Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan

Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan
penampilan enma


__ADS_3

Karena masalah dengan Aji telah diselesaikan membuat luna bisa kembali bekerja,karena sudah terlalu banyak jadwal yang harus ia selesaikan mulai dari jadwal manggung dan beberapa laing ada syuting film yang cukup tertunda.


“Aku memiliki proyek menarik yang seharusnya akan menarik minatmu!” balas Ani manger dari Luna.


Mereka saat ini sedang dalam perjalan menuju lokasi syuting sebuah reality show, Luna saat itu membaca beberapa pertanyaan yang diberikan pihak televisi kepadanya.


“Ini adalah tawaran dari pihak pegembang Aw, yang menginginkan anda tampil dalam konser yang akan mereka adakan di dalam virtual reality mereka.”


Ani mulai menjelaskan proyek tersebut, namun  Luna sama sekali tidak mendengar menariknya proyek tersebut. “Ayolah mereka ingin kau konser dalam bentuk dunia virtual, sehingga kau harus memiliki akun di dalam sana!” balas Ani yang merasa Luna belum paham tentang apa yang ia maksud.


“bukan kau tahu kalau aku tidak mengerti masalah begitu-begituan!” balas luna.


“justru itu! Aku dengar laki-laki yang menjadi ayah marcel adalah seorang ahli dalam masalah beginian, bukankah ini bisa menjadi alasanmu untuk mendekatinya!” balas  ani memberikan saran kepada luna cara untuk mendekati aji.


“Sudah-sudah jangan menambah masalahnya! Memasuki hidupnya lebih dalam lagi mungkin aku bisa dibunuh olehnya!” balas luna walaupun ia sedikit terdiam sesaat.


“hehhh! Aku tidak salah melihat seseorang bukan, atau kamu masih terbawah karakter yang kau perankan pagi tadi.” Ani tentu sangat panic saat melihat luna yang terlihat berubah seperti  ini.


Ani bukah hanya sebagai manajer luna, bisa dikatakan ia juga adalah orang yang paling mengenal perempuan ini selain orang tuanya, sehingga sedikit saja perubahan tentu akan disadari dengan sangat cepat.


“JAngan mengejekku, aku tidak pernah merasakan ditolak seperti ini oleh seorang laki-laki!” balas luna sambil tersenyum.


“Kau yakin ia bukan homokan! Atau ia memang memiliki masalah tentang pandangan matanya! Jika itu semuanya normal aku menjadi sangat penasaran dengan orang itu!”


“Yang kutahu ia memiliki mantan! Jadi seharusnya ia memang laki-laki normal, bahkan menurut jeni ia adalah tipe laki-laki setia!” balas luna.

__ADS_1


. . . . . . . .


Enma masih berada di perjalan menuju benua tengah,  mereka sudah memutuskan melalui jalan biasa karena beberapa pertimbangan.


 Misalkan enma yang masih harus meningkatkan levelnya sebelum ia memasuki benua tengah, dan beberapa hal yang harus diperbaiki dari skillnya.


“Bos aku tidak bermaksud mengomentari gaya berpakaianmu, tapi bukankah pakaianmu itu terlalu terbuka untuk ukuran yang memasuki hutan berbahaya.” Ucap sonu saat mereka sedang beristirahat di tengah hutan.


Enma saat ini enma menggunakan kain diberikan flavour kepadanya untuk digunakan sebagai topeng,  yang digunakan untuk menutupi matanya.


Awalnya ia tidak mengerti kenapa skil mata api bisa disamakan dengan sebuah kain yang memiliki kemampuan untuk merubah penampilan.


Namun setelah enma menggunakan skillnya ia menemukan skil mata api yang flavour berikan membuatnya matanya terlihat menjadi orange jadi mau tidak mau ia harus merubah penampilannya.


“Ada apa dengan penampilanku bukan ini penampilan normal seperti apa yang sering para assassin pakai,” balas enma tidak menemukan masalah dalam cara berpakaiannya.


Untung Nya celananya masih celana pemula yang biasa digunakan saat seseorang pertama kali masuk dalam AW, yang mungkin sedikit berbeda di sepatunya itu adala item dari asil membunuh goblin king yang bisa membuat kecepatannya menjadi lebih tinggi.


“Jadi anda sadar kalau anda terlihat seperti assassin!”


“jika tidak dalam pertarungan besar aku tidak akan menggunakan armor atau sesuatu yang seperti itu! Asal kau tahu jobku bukanlah seorang knight atau apapun itu yang terlihat harus menggunakan armor atau berbagai armor pendukung lainnya!” balas Enma sedikit menjelaskan jobnya.


“Lagian aku memiliki ini! apa menurutmu aku masih membutuhkan armor!”  lanjut nya sambil memperlihatkan tangan kirinya yang telah di penuhi tato yang merupakan tulisan rune yang sewaktu-waktu bisa digunakan untuk meningkatkan kekuatan, kecepatan dan lain sebagainya.


Alasan ia tidak menggunakan peralatan yang lebih lengkap karena  enma ingin meningkatkan stat gaft miliknya, sekaligus untuk mempermudahnya jika ingin menambah tato yang ada dalam tubuhnya.

__ADS_1


“Dari pada kau banyak bertanya di tempat seperti ini, mungkin akan lebih baik untuk segera mengecek  keadaan,  jika kita berpatok ke peta yang kita dapatkan seharusnya tidak jauh dari sini akan ada desa yang bisa kita singgahi!” ucapnya menyuruh Sonu untuk melakukan patrol.


Ada beberapa hal yang perlu diurus di dunia nyata sehingga ia harus segera logout. “Ok bos!” balas sonu yang segera mengikuti perintah yang enma berikan.


Hari ini aja janji untuk menghadiri acara turnamen, hari ini para guild besar akan bertarung sehingga mada dan oda mengundangnya secara pribadi untuk melihat apa yang akan mereka lakukan.


Sehingga aji tidak terlalu tidak enak jika harus menolaknya, selama beberapa hari ini masih ada beberapa wartawan yang berusaha mencari tahu kehidupan Aji, hal ini membuatnya sedikit terganggu tapi ia berusaha mengabaikan mereka.


“Halo apa marcel menyukai turnamen Aw!” teleponnya kepada luna.


Hingga detik ini aji masih sangat marah kepada luna karena telah merusak apa yang selama ini kehidupannya, tapi ia terus menjadi profesional.


Daripada ia datang sendiri kesana ia memutuskan untuk mengajak anak luna untuk bermain bersama dengannya.


“Tentu ia sangat menyukainya!”


“Kalau begitu aku akan menjemputnya! Kirim lokasinya kepadaku, aku akan pergi ke turnamen biarkan aku yang menemaninya, jika ia disana ia juga bisa bertemu jeni!” balas luna.


“Tidak perlu menjemputnya itu hanya akan merepotkanmu, aku memiliki asisten yang biasa menjemputnya, setelah pulang ia akan langsung mengantarnya ke tempat mu kirimkan saja aku lokasimu!” balas luna.


“terserah! Kalau masalah lokasi Tanya saja kepada jeni! Aku pasti akan berada disana!” balas aji langsung menutup telepon tanpa berpamitan kepada Luna.


“HAH!!”


Luna yang saat itu sedang di makeup, jengkel bukan main karena sikap Aji yang seperti ini, walaupun sedikit jengkel ia tetap melakukan seperti yang aji minta, untuk mengirimkan marchel  kesana nantinya

__ADS_1


Saat sampai di acara aji terlihat cukup takjub dengan besarnya perayaan dalam  turnamen ini, hype yang dimiliki sudah seperti sebuah sepakbola karena setiap guild memiliki pendukung fanatik mereka tersendiri.


__ADS_2