Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan

Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan
moroala pahlawan goblin bergerak


__ADS_3

Mendengar Luna berani memasang harga kepadanya membuat Aji tersenyum sinis, sehingga ia langsung memasang harga selangit untuk mengejek keputusan Luna menantangnya.


“Kau tahu nona! Aku sama sekali tidak peduli dengan apa yang terjadi keluargamu! Karena aku sendiri sudah memiliki banyak masalah yang harus aku selesaikan, jadi lain kali aku berharap kau tidak memandang seseorang hanya sesuai dengan sudut pandang mu semata!”


Lanjut Aji sebelum ia keluar dari tempat itu, terlihat beberapa orang terlihat Aji yang keluar dalam keadaan terlihat menahan emosi! “ada apa!”


Saat itu Jeni masih sedang berada di atas panggung bersama dengan beberapa petinggi guild besar memberikan komentarnya terhadap setiap pertarungan yang terjadi sehingga saat AJi keluar ia tidak bisa menghadangnya.


RIdwan saat itu sedikit santai di dekat panggung karena sebentar lagi gilirannya untuk bertarung cukup terkejut saat melihat AJi keluar dengan keadaan menahan emosi seperti itu.


“Bantu aku keluar dari tempat ini tampah ketahuan wartawan yang ada di luar, dan itu aku akan berhutang kepadamu!” ucap Aji cepat meminta bantuan kepada Ridwan untuk membantunya keluar.


“Ikut Aku!” balas ridwan cepat.


Ridwan saat itu menarik Aji ke ruangan ganti ob di ruangan ini, btw acara ini diadakan di sebuah auditorium sebuah hotel bintang lima yang ada di kota ini.


Sehingga tidak banyak jalan keluar yang ada di sana selain jalan masuk mereka tadi mereka hanya bisa keluar dari tempat ini melalui jalan yang tembus langsung dengan hotel.


“Ok terima kasih, kali ini aku berhutang ke padamu, jika ada masalah bilang aja selama aku bisa melakukannya tentu aku akan menuruti permintaanmu!” ucap AJi berterima kasih.


Ridwan tentu sangat senang mendapatkan permintaan seperti itu dari seorang Asura, ia bahkan kembali dengan keadaan tersenyum ceria, tapi mendapati dirinya di tunggu Jeni.


“AJi mana?”


Jeni langsung mempertanyakan keberadaan Aji yang tadi pergi bersamanya, “Sepertinya ia pulang bos! Aku tidak tahu apa yang terjadi sepertinya IA terlihat sangat marah!” balas Ridwan sedikit menjelaskan apa yang ia lihat dari AJij.


Mendengar itu ia langsung pergi ke ruangan Luna, yang mendapati Luna terlihat murung, “ADa apa yang sebenarnya terjadi!” semua orang melihat Aji yang keluar tiba-tiba  untungnya Jeni masih bisa memberikan alasan kalau aji saat ini memiliki urusan dengan keluarga sehingga ia harus pergi lebih dulu.

__ADS_1


“Jangan melihatku seperti itu! Ia sudah menolakku,” ucap luna saat melihat jeni masuk namun tidak mengatakan apa-apa.


“Apa yang sebenarnya yang kau katakana hingga membuatnya terlihat sangat marah!” ia tahu Aji sedikit banyak walaupun ia terlihat temperamen ia tidak akan melakukan hal bodoh kepada orang yang tidak dikenalnya kecuali orang itu yang memancingnya terlebih dahulu.


“TIdak ada,  aku hanya memintanya untuk menentukan harga! Untuk membuatnya menjadi ayah sementara untuk marcel.”


Di Titik ini Luna sama sekali tidak tahu dimana letak kesalahannya, “Kau bodoh kak, aku benar tidak habis pikir kau akan mengatakan seperti itu kepada seseorang yang selama sisa hidupnya tidak memiliki orang tua, bahkan kau merusak harga dirinya dengan berusaha menyebutkan harga.” Balas Jeni dengan frustasi.


Dari awal Aji memang sudah tidak berniat untuk datang ke tempat ini hingga saat ia bertemu kejadian seperti ini tentu membuatnya sangat marah! Jeni bahkan merasa bersalah karena membawanya ke tempat ini.


“Jen aku minta Maaf!”


Luna meminta maaf karena membuat semuanya menjadi kacau, “Jangan memohon padaku, aku bahkan bersyukur kalau ia hanya memukul daripada ia marah betulan!” balas Jeni tidak ingin terlalu memberikan harapan kepada Luna.


Di panti asuhan mereka sangat terkejut  dengan keadaan AJi yang terlihat sangat marah, “Jangan ada yang ganggu!” ucapnya  sebelum masuk ke dalam kamarnya.


Kepergian Aji segera menjadi hari yang sangat melelahkan untuk JEni karena ia harus menjelaskan banyak hal untuk membuatnya acara berjalan menjadi lebih baik.


Ia sebagai penyelenggara acara berusaha membuat semuanya menjadi lebih karena ini akan sangat berbahaya baik itu pihak luna yang bisa saja menjadi rusak namanya, atau Aji yang bisa di serang habis-habisan oleh para pendukung Luna karena berani memperlakukan pujaan hatinya seperti itu!


“Hah!! Menjadi seorang Ayah,”


Tasmia tentu terkejut saat mendengar Jeni menjelaskan kenalannya menjadi AJi seorang ayah untuk anaknya.


Tentu tasmia memilih ekspresi berbeda dengan apa yang Aji berikan, baik itu tasmia dan anak-anak yang ada di panti terlihat  tertawa  karena Aji yang tiba-tiba menjadi seorang ayah.


Sebenarnya Jeni  menginginkan ekspresi seperti itu  dari aji sehingga mereka bisa tertawa bersama walaupun  aji bisa menolak permintaan luna ia bisa tentu bisa menjadikan itu bercanda bersama.

__ADS_1


“Untuk sekarang pulanglah lebih dulu, biarlah nanti tante yang bicara dengannya, tapi untuk menjadi anak tersebut maaf tante ngak bisa bantu apa-apa.” Balas Tasmia bijak.


Itu memang adalah kabar yang mengejutkan, tapi ia juga mengerti alasan Aji bisa sangat marah, bahkan ia sedikit terkejut saat aji tidak memukul perempuan itu setelah membicarakan uang dengannya seperti itu.


“Makasih tante!” balas Jeni permisi untuk segera pulang.


Karena suasana hatinya yang sedang dalam keadaan yang sangat buruk, kini enma segera mengamuk dalam medan perang dan membunuh setiap goblin yang dia hadapi ,  pertahanan yang ia lakukan terlihat sangat keras untuk ukuran perbedaan pasukan yang sangat Mencolok.


Berbagai stategi pertempuran untuk mengalahkan pasukan Goblin yang menyerang, sehingga di timnya tidak terlalu banyak korban bahkan mereka menjadi semakin kuat.


Tapi saat ini arah serangan memang menjadi semakin keras, karena pemimpin mereka juga ikut campur dalam masalah ini.


Di pihak musuh pahlawan mereka yang memimpin serangan, di bawah pimpin Moroala  sebagai seorang pahlawan ia mendapatkan Bonus serangan yang sangat besar saat bersama dengan pasukannya.


Sehingga Pasukan Enma yang awalnya terlihat sangat unggul secara perlahan di pukul mundur hingga sekarang mereka harus bertahan di balik dinding tembok  kerajaan soppeng.


“Bos mari mundur untuk sementara waktu!”


Seluruh bawahannya terlihat kebingungan melihat sikap Enma yang menjadi sangat aneh ia terlihat baru saja mendapatkan banyak masalah sehingga melampiaskan segalanya kepada para goblin yang ada disana.


Bahkan beberapa rekannya yang mengikutinya menjadi korban karena beberapa serangan Enma yang diluncurkan secara asal-asalan.


Enma terlihat tidak ingin mendengarkan, di tengah kepungan musuh ia terus membunuh musuh yang menyerang dengan gilannya, dan tidak peduli dengan apa yang terjadi dengan rekan-rekannya.


“Wot perintahkan tarik mundur pasukan untuk masalah Bos biarkan aku yang mengurusnya, Kalian juga bantu yang lain untuk membuat jalur mundur untuk mereka semua ,” karena enma yang saat itu sedang dalam keadaan gila, Guts sendiri  yang harus mengambil alih dan memberikan segaam perintah untuk semnatera waktu mundur.


Wot saat itu yang sedang bingun segera sadar dengan apa yang Guts katakana dan setuju kalau itu memang benar dan mereka akan harus segera mundur dari tempat ini.

__ADS_1


__ADS_2