
Beberapa artefak atau item tersebar luas di pasaran, “Benua tengah memang berbeda, tidak mungkin mendapatkan ini di pasar benua lain,” ucapnya yang saat ini sedang memegang sebuah papan catur.
“Itu adalah papan catur para raja, di gunakan di masa lalu untuk membuat area sekitar menjadi area miliknya dan para raja yang menggunakannya sebagai hiburan untuk bertarung dengan para raja lainnya!”
Penjual yang ada disana segera menjelaskan cara kerja dari papan catur tersebut, tentu ia mendapatkan uang lebih banyak jika mengetahui nilai historical dari benda itu.
“Jangan terlalu mahal bos, disini bahkan tidak dijelaskan raja-raja apa yang pernah memakainya, ini mungkin saja dipakai oleh para raja yang belum lengser, lagian jika kau ingin menjual dengan harga segitu kenapa tidak hubungi para bangsawan yang mungkin bisa menggunakan ini lebih baik, berikan ini 10 koin atau tidak sama sekali!”
Enma menjelaskan kalau penjual ini terlalu melebihkan-lebihkan harga dari barang yang sedang di jual, apalagi untuk orang biasa sepertinya enma yang tidak bisa menggunakan papan tersebut, papan ini tidak lebih dari sebuah papan biasa yang bisa dijadikan sebagai pajangan semata.
“Tuan....”
“Jangan banyak membantah, aku tahu nilai dari papan ini, aku menawar di angka 10 koin emas bisa dibilang adalah kebaikanku!” potong Enma sebelum sang penjual itu berkata lebih banyak omong kosong kepadanya.
Namun walaupun enma sudah mengatakan seperti itu sang penjual masih belum menyerah sehingga enma berpura-pura menyerah dan pergi dari tempat tersebut.
Alhasil penjual panic dan segera menyerahkan papan catur tersebut sesuai dengan keinginan yang enma inginkan
“Ding”
[skill raja tawar berhasil anda dapatkan, dengan skil ini para pedagang memberikan respeknya padamu, anda juga sekarang memiliki kemampuan untuk melihat harga asli dari sebuah benda yang sedang di jual di pasaran]
Enma hanya tersenyum saat ia mendapatkan skill tawar menawar, dari kecil memang telah menjadi tugasnya untuk membelikan beberapa hal yang dibutuhkan oleh anak-anak panti, sehingga Aji sangat terlatih untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
Selanjutnya ia pergi menuju tempat dimana ia bisa mendapatkan inti monster, ia ingin menggunakan inti tersebut untuk sebagai bahan latihannya mengukir sesuatu.
Semua itu tidak menjadi masalah, enma terus berkeliling untuk mendapatkan berbagai item kelas f yang tidak dicari oleh banyak orang namun sangat berguna untuknya.
__ADS_1
Dan hari itu juga ia menghabiskan 150 koin emas dalam sekali jalan, “Untuk menjadi kuat memang diperlukan uang yang banyak!” gumam enma yang menghitung pengeluarannya saat itu.
Tentu karena jika di total dalam rupiah enma baru menghabiskan puluhan juta dalam satu kali jalan, dan sebagai orang yang semasa hidupnya selalu berusaha berhemat pengeluaran seperti itu tentu akan sangat menyedihkan untuknya.
Setelah puas, dengan peralatan seadanya enma bergerak untuk mengecek lokasi tempat perekrutan prajurit yang Vincent katakan, untuk sementara waktu peti senjata miliknya ia titipkan kepada Vincent untuk melakukan beberapa peningkatan di beberapa aspek.
Melihat kerja sang blacksmith membuatnya mempercayakan peti miliknya untuk sedikit di berikan beberapa peningkatan, ia tidak berharap banyak namun ia sedikit menginginkan peningkatan terhadap ruang yang ada di dalamnya.
Karena belakangan ini enma terus berada di dalam pertempuran yang berkepanjangan membuatnya mendapatkan berbagai senjata, namun ia terkadang harus mengabaikan senjata yang dia inginkan karena ruangan yang ada dalam peti miliknya telah penuh.
Perekrutan prajurit kali ini diadakan di rumah duke yang memerintah di kota ini, sehingga perekrutannya dilakukan langsung di rumahnya, enma yang awalnya mengira kalau perekrutan ini akan menarik perhatian banyak orang, tapi saat ia melihatnya membuatnya bingung karena hanya sedikit orang yang mendaftar.
Setelah dipikir lagi itu memang terdengar sangat masuk akal, mereka saat ini berada di daerah para gereja besar saling bersaing, sehingga kebanyakan orang yang berada di kota ini akan memilih untuk menjadi paladin daripada sekedar menjadi seorang prajurit biasa dari seorang Duke.
Saat enma memasuki area mansion tempat perekrutan dilakukan, ia disodorkan surat perekrutan yang harus diisi, kertas tersebut tidak perlu terlalu banyak, hanya ada nama level dan skill mastery yang dikuasai.
“aku tidak menuliskan hal yang salahkan!” ucap enma saat melihat petugas yang ada disana terlihat terkejut dengan apa yang dia tulis.
“Tidak-tidak, silahkan masuk!” balasnya cepat dan mempersilahkan enma untuk masuk ke dalam.
“oh, ia aku juga diperintahkan untuk memberikan ini kepada petugas!” balas enma menyerahkan sebuah surat yang Vincent berikan kepadanya.
“maaf, ,maaf, maaf,” melihat surat yang enma berikan petugas yang ada disana segera memberikan respon yang mengejutkannya.
Mendapatkan respon seperti itu, langsung membuat enma merasakan perasaan yang tidak enak, enma saat itu segera dibawa ke tempat sang duke.
Enma saat itu hanya diantar sampai pintu dan saat ia masuk ia melihat seorang laki-laki yang sepertinya masih berumur 30 tahunan di duduk dengan tumpukan surat di hadapannya.
__ADS_1
“Apa kau orang yang paman Vincent tawarkan!” ucap orang itu sama sekali tidak melakukan basa-basi dengan Enma.
“Bisa dikatakan seperti itu!,” balas enma santai.
[Ding]
{Quest}
{Duke luke sedang melakukan perekrutan pasukan, ia ingin anda memilih pasukan yang cocok untuk berada di dalam arahannya!}
{quest: pilih 50 orang terbaik untuk pasukan di bawah perintah duke luke}
[hadiah: EXP]
“Sebaiknya kau memilih pasukan dengan baik karena mereka akan bekerja untuk mu!” balasnya.
“SEtelah itu kembali laporkan para prajurit yang kau dapatkan!” lanjutnya tidak menjelaskan banyak hal kepada enma.
“Baik, sesuai dengan perintah anda tuan!” balas enma sambil memberikan salam penghormatan sebelum pergi.
Saat enma pergi luke terlihat sedikit melirik kearah enma, jujur saja ia sedikit kecewa dengan penampilan enma sesaat namun ia harus percaya dengan apa yang Vincent katakan. Karena ini juga menjadi ancaman tersendiri untuknya jika tidak melakukan pergerakan.
Enma saat itu sedikit bingung apa yang terjadi namun ia sudah terbiasa dengan pekerjaan seperti ini, ia saat itu datang bersama dengan orang yang mengaturnya keruangan luke, dan sekarang ia diantar menuju tenda perekrutan.
“TIdak perlu melakukan seperti itu, kumpulkan semua orang yang mengisi formulir pendaftaran,” ucapnya singkat dan segera meminta orang yang mengaturnya.
“aku tidak peduli dengan apa jabatanmu, tapi mulai sekarang kau adalah wakil ku, urus semuanya jika tidak ada yang tidak penting kalau ada masalah silahkan bilang padaku!” lanjut enma mengangkat orang yang mengaturnya sebagai wakilnya.
__ADS_1
Tentu orang itu sangat senang, dan segera melakukan tugas yang perlu ia lakukan termasuk menjelaskan identitas dari enma kepada para petinggi militer yang ada disana.