahan para monster.
Ramainya pelabuhan bukan satu satunya alasan mereka terkejut, saat mereka sampai disana mereka dikejutkan dengan penampilan Winto yang sudah berubah sangat jauh! Walaupun tubuhnya tetap pendek tubuhnya yang awalnya tidak terlihat gendut dan tidak berotot kini terlihat sangat berisi dan kekuatan ada di dalam otot yang ada dalam tubuhnya.
Ia juga terlihat tidak memegang botol anggur yang biasanya selalu ia bawah, itu menandakan kalau ia adalah orang yang sudah berubah sangat berubah jauh.
__ADS_1
“Aku perkenalkan kembali namaku, winto ajono, seorang mage gunner!” ucapnya memberikan salam penghormatan kepada enma yang akan menjadi tuannya mulai sekarang dan selamanya.
Enma tahu job itu, seandainya ia tidak mendapatkan jobnya sebagai Rune master, enma mungkin sudah mengejar job ini, itu adalah gabungan dari seorang blackmitsh, mage, dan seorang penembak menjadi satu.