Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan

Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan
serangan penuh white ke kekaisaran goblin


__ADS_3

Karena untuk sementara waktu Wot akan  menghandle serangan para penyerang, tehere, neo dan para komandan pasukannya segera sedikit banyak mengambil nafas “Witon bantu sembuhkan orang ini lebih cepat!” pinta Enma kepada witon untuk menyembuhkan Guts lebih cepat karena ia tahu apa yang Wot lakukan belum cukup.


“Moli, milo segera  bersiap aku ingin nanti kalian hadapi komandan pasukan musuh! Susahnya pilih saja musuh kalian, saat got selesai ini akan menjadi pertarungan satu lawan satu melawan  mereka ,” ucap ENma memberikan perintah untuk terakhir kalinya .


“Son jangan bersaing dengan WOt, mundur saja dan cobalah untuk bekerja sama dengannya menggunakan panahmu !”


Melihat Sonu saat ini sedang bersaing untuk membunuh siapa lebih banyak dengan menggunakan kemampuan mereka bertarung dengan jarak dekat,  membuat enma segera memberikannya nasehat dan segera memberikannya perintah.


Baru-baru ini ia mendapatkan kabar kalau SOnu  memiliki kemampuan lain yang berusaha ia sembunyikannya yaitu kemampuannya memanah yang sangat bagus.


Terlihat Sonu sedikit Engang saat mendapatkan perintah untuk mundur apalagi ia diperintahkan untuk membantu Wot dengan panah.


“Jangan membanta banjingan!” bentak enma saat melihat Sonu tidak langsung menuruti perintahnya.


“Kita lanjut lain kali!” balas Wot sambil tersenyum


“TIdak perlu, aku masih bisa membunuh dengan menggunakan Panah!” balas Sonu segera mengeluarkan panahnya dan segera menuruti perintah dari enma.


“Wot jangan berfokus untuk menumbangkan mereka, arahkan mereka ke tengah kota dan langsung habis dalam satu serangan!” wot saat jika tidak lepas dari amarah enma karena melakukan tidak sesuai dengan apa yang diperintahkan.


. . . . . .


Saat perang besar berkecamuk di daerah soppeng, di tempat lain Jeni bersama dengan para petinggi besar White raven, kini juga bersama dengan kekuatan penuh dari kulo telah berusaha untuk menyerang kerajaan goblin.


Mereka sudah mendapatkan kabar dari Cain yang diteruskan kepada Jeni untuk segera melakukan pertempuran, karena para Goblin sedang melakukan serangan penuhnya kepada mereka.


“Sebaiknya kita cepat, karena kita tidak tahu berapa lama enma dan pasukannya bisa bertahan!” ucap jeni mengingatkan pasukannya kalau


“seorang asura tidak akan tumbang dengan mudah bukan!”balas Cain sedikit berusaha membuat Jeni lebih tenang.


Mereka saat ini berada di tengah pertempuran sehingga mereka saling membantu untuk tidak terkepung dalam kumpulan para goblin yang masih sangat banyak jumlahnya.

__ADS_1


“Tetap Fokus situasi ini sudah berusaha di ciptakan untuk kita, jika itu masih gagal itu tentu akan sangat memalukan!” balas Jeni dengan sedikit kesal.


Apalagi beberapa temannya masih terlihat berusaha untuk santai dalam situasi yang mereka hadapi, walaupun para Goblin dengan kekuatan diatas rata-rata sudah tidak ada disana tapi jumlah para goblin yang ada di kerajaan Goblin masih sangat banyak.


Walaupun tidak semua diantara mereka ahli dalam bertarung, jumlah goblin yang ada disana tentu masih sangat banyak.


“Setelah mengingat perkataanmu, aku mengingat dalam pesan yang Aji kirimkan di sana tertulis bahkan di caplok bahwa kita harus menyelesaikan ini dengan baik, jika tidak itu akan menjadi terakhir kalinya aku membantu kalian.”


“Jangan berbicara, focus, focus,” balas jeni berusaha mengalihkan pertanyaan dari Cain.


Entah karena permasalahannya dengan enma membuatnya tidak bisa tenang,  tapi semenjak perang yang terjadi dengan para goblin dan memasuki kerajaan goblin perasaannya tidak pernah tenang.


“ding”


[anda memasuki area dengan energi  kegelapan yang sangat tinggi, stat anda akan mengalami penurunan status sebesar 40% para ras dengan antribut kegelapan akan mengalami peningkatan 50%]


Pengumuman ini memukul jeni secara mental, karena  penurunan kekuatan mereka sangat besar, sehingga para goblin yang awalnya mereka kalahkan dengan mudah kini harus  mereka harus berusaha mati-matian untuk bisa bertahan untuk tidak mati dalam gempuran para goblin itu.


Semua orang dari White raven segera kebingungan harus melakukan apa. “lapor, lapor, dari arah belakang sedang ada sebuah rombongan orc yang akan menyerang!”  kejadian ini membuat mereka semakin takut.


“Tenanglah para Orc itu rekan!”


“Tenanglah para Orc itu rekan!”


“Tenanglah para Orc itu rekan!”


Cain terus berteriak untuk menenangkan rekannya, “BOS aku baru saja mendapatkan pesan dari enma kalau ia telah mengirimkan bantuan yang tidak biasa.”


“Jangan menyerang ini aku!” balas seseorang yang tiba-tiba muncul dibelakang  cain!


Orang itu adalah steve, ia membawa pasukan orc untuk membantu pasukan white Raven, “terima kasih!” balas Cain.

__ADS_1


“Terima kasihmu terlalu cepat nak,” balas Steve yang melihat bagaimana area sekitar istana terlindung sebuah rune yang membuat para monster seperti goblin akan menjadi bertambah kuat sedangkan mereka akan menjadi melemah.


“Para orc yang membukakan kalian jalan,  tugas kalian adalah menyelesaikannya!” lanjut Steve segera memberikan arahan kepada Cain untuk melakukan tugasnya.


Karena semuanya mendadak, ia bahkan tidak datang membawa para orc dengan kekuatan hebat, sehingga para orc yang Steve hanya orc biasa namun itu sudah cukup untuk melakukan pertarungan  melawan para goblin.


Para orc terlihat sangat bersemangat, saat melakukan bentrokan melawan para goblin, karena saat memasuki kabut yang ada disana, mereka juga mendapatkan peningkatan kekuatan yang signifikan.


Dan disitulah pembantaian besar segera terjadi, dan semua goblin yang ada disana dibunuh satu persatu,  “Siapa diantara kalian yang bernama White Nose!”


Sebelum anak-anak white raven bergerak ia meminta White Nose tinggal bersama dengannya, Jeni terkejut tapi ia menurut dan tetap tinggal bersama dengan Steve, dan meminta anggota lain dari white raven tetap lanjut  untuk menyerang.


“Tidak mau bertanya alasan kenapa aku menyuruhmu untuk tetap tinggal!”  ucap Steve kepada jeni.


“Tidak terlalu, karena sebenarnya aku memiliki beberapa gambaran tentang alasanmu  untuk memintaku  untuk tetap tinggal”


“Bagus! Setidaknya kau cukup pintar!”


Steve sepertinya cukup puas dengan jawaban yang Jeni berikan kepadanya , “jika terjadi sesuatu dengarkan apa yang aku katakan dan jangan membantah!” lanjutnya.


“Semuanya Tolong jangan main-main habisi mereka secepatnya!” tariak Steve kepada para ORc, teriaknya  adalah sebuah skill yang bisa meningkat semangat juang para orc sehingga mereka bisa menjadi lebih kuat.


Setelah anggota dari White raven telah sampai di dalam kastil, baik itu steve dan Jeni segera tinggal di depan gerbang untuk menghalangi para goblin untuk melewati gerbang tersebut.


“AMbil ini sebarkan di beberapa titik yang aku arahkan!”


Steve mulai memberikan arahan kepada Jeni, ada beberapa batu yang telah mendapatkan beberapa ukiran yang tidak dimengerti Jeni!


“Ding”


[sebuah  inti  dari monster yang telah mati, didalamnya telah terdapat ukiran rune, black hole,  di dalam susunan tertentu dapat membentuk sebuah sihir penghisap yang sangat kental di dalamnya!]

__ADS_1


Saat melihat batu yang diberikan kepadanya ia tahu kalau itu adalah sebuah rune, yang sepertinya itu digunakan untuk menghapus energy kegelapan yang ada di kastil, tahu hal tersebut, jeni buru-buru untuk melakukan tugasnya karena ia juga khawatir dengan rekan-rekannya yang berada di dalam kastil.


__ADS_2