Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan

Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan
menjadi instruktur


__ADS_3

Enma saat itu meminta mereka berkumpul ke lapangan latihan langsung menarik perhatian banyak orang, “Pak semuanya telah berada disana, total ada 200 orang mendaftar, dari berbagai job dan semuanya rata-rata pengguna pengguna tombak dan pedang.” Ucap Wili orang yang telah menjadi wakil enma.


“Baiklah kalian semua, lupakan semua syarat pendaftaran yang telah kalian dengar, mulai sekarang syaratnya hanya satu bertahanlah untuk tidak pingsan.” Teriak enma.


“sekarang persiapkan diri kalian!” lanjutnya.


“Fighting spirit!”


Enma mengaktifkan fighting spirit miliknya dan segera setengah dari para pendaftar yang ada disana langsung tumbang!


“selamat bagi kalian yang bertahan! Mari tunggu orang yang tumbang untuk di pingirkan! Setelah itu kita lanjut ke tahap selanjutnya.


Apa yang enma lakukan telah membuat semua orang terdiam mereka tidak pernah berpikir untuk membuat cara pemilihan seperti ini terlihat mengagumkan, “Selanjutnya kalian yang masih bertahan, harus bisa bertahan saat aku melawan kalian, tenang saja aku tidak akan menggunakan senjata untuk bertarung, untuk membuat semuanya menjadi lebih tenang.”


Enma segera menjelaskan cara pemilihan tahap kedua ini, yaitu mereka harus melawannya dalam sebuah pertarungan satu lawan banyak, dan enma ingin mereka bisa bertahan selama mungkin dalam pertarungan ini.


“AKu tidak peduli dengan cara apa kalian akan bertahan, mau kalian terus kabur atau mencoba bekerja sama satu sama lain aku tidak terlalu peduli  yang aku inginkan kalian bisa bertahan.


“Apa kalian semua telah paham!” teriak enma.


Namun teriakan enma, tidak di respon oleh siapapun yang ada disana,  mereka yang ada disana sebenarnya sudah kena mental duluan saat mengetahui kalau mereka harus berhadapan dengan enma, siapapun yang ingin menjadi seorang prajurit tentu tahu apa itu fighting spirit.


Sehingga saat melihat bagaimana fighting spirit enma dapat menambahkan ratusan orang membuat semua orang yang ada disana tentu tahu kalau kekuatan enma itu sangat mengerikan, jadi mereka  merasa kalau akan percuma melawan karena mereka pasti tidak bisa bertahan.

__ADS_1


“Bodoh!!” teriak enma, yang langsung bergerak untuk menyerang, enma saat itu tidak mengenakan apapun dalam tubuhnya sedangkan orang itu telah diberikan persenjataan sehingga ini tentu akan sangat jomblang.


Tapi pada akhirnya meremehkan orang-orang yang ada disana, karena serangan pertamanya di tahan oleh seseorang, tinjunya itu tidangkis menggunakan tombak, walaupun kekuatan tinju dari enma tetap mendorongnya keluar.


Sehingga enma masih berhasil mendaratkan tendangan kepada orang yang menahan gerakan pertamanya. “orang itu tidak ingin membunuh kita kenapa kalian menjadi takut!” teriaknya saat enma telah menendangnya.


Mendengar itu enma hanya tersenyum tapi ia tetap menginjak tangan orang yang teriak tadi hingga tangan yang ia miliki menjadi patah. “kerja bagus, tapi lain kali  ada beberapa hal yang membuatmu harus memikirkan diri sendiri daripada memikirkan orang lain!” ujar enma sebelum enma menyerang orang yang ada disana.


[Tai chi] miliknya telah aktif sehingga enma sama sekali tidak takut melawan banyak orang seperti ini, tai chi sebenarnya tidak terlalu cocok digunakan saat menggunakan pedang, dan skil ini memang tercipta bagi seseorang menggunakan tangan kosong.


Sehingga cukup dengan tai chi enma terus menunmbang satu persatu dari mereka enma melihat kalau semua orang yang ada disana menggunakan beberapa cara untuk bertarung beberapa orang bahkan berusaha membuat orang membuat cela sehingga ia bisa membuat serangan kepada enma.


Tapi enma bisa melihat semua itu sehingga enma masih bisa mengatasi semuanya dengan cukup baik, orang-orang yang melihat apa yang enma perlihatkan hanya bisa tercengang karena melihat orang seperti ini akan bergabung dengan mereka.


Saat ini tidak ada satupun dari mereka yang bisa berdiri, tapi enma sudah memberikan tanda siapa saja yang bisa masuk dan siapa yang harus keluar, dari banyak orang yang ia hadapi tadi hanya dua orang yang menarik perhatiannya.


Tapi karena ia diperintahkan untuk membawa 50 orang, maka ia terpaksa mengambil dengan sesuai dengan insting semata karena menurutnya kualitas apapun itu tidak penting selama mereka bisa mendengarkan apa yang dikatakan.


“Seharusnya  kau sudah tahu apa yang harus  dilakukan bukan!” ucapnya kepada wili.


“Tahu pak!” balasnya cepat.


“Kalau begitu aku akan menghadap duke untuk melaporkan semuanya!”  balas enma menyerahkan yang ada disana kepada wili.

__ADS_1


Enma dengan santai memasuki tempat duke luke, tentu ia masuk saat dipersilahkan untuk masuk, “katakan saja apa yang ingin kau katakan!” balas luke.


“aku tidak menjelaskan terlalu dalam masalah perekrutannya karena itu dengan muda akan anda ketahui, tapi jika memang pasukan itu akan menjadi milikku aku harap anda bersedia menambah 4 kouta lagi untuk memudahkan ku mengatur pasukan!” balas enma.


Enma  tidak menjelaskan proses tidak perlu ia langsung menjelaskan terlalu banyak hal karena ia tahu kalau luke sudah mengetahui apa yang dia lakukan.


“Lakukan apa yang kau inginkan, semuanya akan berada di persetujuanku, setelah semuanya prajurit yang ada disana telah kau pilih aku ingin kau melatih mereka secepat mungkin untuk menjadi prajurit kuat, dalam medan perang!” balas luke memberikan persetujuan.


“Tuan aku mengerti, tapi bisa aku sedikit mengetahui buat apa sebenarnya pasukan ini tercipta, aku bersedia untuk melatih mereka, tapi ada baiknya aku mengetahui apa yang  akan mereka lakukan untuk membuat mereka menjadi lebih baik,” balas enma.


Melihat apa yang terjadi sepertinya pasukan ini tercipta karena sesuatu yang khusus sehingga enma harus mengetahui untuk apa pasukan ini tercipta untuk membuat pasukan yang dia ciptakan sesuai dengan apa yang luke inginkan.


“Kau benar seharusnya aku memberitahukan masalah ini kepadamu!” balas luke yang akhirnya menyelesaikan pekerjaannya dan menatap enma dengan serius.


“kau tahu masalah kekuasaan para gereja yang ada disini sudah terlalu besar bukan!” ucap Luke mulai menjelaskan masalah utama di maritengae.


Masalah kekuasaan di maritengae membuat kekaisaran menjadi khawatir sehingga luke diperintahkan untuk meredam kekuasaan mereka dengan cara apapun, sehingga luke saat ini mulai mengumpulkan pasukan melawan gereja-gereja yang ada di tempatnya.


“pengaruh para gereja mereka dapatkan dengan menyelesaikan para dungeon dan mengamankan daerah desa-desa kecil yang biasanya tidak dijangkau oleh bangsawan, dan pasukanmu tercipta untuk melawan gerakan tersebut, sehingga pasukan kalian nantinya akan dibuat untuk menyerang dungeon-dungeon yang bisa saja mengganggu masyarakat.”


“Baik, sekarang hamba mengerti, berikan aku waktu satu minggu, sebelum mendapatkan tugas pertama kami!” balas enma sebelum ia meninggalkan tempat itu!


Mendengar satu minggu, luke sedikit terguncang padahal ia sendiri tidak berharap akan secepat itu, sehingga ia tidak memberikan batas waktu, tapi enma dengan percaya dirinya meminta waktu satu minggu untuk melakukan pelatihan

__ADS_1


__ADS_2