Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan

Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan
masalah Luna masih berlanjut


__ADS_3

Saat jeni logout, ia baru menemukan ada puluhan panggilan tidak terjawab dari aji, dan berbagai kalimat umpatan yang aji lontarkan kepadanya.


Melihatnya jeni hanya bisa tersenyum kecut, “Ada apa! Tumben banget kamu memasang ekspresi seperti itu saat membaca pesan seseorang!” ucap Mardin yang kebetulan masuk ke dalam ke kamar anaknya.


Ia sedikit mengintip dan menemukan itu adalah pesan yang aji kirimkan kepadanya, sehingga ia meminta jeni menceritakan apa yang terjadi kepada nya.


“Kau sudah harus bersyukur tidak dipukul Aji, tidakkah kalian berpikir untuk orang seperti aji, orang seperti luna ada sebuah musuh sejati, yang tidak mungkin mereka bisa disatukan!” ucap mardin saat mengetahui apa yang aji jalani.


“Maaf pa tapi sepertinya kamu sedikit salah!” balas Jeni menunjukan kabar dari Luna bahwa Aji sudah datang ke rumahnya dan setuju untuk menjadi ayah pengganti marcell selama 3 bulan ke depan.


“Sangat menarik, melihat Aji masih datang kesana, ia pasti menduga semua yang kita ketahui tentangnya sudah diketahui Luna, sehingga saat luna datang ke panti ia tidak memiliki harapan untuk menolak!” balas Mardin.


Jika Aji masih tetap datang, setelah ia memarahi jeni separah itu, itu hanya satu kemungkinan ia tidak ingin data yang dia miliki semakin tersebar, “PA!”


“ia, ia aku akan mengatur rahasia mereka akan tetap terjaga, setidaknya dari beberapa orang aneh yang akan menyerang jika mengetahui aji memiliki hubungan dengan Luna!” balas MArdin tidak ingin terlalu berdebat dengan anaknya.


“jangan lupa ingatkan luna untuk bertindak terlalu impulsif, aku tidak ingin panti yang baru saja tenang kembali goya karena masalahnya!” lanjut mardin mengingatkan jeni untuk mengingatkan luna untuk tidak bertindak gegabah


Jika sampai terlibat masalah di hadapan penggemar Luna yang memang sudah sangat fanatik, bahkan panti bisa saja mendapatkan masalah yang lebih besar dari apa yang ia dapatkan selama ini..


“baik pa!” balas jeni.


Esoknya semuanya berjalan sebagaimana mestinya, Aji terlihat sudah ingin keluar kamar dan sarapan bersama anak-anak, ia bahkan mengajak anak-anak untuk berolahraga bersama!


“kakak! Kakak cantik yang kemarin kemana!”

__ADS_1


Salah satu anak yang bertemu luna kemarin mulai mempertanyakannya, karena kemarin aji menjanjikan anak –anak itu bertemu dengan luna esok harinya.


“Dia memiliki beberapa konser di kutub utara sehingga tidak akan datang dalam beberapa waktu kedepan!” balas Aji dengan sedikit jutek saat membahas luna.


Ia tidak tahu kalau omongannya saat itu sudah tidak didengarkan karena anak-anak sudah berlari menjauh darinya.


“KAk!!” teriak anak-anak yang membuat aji sadar dan melihat kalau di hadapannya tengah Ada Luna yang sedang mengenakan pakaian santainya.


Aji bahkan tidak tahu harus mengatakan apa kepada perempuan ini, mereka kemarin sudah sepakat untuk tidak mengganggu satu sama lainnya.


Namun saat ini ia malah dengan santainya menemuinya saat di tempat keramaian seperti ini, Aji saat ini berusaha sesantai mungkin apalagi saat ada banyak orang yang memperhatikan mereka.


“Perkenalkan saya luna, saja datang menemui anda untuk menjadi donatur tetap di panti anda!” ucap luna berpura-puran berkenalan dengan aji.


“Sangat senang melihat seorang artis akan tertarik untuk menjadi donatur di tempat kami!” balas Aji.


Mereka memang sedang berlari-lari kecil di dekat panti mereka tinggal sehingga tidak membutuhkan banyak waktu sebelum mereka sampai di panti, saat mereka sampai Aji segera meminta anak-anak untuk memanggil tasmia karena ada yang ingin ia bicarakan dengan luna.


Setelah anak-anak yang ada disana pergi, Aji segera menarik Luna menuju kamarnya, dan memaksanya untuk masuk ke dalam sana.


“Tolong sedikit pelan-pelan!” ucap Luna karena aji saat ini sangat sehingga ia tidak menahan diri.


 Tapi Aji saat itu tidak peduli dengan terus menarik Luna masuk ke dalam kamarnya, Luna awalnya tidak terlalu, “Apakah perkataanku terdengar sangat sulit untuk dipahami, bahwa aku membutuhkan ruang, kenapa kau memaksaku untuk terus berada di sudut!” ucap Aji terlihat sedikit pelan.


Aji saat ini sangat frustasi, sepanjang hidupnya ia tidak pernah menghadapi orang seperti ini, ia merasa kalau luna terus mendorongnya untuk berada di jurang, Aji tentu sadar kalau ia tidak bisa untuk berbuat kasar kepada perempuan ini.

__ADS_1


Namun sikapnya yang sekarang membuatnya sangat frustasi, “Aji, aji tolong tenang, semuanya masih bisa dibicarakan!” teriak jeni yang sepertinya terdengar khawatir bahwa aji akan membuat sebuah tindakan yang akan sangat berbahaya.


Sebenarnya jeni sendiri sedikit kesal dengan sikap Luna yang seperti ini, ia bahkan merasakan kemarahan aji memang ada benarnya, tapi ia tetap harus hentikan aji untuk melakukan sebuah tindakan yang akan di sesesalinya.


“Aku hanya ingin membuat alasan untuk bisa mengunjungi tempat ini lebih sering dan salah satunya adalah sesuai dengan perkataanmu kemarin yaitu menjadi donatur,” balas Luna sedikit gugup karena reaksi aji sedikit berlebihan di matanya.


“Sial! Bukankah kau bisa menyuruh anggota mu untuk mengurusnya tidak perlu kau sendiri yang datang!”


“itu tidak bisa! Aku butuh alasan untuk datang kesini, pasti akan ada waktu marcell ingin datang mencarimu, apalagi saat ini aku melihat lingkungan yang ada di panti sangat cocok untuk pemulihan marcell jika nantinya aku harus meninggalkanmu untuk melakukan  pekerjaan di luar negeri!” balasnya membela diri.


“HAH!!”


Aji saat ini sangat geram, ia tidak tahu harus melakukan apa,  dalam hatinya ia tidak ingin melakukan ini, aksi dari luna benar-benar membuatnya ingin mengakhiri kesepakatan dengannya, namun ia tidak bisa karena ia sudah bertemu dengan marcel dan Aji sendiri tidak ingin melukai anak itu.


Setelah sedikit berusaha, dan dengan bantuan Luna dari dalam, jeni akhirnya bisa masuk, “Tenanglah Ji, ayahku akan membantu untuk membuat hidup tenang seperti yang kau inginkan, walaupun nantinya para penggemarnya tahu kau memiliki hubungan dengan orang ini, tetap saja yang mereka ketahui kalau kau hanya seorang laki-laki biasa yang berada di sebuah panti asuhan.”


“Sudahlah kalian menang! Keluar dari kamarku!” balas aji tidak lagi peduli.


Mendengar itu jeni segera menarik keluar Luna, yang mungkin bisa membuat semuanya menjadi lebih mengerikan.


“nak Jen, bisa kita bicara sebentar!” ucap tasmia yang sudah menunggu Mereka di lorong arah  kamar aji, mendengar itu jeni segera meminta Luna untuk pergi lebih dulu.


“TAnte, Maaf!” ucap Jeni karena ia tahu tasmia sedang marah kepadanya.


Tasmia tentu ingin melihat Aji mendapatkan pasangan, tapi ia juga tidak ingin melihat anak yang selama ini menemaninya terus terpojokkan seperti itu, bahkan seumur hidup Ia tidak pernah melihat enma terpojok seperti ini.

__ADS_1


Beberapa kali aji bisa mendapatkan masalah semuanya ia bisa selesaikan, walaupun pada akhirnya itu berakhir dengan kekerasan, sehingga tasmia merasa sedikit marah saat anaknya seperti itu.


__ADS_2