
Luna di tempat cukup jauh terus melihat teman yang di bawah jeni yang ia tahu kalau ia adalah orang yang berada dalam foto tersebut, sehingga saat jeni datang kepadanya ia langsung tersenyum karena membawa orangnya sesuai dengan perjanjian.
“semoga berhasil,” balas Jeni menepuk pundak luna yang melihat AJi berjalan menuju tempat makan.
“tentu!” balas luna.
Sampai saat ini luna masih percaya diri bahwa tidak ada laki-laki yang bisa menahan pesonanya , saat jeni sampai ia segera membuka acara, dengan sangat baik, dan mempersilahkan luna untuk menyanyi sebagai pembuka acara.
Saat luna mulai bernyanyi ia berusaha melihat respon dari AJi, namun hampir satu lagu terlihat aji tidak merespon kepadanya. dimana semua hadirin yang ada disana terlihat sangat bersemangat saat ia baru saja tampil, Tentu ini membuatnya sangat frustasi, bahkan saat ia sudah turun dari panggung ia tidak bisa menutupi itu dari jeni.
Tapi saat itu jeni hanya pura untuk tidak melihatnya, ia melanjutkan acara selanjutnya, yaitu para 3 guild besar memberikan kata sambutan .
“Bos, bisakah aku sedikit menemanimu!” balas seseorang yang tiba-tiba menyapa aji saat asik menikmati makanannya.
Aji langsung melihat orang yang melihatnya, “Cain!” ucapnya mengenali orang tersebut sebagai cain.
“Ridwan!” ucapnya memperkenalkan dirinya lebih baik.
“Senang melihat orang yang dikenal!” balas aji mempersilahkan Ridwan duduk denganya.
“KAu pembohong bos! Kau tidak tahu betapa menyedihkan diriku saat bos putih mendapatkan laporan darimu!” balas Cain mulai mengeluh saat ia duduk bersama dengan AJi.
“OK, ok, aku minta maaf!” balas Aji sambil tersenyum.
“Cukup bijak bisa mengenaliku, dengan pakaian normal seperti ini!” lanjut Aji.
“Cukup sulit! Hanya insting, mungkin jika kau tidak datang bersama bos putih aku tidak akan berpikir kau adalah asu.... maksud ku enma!” lanjut Cain, yang hampir membeberkan kalau AJi adalah Asura.
“Tunggu-tunggu, kenapa bisa ada seseorang penyusup di tempat seperti ini!” ucap seseorang dengan cukup keras saat melihat Aji yang tengah duduk santai bersama dengan RIdwan.
“Dendi jangan membuat masalah yang tidak berarti!” balas Cain yang sepertinya mengenal orang itu.
Awalnya Aji terlihat tidak peduli, karena mengira itu hanya masalah antara para pemain semata, tapi saat melihat perempuan yang ada di samping perempuan tersebut, ia langsung tahu kalau ia adalah orang yang di target pria tadi.
Karena tahu ia adalah orang yang di targetkan aji langsung memperlihatkan papan nama-nama yang juga merupakan bukti sebagai mereka masuk sebagai tamu undangan dan masuk dengan sah.
__ADS_1
Papan nama tersebut terdapat sebuah barcode kecil yang bisa di cek kalau memang ia adalah tamu atau tidak, aji sudah berjanji kepada jeni kalau ia tidak akan membuat masalah.
“ambil itu, dan cek apakah aku penyusup atau tidak!” balas AJi.
“setelah itu pergi karena kedatanganmu membuat kue-kue ini kehilangan rasa!” lanjut aji menyindir mereka.
Ada petugas keamanan yang ada disana langsung mengecek tanda pengenal tersebut, dan aji terbukti memiliki undangan untuk memasuki tempat ini.
“Kalau sudah puas silahkan pergi,” kini cain bersuara untuk membantu AJi.
Tidak jauh dari sana Luna dan jeni terus mengawasi apa yang terjadi, “KAu tidak berniat membantunya!” balas luna.
“Lihat saja, dan lihat bagaimana susahnya mantan suami mu untuk di taklukkan,” balas Jeni dengan sedikit bercanda.
“tidak mungkin! Orang rendahan sepertinya bisa masuk ke tempat ini, ia bahkan bukan pemain,” orang yang menuduh aji masih tidak percaya kalau Aji memang seorang pemain.
“Bla, bla, bla, cain aku tidak terbiasa untuk datang ke dalam acara seperti ini, jadi aku akan bertanya apa anjing yang terus menggonggong seperti ini memang biasa terjadi?” ucap AJi kepada cain dengan santai.
“Terkadang anjing memang dibutuhkan untuk memeriahkan suasana!” balas Cain mengejek.
“Kalian,”
“APA!” balas jeni dengan sedikit santai tapi saat ini ia menggunakan pengeras suara.
“aKu dengar ada acara dimana para pemain dari setiap Guild mengirimkan anggotanya untuk melakukan duel!”
“semuanya sudah siap!” balas JEni santai.
“aku setuju tadi ucapannya bahwa kehadiran anjing dalam setiap acara memang dibutuhkan untuk memeriahkan suasana!” lanjut aji.
Sekarang ia terlihat naik keatas panggung, dan mengambil mik, “AKu rasa kita para pemain tidak terlalu membutuhkan acara terlalu Formal, bagaimana kalau kita langsung masuk dalam ke inti acaranya, sebagai tamu dari penyelenggara utama, aku berniat memberikan kalian sedikit hiburan dengan mengajukan tantangan kepada DEndi dari strom hunter! Itupun kalau mereka tidak takut!”
Semua orang tidak akan menduga kalau aji benar-benar akan mengajukan sebuah tantangan duel kepada Dendi yang merupakan salah petinggi dari strom hunter, salah satu guild besar yang ada di Indonesia.
Selain garuda yang sudah menjadi simbol Indonesia di AW, storm hunter belakangan ini tumbuh dengan baik sehingga orang seperti dendi yang merupakan wakil ketua dalam guild sedikit sombong.
__ADS_1
“tidak bisakah aku meninggalkanmu dalam keadaan tenang hanya dalam setengah jam!” ucap jeni pelang yang ada di sampingnya.
“Ini lebih baik daripada aku memukulnya disana!” balas AJi tidak merasa bersalah.
“Fight!”
“Fight!”
“Fight!”
“Fight!”
“Fight!”
Teriakan untuk menerima tantangan AJi segera teriakan para pemain yang ada disana, mereka tentu ingin melihat pertarungan antara para pemain sebaik mungkin.
Dendi sempat melihat seseorang sebelum ia setuju untuk bertarung. “berapa level mu saat ini!” ucap dendi saat mereka sudah berada di atas panggung.
Saat mereka sudah berhadap-hadapan peralatan drive segera dikeluarkan, peralatan Drive yang dikeluarkan adalah peralatan khusus yang memang diciptakan untuk mengadakan pertarungan antara pemain seperti ini!
Itu adalah seorang sebuah peralatan super canggih yang berbentuk kapsul besar yang bisa bisa dimasuki, jika peralatan drive pada umumnya hanya helm atau sebuah kacamata ringan yang bisa di gunakan saat tidur di kamar.
Dalam kapsul tersebut tidak terdapat apa-apa selain sebuah ruangan yang dibuat sangat nyaman sehingga para pemain bisa lebih nyaman dalam bermain, dan dikabarkan ini dibuat khusus untuk menghindari kinerja otak yang berlebih saat pertarungan terjadi.
“Tidak perlu khawatir! Bertarunglah denganku tertinggi milikmu! Bahkan sepuluh orang setingkat dengan mu tidak bisa mengalahkan ku!” balas Aji yang melakukan war psikolog dengan Dendi.
Luna terus diam melihat apa yang terjadi, tapi melihat Aji yang seperti ini membuatnya ragu, menurutnya akan terlalu berhaya untuk berurusan dengannya.
“Mulai takut!” balas Jeni yang sudah berada di sampingnya.
“kalau menurut ayahku, ia sebenarnya adalah orang baik, namun lingkungan tempat ia berkembang adalah lingkungan yang sangat keras sehingga membentuk sebuah watak yang seperti ini!” lanjut jeni.
“Bukan itu malah lebih berbahaya!” balas Luna yang khawatir dengan keselamatan anaknya.
“pertama kau mencari seseorang yang mau menikahimu, atau mencari seseorang yang mau mengaju sebagai mantanmu!” balas Jeni yang merasa kalau luna terlalu lebay dalam memberikan penilaian terhadap AJi.
__ADS_1
“kedua dan yang paling utama, ia belum tentu setuju dengan permintaanmu, menurutku yang lebih penting kau lebih memikirkan cara untuk membuatnya setuju dengan permintaanmu!” lanjut jeni
Luna sedikit berpikir, ia sebenarnya ingin membantah ucapan jeni tapi ia tiba-tiba tidak tahu harus membicarakan apa.