Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan

Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan
aji bermain canik


__ADS_3

Pertemuan Jeni  dengan luna membuat Harinya yang sudah cukup sibuk kini lebih berwakna, sepanjang perjalan ia sudah membayangkan berbagai ejekan yang akan dia lakukan kepada AJi.


Hubungannya dengan Aji dengannya tidak bisa dikatakan baik atau dikatakan buruk, tapi entah kenapa merasa ia cukup mengerti sikap aji yang seperti itu.


WAlaupun umurnya sedikit lebih tua dari Aji sikap aji yang sangat dewasa membuatnya merasa ia sudah menjadi seperti kakak untuknya.


Sehingga ia yang tahu berbagai masalah yang sudah aji lalui membuatnya ingin melihat orang itu merasakan sedikit kebahagiaan.


“Tunggu ia tidak akan mengamuk di pesta saat tahu masalahnya dengan luna bukan!” ia tiba-tiba terpikirkan sifat enma yang terkadang terparental.


“Ini masalah mereka bukan urusanku!” lanjut jeni yang juga mengingat kalau dalam acara tersebut juga akan hadir mantan pacarnya .


Yang Jeni pikirkan sekarang menyeret orang itu keacaranya, karena jeni sendiri yakin kalau Aji bahkan tidak bersiap-siap untuk datang ke acara tersebut.


Sehingga jeni harus menyediakan semuanya sendiri, karena jika semuanya telah disediakan  tidak ada alasan lagi untuk Aji menolaknya.


Koordinasinya dengan TAsmia sangat baik, yang membuatnya mengetahui setiap ukuran tubuh dari aji dengan sangat baik.


Besoknya di malam hari saat AJi masih mempersiapkan peperangan dengan Para goblin ia terkejut dengan kedatangan jeni yang membawa beberapa  orang pelayan lengkap.


“Ada apa ini!” ucap mempertanyakan apa yang jeni lakukan.


“Ok, ok, aku akan datang ke acara gala diri turnamen aw se asia !”


Jeni tidak mengatakan apa-apa ia hanya memutar sebuah rekaman ucapan aji saat ia menyetujui permintaannya.


“Aku tidak memiliki apa-apa, untuk hadir di acaramu!” balasnya.


“Mereka membawa semua yang kamu butuhkan!”


Sesuai dengan perkiraannya, sehingga jeni membawa beberapa setelan untuk digunakan dalam pesta tersebut. Terlihat aji melihat beberapa pakaian yang disediakan, ia hanya bisa pasrah dan mulai mengenakan pakaian tuxedo berwarna hitam seperti apa yang disukai.

__ADS_1


“ayolah pasang wajah sedikit cerah, begini-begini kau akan menemani salah satu wanita muda paling berpengaruh di Indonesia!” ucap Jeni sedikit menyombongkan dirinya.


“Apa gunanya wanita paling berpengaruh, yang bahkan tidak bisa menemukan laki-laki yang bisa menemaninya untuk datang kepesta!” balas aji sambil sedikit ngedumel.


“Aku menemukan satu bukan!” balas jeni santai, ia sudah terbiasa dengan sikap Aji yang seperti ini sehingga apapun yang keluar dari mulutnya tidak akan mempan padanya.


Dengan bantuan pelayan yang jeni bawah Aji bisa memakai pakaian tuxedonya dengan baik, “Sedikit tidak terduga kau bisa menggunakannya dengan baik!” lanjut Jeni yang memberikan pujian saat AJi bisa memakainya, dengan cukup baik.


“KAu hanya memuji dirimu sendiri bukan!” balas AJi sinis.


“Tante, lihatlah anakmu itu, sikapnya sangat dingin!” balas jeni yang melaporkan sikap Aji kepada Tasmia yang pergi melihat Aji mengenakan pakaian tuksedo.


Tentu tasmia tidak pernah melihat AJi berpakaian seperti itu, sehingga saat melihat AJi yang terlihat gagah dengan pakaian tuxedo hitam lengkap dengan dasi kupu-kupunya.


“Jangan melihatku seperti itu sebelum aku lepas pakaian ini,” ancam Aji yang menurutnya tingkat mereka terlalu berlebihan.


“KAu yakin tidak ingin menikah dengan ku!” balas Jeni dengan sedikit bercanda.


“sudah, sudah, cepat jalan aku tidak ingin anak ganteng ku terlambat!” balas tasmia yang menghentikan Aji bersikap aneh.


“Semoga berhasil kak!” ucap anak-anak yang memberikan selamat.


Riani juga bersama Jeni kesini, tapi ia datang hanya untuk bermain bersama dengan anak-anak, dan tidak ingin terlibat dengan masalah orang dewasa seperti jeni dan AJi.


“ingat disana kau adalah pasanganku! Dan apapun yang terjadi  kau adalah pasanganku , jadi jangan membuat masalah menjadi lebih besar!” ucap Jeni sepanjang jalan memberikan beberapa wejangan kepada AJi untuk tidak membuat masalah untuknya.


“ini adalah alasan untuk sangat tidak ingin ikut denganmu!” gumamnya pelan.


AJi bahkan hanya mendengarkan ada undangan untuk menghadiri acara besar bersama dengan jeni, ia sudah terbayangkan berbagai adegan seperti ini dalam kepalanya.


Mungkin film bukanlah terbuat dari kisah nyata, tapi beberapa adegan di buat dalam arti kecil seperti kejadian yang aji alami saat ini, “Siap saying!” balas Aji dengan sangat lemah lembut.

__ADS_1


“Bagus!!” balas jeni dengan full senyum.


“JAngan bagus-bagus doan berikan aku sedikit gambaran berbagai tamu yang ada disana! Dan apa yang akan kau lakukan!” lanjut AJi.


Dari tadi Jeni terus mengatakan banyak hal namun tidak menjelaskan apa isi dari acara ini sehingga aji sedikit merasa jengkel sendiri karena ia benar-benar dianggap pacar bayaran oleh jeni.


“Tidak perlu banyak gaya! Kalau kau tidak membuat masalah itu sudah sangat cukup untukku!”  balas jeni santai.


Jeni sangat santai dalam membawa Aji ke dalam pesta ini namun entah kenapa ia sangat percaya kalau ia pasti akan membuat masalah nantinya!


“BErhenti ngomel, kita sudah sampai!” lanjut jeni


Di depan sana jeni sudah melihat banyak wartawan yang menunggu mereka, saat ini mereka tergolong terlambat  sehingga kedatangannya nanti pasti akan menjadi objek yang paling banyak disorot.


Dan memang benar saat mereka berdua turun dari Mobil, puluhan kamera telah menyorot  mereka, beberapa wartawan berusaha mewawancarai jeni, tentu mereka penasaran dengan laki-laki yang ada disampingnya .


“Sudah-sudah, aku akan menjawabnya dengan singkat karena kami juga telah di tunggu di dalam sana, aku mengucapkan terima kasih atas dukungannya karena acara ini akan berjalan dengan baik, disusul dengan turnamen yang akan diadakan besoknya! Sedangkan yang bertanya siapa laki-laki yang ada di sampingku aku bisa menjawab ia adalah laki-laki kepercayaan ayahku untuk menemaniku datang ketempat ini!”


Jeni bagaikan seorang profesional sejati menjawab pertanyaan para wartawan dengan sangat baik dan segera itu meninggalkan mereka karena ia merasakan Aji yang sangat tidak nyaman berada di depan banyak orang dan nyala kamera yang terlalu  menyilaukan.


Tugas para wartawan hanya akan berada di pintu masuk untuk mewawancarai para player di yang datang, sehingga saat mereka masuk ke dalam gedung  mereka akan aman.


“PErgilah urus masalahmu, sesuai perjanjian aku hanya akan berada di sana sampai urusan kalian selesai.


“tidak tertarik melihat penampilan artis!” balas Jeni dengan sedikit bercanda.


“Selama artisnya bukan babymetal, aku tidak terlalu tertarik dengan artis lain, apalagi dengan artis yang kekorea-korean!” balas Aji jujur.


“Seleta yang menarik!” balas jeni menjauh.


Aji juga langsung ke tempat orang-orang itu menyimpan makanan, beberapa orang memperhatikannya karena ia bersama dengan jeni, namun Aji tidak peduli dan tetap santai menuju tujuannya.

__ADS_1


__ADS_2