Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan

Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan
tiba-tiba mempunyai anak


__ADS_3

Bagi marchel  pertemuannya dengan Aji adalah sesuatu yang sangat berkesan, karena kelahirannya yang tergolong di rahasikan membuatnya menjadi sedikit sulit bergaul dengan orang yang ada di sekitarnya.


karena setiap ada seseorang yang dekatnya, pasti akan ada masalah yang mengikutinya sehingga umurnya yang sekarang selain keluarga dari Luna ia tidak memiliki teman lainnya


Terutama untuk orang yang lebih tua darinya, tapi untuk pertama kalinya ia sangat mudah berbicara, apalagi saat enma mengetahui Kalau Aji adalah ayahnya ia semakin bersemangat dan terus mendesak ibunya untuk bertemu dengan Aji.


Ini membuat Luna menjadi sangat frustasi, ia awalnya mencari sosok yang tidak memiliki data yang memunkinan bertemu dengan anaknya, namun saat ia menunjukkan seorang foto, ia malah menemukan kalau anaknya malah sudah bertemu dengan pria tersebut.


“Apa yang kalian lakukan, bukankah kalian sudah mencari tahu bahwa orang itu, tidak mungkin memiliki koneksi untuk berhubungan dengan tokoh besar dan lain sebagainya!” bentak luna kepada timnya.


Mereka mencari lebih dari tiga bulan data seorang laki-laki, dan proses pengumpulan dan seleksi  mereka akhirnya memutuskan untuk menggunakan data dari seorang yang berasal dari panti asuhan yang hampir bangkrut untuk digunakan dengan baik.


Semua potensi mereka sudah perhitungkan, seperti penipuan, pemerasan, dan lain sebagainya, tapi dalam satu bulan kebelakang saat mereka tidak lagi menyelidiki Aji, sebuah perubahan besar terjadi pada orang itu sehingga sekarang mereka berada dalam posisi terpuruk dan kebingungan.


“Bukan kah kamu sangat kenal baik dengan jeni, bagaimana kalau mengenhubinganya dan meminta ia membantumu menjelaskan masalah ini kepada pria tersebut!” balas Ani yang merupakan manager sekaligus sahabat luna.


Saat ini orang yang berada di bawah definisinya sedang berada dalam keadaan merasa bersalah karena kegagalan mereka untuk memilih pilihan terbaik.


Mereka semua adalah teman sehingga niat mereka semua untuk saling tolong menolong sangat tinggi dan melihat rekan mereka sedang dalam keadaan yang tidak bagus membuat mereka turut merasa bersalah.


“Tidak ada pilihan lain bukan!” balas Luna setelah ia menarik nafas dalam-dalam.


“Tapi saat ini jeni sedang sibuk masalah mengurus turnamen, mungkin akan sulit untuk bertemu dengannya di waktu luang!” lanjutnya kini sedikit frustasi dengan keadaannya.

__ADS_1


“Sebenarnya jika kamu ingin bertemu dengan Jeni itu akan lebih mudah, jika kau ingin beberapa minggu yang lalu kau menolak sebuah tawaran besar untuk manggung, seandainya kau membacanya lebih baik sebenarnya tawaran itu berasal dari jeni memintamu untuk manggung di acaranya!” ucap Ani dengan sedikit Ragu.


“HAH!!” teriak luna.


“Dan kau menyuruhku untuk menghubunginya, bukankah itu sama saya kau memintaku seperti penjahat yang menghubungi saudaraku hanya karena ada perlu,” lanjut luna yang semakin merasa frustasi dengan tingkahnya sendiri.


Tidak ada yang menjawab, namun mereka semua menahan tawa karena apa yang sebenarnya luna katakana memang ada benarnya, terkadang sikap semaunya itu adalah bumerang untuk dirinya sendiri sehingga sering kali membuat masalah menjadi lebih menyulitkan.


“Halo kak luna!” saat luna masih terus mengomel, mengunakan ponsel artisnya Ani sudah menghubungi Jeni tentu luna sangat panic, namun ia berbicara dengan sangat baik dan berhasil membuat jadwal bertemu dengan jeni dengan sangat baik.


setelah telepon berakhir semua orang yang ada dalam ruangan itu memberikannya jempol karena takjub dengan kemampuan Luna Dalam melobi Jeni untuk berbicara kembali masalah konstrak kerjasama dengannya.


“Sudah-sudah, kembali bekerja, karena harus bertemu dengan beberapa orang selama satu minggu kedepan, segera atur jadwal untuk di buat kosong, hitung-hitung untuk liburan bersama dengan anakku!” ucap luna mengusir timnya untuk bubar.


Mereka akan bertemu dalam dua jam kedepan sehingga luna harus segera memikirkan alasan terbaik untuk menjelaskan masalahnya kepada jeni.


Manajernya berusaha menyakinkan Luna bahwa tidak masalah untuk menjelaskan masalah kepada Jeni karena pada akhirnya tidak memiliki urusan untuk terlalu ikut campur ke dalam masalah tersebut, dan sangat kecil kemungkinan jeni  akan menceritakan ini kepada public


“Hah!”


Itu adalah respon pertama yang Jeni lakukan saat Ia mendengar cerita luna yang mengunakan AJi sebagai tumbal kepada marchel sebagai ayahnya.


“HAHAHA!!!! Kamu serius kak,”lanjutnya.

__ADS_1


Luna sendiri tidak mengerti kenapa Jeni malah merespon seperti itu, ia mengharapkan respon yang sangat berbeda, “Jen, jika aku tidak serius aku tidak akan seperti ini!” balas Luna dengan memelas.


“Kak jujur saja sebenarnya kau sangat pintar memilih seseorang, sayangnya kau sedang sial!” bahkan Jeni merasa pilihan Luna memilih AJi sebagai tumbal sebagai mantan yang tidak pernah ketemu adalah keputusan yang benar, jika semuanya tidak terjadi seperti ini, mereka mungkin tidak akan memiliki kesempatan untuk bertemu, dan walaupun aji tahu masalah ini, ia mungkin hanya berkata o sambil sedikit mengerutu tentang kejadian yang menimpahnya.


Tentu aji tidak akan peduli dengan apapun yang terjadi namanya, tapi saat itu  ia harus terlibat maka itu akan menjadi masalah berbeda, “Apa menurutmu ia bahkan akan menolak saat tahu orang yang akan menjadi istrinya adalah seorang artis manca Negara!”


“HAHAHA, jangan tersinggung kak, jika ada lomba yang berusaha untuk tidak peduli keartisan! Aku bisa bertaruh rumah kalau ia adalah pemenang nya!” balas JEni sambil tersenyum.


Jeni saat ini membayangkan bagaimana respon aJi saat mengetahui kalau saat ini ia tiba-tiba memiliki seorang anak dan mantan seorang Artis.


“ayolah jen Bantu aku!”


“AKu bisa membantumu kak, tapi setuju dulu permintaanku!” balasnya menemukan cela untuk berdiskusi bahkan mendapatkan untung.


“Jen!”


“AKu sudah membuat janji bahwa mantan tercinta mu itu juga akan hadir dalam acaraku, sehingga nanti kita adakan gimik untuk mengundi bisa makan malam bersama, kita  akan mengatur kalau orang itu yang akan terlilih! Dan disitulah kesempatan kalian untuk menjelaskan dan meminta pertolongannya.”


Luna adalah seorang artis mancar Negara sehingga idolanya ada di berbagai kalangan dengan adanya gimik untuk bisa makan malam bersama tentu akan sangat menarik banyak orang. “AKu tidak menyangka kalau seorang adik akan berusaha menjual kakaknya seperti itu!” balas luna yang berusa berderama untuk menarik simpati jeni.


“Keluarga macam apa yang bahkan tidak membaca proposal kerja sama yang sudah ia kerjakan dengan susah paya!” balas jeni yang membahas masalah Luna yang tidak membaca permintaan kerjasamanya.


“Baik, baik, kau menang!” pada akhirnya  luna setuju.

__ADS_1


Karena saat ini ia memang tidak memiliki pilihan karena ini juga menyangkut kebaikan anaknya. “Senang bekerja sama dengan anda artis ternama!” balas jeni dengan senyum kemenangan di wajahnya.


Siapa yang akan menduga ia akan bisa membuat seorang artis terkenal melakukan gimik seperti itu bahkan tanpa di bayar, jeni bahkan bisa membayangkan berapa banyak keuntungan yang ia hasilkan dari tindakannya ini


__ADS_2