
Menyerang desa yang ada di sekitarnya juga bisa menjadi ajang yang lebih baik untuk para goblin baru untuk bisa mengerti taktik peperangan yang biasa enma berikan kepada para pendahulunya.
“seperti biasa knight akan menyerang lebih dulu, para assassin akan mencari kesempatan untuk merusak formasi lawan, setelah semuanya selesai, kalau bisa mengamuk sesuai dengan apa yang kalian inginkan!” perintah enma.
“Baik!” balas Lima komandannya secara cepat.
“Aku tidak perlu turun tangan bukan!” lanjut enma santai.
Tapi bagi para Goblin itu adalah sebuah Ancaman, yang berarti Jika Enma sampai turun tangan itu akan berakibat buruk untuk mereka.
Mereka tidak lagi menunggu kalimat selanjutnya, karena itu mungkin saja kalimat hukuman sehingga masing-masing dari mereka segera memberikan arahan sesuai dengan apa yang Enma inginkan.
Perang melawan para Goblin, yang terjadi terus menerus membuat beberapa desa yang ada di sekitar telah berubah menjadi kamp tentara bayaran untuk mempertahankan diri sehingga di desa desa yang berhasil bertahan sampai saat ini terdapat mekanisme bertahan yang lebih baik seperti daerah mereka sudah memiliki beberapa pagar kokoh yang melindungi mereka dari serangan mendadak para goblin.
Ini adalah latihan sehingga enma tidak terlalu menekan terhadap Taktik, ia ingin melihat bagaimana kemampuan pasukan goblin yang dia miliki. Sehingga ia bahkan menyerang saat semua orang yang ada di sana sedang berada dalam performa terbaiknya, ia menyerang di siang hari bolong di mana para orang orang yang ada disana sedang terjaga dengan baik.
Para Goblin knight, ini disusun dengan baik, dimana di bagian depan terdapat pasukan goblin yang menggunakan senjata pedang dan tameng, di belakang nya ada para Goblin dengan menggunakan tombak.
Para goblin knight biasa terdiri dari para hobgoblin yang memiliki tubuh besar yang memang sangat cocok untuk menjadi tank.
Tembok pertahanan musuh terdapat beberapa puluh orang pemanah yang terus menembaki para goblin yang menyerang, sehingga memasang para goblin dengan kemampuan bertahan yang baik adalah jalan terbaik.
“Setelah selesai para goblin tameng segera mundur , lindungi para Mage dari serangan archer sedangkan para spearman dobrak pintu sampai Roboh.” Perintah enma yang melihat arus pertarungan.
Dengan skil military command dan ruler’s voice yang dia miliki mengatur pasukan seperti ini menjadi hal mudah untuknya, bagi enma para goblin biasa itu tidak memiliki hak untuk di lindungi sehingga banyak dari mereka yang segera berjatuhan karena terkena panah musuh.
__ADS_1
Pimpinan musuh saat itu menjadi kebingungan melihat komando para goblin menjadi seperti ini, baik itu pergerakannya dan sebuah perubahan posisi yang dia lakukan itu sangat sempurna, sehingga ia tidak bisa melakukan apa-apa dengan itu.
Orang-orang yang ada di dalam desa, segera berjuang untuk menutup jalan para goblin untuk masuk, terlihat aksi saling dorong antar para goblin dengan para penduduk desa yang ada di paling gerbang mereka.
Semua orang tahu jika para Goblin itu berhasil masuk maka semua ini akan berakhir dan mereka tidak lagi bisa melakukan apa-apa.
“Para mage jangan targetkan archer mereka, ubah serangan menuju ke desa, tidak masalah kalau tidak mengenai apa-apa, aku ingin serangan kalian masuk kedalam desa,” lanjut Enma memberikan perintah.
Karena tidak ingin membuang waktu terlalu banyak, saat melihat perlawan warga desa sangat tanggu enma segera memberikan mereka terror untuk membuat mental mereka semakin runtuh.
“skakmat!” balas enma setelah melihat gerbang yang sangat sulit mereka dorong akhirnya tembus karena konsentrasi para goblin yang ada di dalam sedikit terganggu karena serangan para Mage.
Setelah masuk enma tidak lagi perlu memberikan perintah karena semuanya sudah selesai, tinggal menunggu para goblin meratakan para penduduk yang ada di dalam sana.
Dan setelah beberapa menit menunggu, “Ding,” peringatan tentang penaklukkan desa telah muncul.
[penghancur, sebuah judul yang diberikan kepada makhluk yang sangat dibenci oleh ras lainnya, anda saat ini secara resmi menjadi musuh makhluk lain selain goblin, +10 stat str saat melawan makhluk selain Goblin]
Enma sedikit tersenyum saat ia mendapatkan judul penghancur, karena telah menghancurkan sebuah desa, “Aku sekarang hanya bisa berharap kalau itu akan hilang setelah aku berganti tubuh!” gumam enma berusaha menghibur diri dengan apa yang dia lakukan.
“Jangan berhenti, kita akan lanjut ke desa selanjutnya!” ucap enma memberikan perintah.
Sebenarnya bisa saja memberikan mereka waktu istirahat, tapi karena jiwa yang masih manusia mungkin masih membuatnya sedikit menolak untuk melakukan perayaan tentang hal seperti ini.
Di desa selanjutnya mereka sedikit di kejutkan dengan warga desa yang sudah sangat kcau beberapa warga bahkan terlihat berusaha melarikan diri dari Desa Sehingga ini membuat para goblin yang ada di sana menjadi kebingungan.
__ADS_1
“Wot!!”
Saat namanya dipanggil, Wot segera tahu apa yang harus dilakukan, tidak lama ia kembali dan melaporkan kejadian yang ada didesa.
“Lapor pak, semua warga yang ada disana sudah di bunuh oleh seseorang yang seperti di bunuh oleh seorang manusia,”
“Bukan Goblin,” balas enma Sedikit terkejut mendengar laporan yang Wot berikan.
“Mungkin lebih tepatnya setegah Goblin dan setegah manusia!” balas wot dengan sedikit ragu.
“wot ikut denganku untuk bertemu dengan manusia itu, sisahnya bergerak untuk ketempat selanjutnya, jika tidak ada masalah, seperti yang ada di desa ini, Tehere pimpin mereka untuk melakukan penaklukan,” ujar enma yang segera diberikan anggukan kepada semua orang yang ada disana.
Kini tinggal enma dan Wot yang bergerak untuk bertemu dengan orang yang membunuh semua orang yang ada di desa, dan memang benar saat sampai disana terlihat ada seorang pemuda dengan pedang besar di punggungnya sedang duduk di tengah berbagai tumpukan mayat.
“Goblin ya,” gumamnya setelah melihat enma bersama dengan Wot datang.
“Apapun yang dia lakukan jangan bergerak aku ingin melihat kemampuannya.” Gumamnya kepada Wot, Wot segera mengerti dan memberikan ruang kepada enma untuk bergerak.
Dan memang benar saat melihat Wot yang ingin mundur orang itu bergerak untuk menghadang, Tapi enma juga tidak tinggal diam, ia juga segera mennghadng pegerakan lawannya untuk membiarkan enma mundur.
Enma bahkan tidak ragu untuk memberikan tendangan balasan setelah menahan pedang besar yang dimiliki lawannya.
Satu tendangan enma cukup kuat untuk membuat lawannya itu terpental ke belakang, “mengecewakan,” gumam enma yang merasa selain kekuatannya, orang ini bahkan tidak memiliki teknik yang lanyak.
Entah itu karena berhasil membunuh banyak orang levelnya cukup tinggi berkisar sekitar 50 sehingga enma sendiri masih menjadi teman yang layak untuknya.
__ADS_1
apalagi enma saat ini sudah memiliki kekuatan sejati dari romero sebelum di tangkap olehnya, jadi sebenarnya enma sama sekali bukan lawan yang untuknya.
Tapi saat ia meremehkan lawannya, lawannya yang awalnya sudah tersungkur kini perlahan berdiri dan siap untuk kembali bertarung, “kemampuan untuk regenerasinya,” gumamnya melihat kemampuan regenerasi yang sangat cepat oleh orang itu, kecepatan regenaresi itu terlihat sangat cepat membuat enma bahkan merasa geri melihatnya.