
Terlihat aji yang mengerutkan kening mendengar tawaran dari Jeni yang terdengar sangat bagus, “Kau yakin dengan Tawaran Mu,” balasnya dengan reflex.
“Tentu selama kau berperilaku baik, mungkin aku bisa memberikanmu bantuan yang layak!”
Jeni sedikit terkejut mendengar Aji yang berniat untuk menerima tawarannya yang sebenarnya hanya sebuah candaan untuk mengejeknya.
“Tidak perlu gugup, jika memang kau adalah seorang top global seperti apa yang kau katakan, permintaanku seharusnya tidak akan terlalu sulit!” balas Aji yang melihat Kalau jeni terkejut dengan ia yang akan meminta pertolongannya.
“jadi apa !” jawabnya terdengar ketus, ia sudah menawarkan untuk memberikan bantuan, sehingga ia tentu tidak bisa menarik perkataannya karena ia tahu jika sampai ia menariknya, itu akan menjadi bahan Aji untuk mengejeknya beberapa waktu kedepan.
Sedangkan ia dengan aji masih akan memiliki banyak waktu bersama dalam beberapa waktu kedepan, “Carikan aku artefak yang bisa menangkap sebuah PET,” ucap Aji santai.
Setelah ia bermain semakin ia tahu harus melakukan apa kepada perkembangan karakternya, karena ia tidak ingin menjadi seorang beast tamer, membuatnya jika ingin mendapatkan sebuah pet, maka satunya jalan adalah dengan mengandalkan item, atau artefak.
Dan sekarang ia masih berada di desa pemula sehingga masih membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mencarinya, jika Jeni berbaik hati mencarikan itu untuknya maka semua itu akan menjadi lebih baik untuknya.
“Serius!” balas Jeni dengan terkejut.
Apa yang membuat Jeni terkejut, adalah ia sudah mengharapkan aji akan meminta bantuannya untuk melakukan grading, untuk membuat levelnya meningkat lebih cepat, hal itu juga yang membuatnya gugup karena ia tidak memiliki waktu untuk membantu seorang pemula.
“Aku tahu seorang pro player tidak memiliki waktu untuk membantuku naik level, jadi aku hanya meminta sebuah permintaan yang mudah bukan!” balas Aji santai.
__ADS_1
“Tunggu! Kau seorang pro player!”
Balasan dari Aji malah membuat Jeni curiga kalau Aji sebenarnya merupakan seorang pro player, “sudahlah jangan banyak bertanya, aku hanya ingin tahu apa kau bisa mendapatkan artefak yang aku minta! Dan tenang saja aku bukan seorang pro seperti yang kau bilang, tapi setidaknya aku tahu cara bermain dalam game ini!”
Sebenarnya dalam permainan ini ada beberapa cara untuk mendapatkan uang, misalkan saja, dengan menjual video-video pertarungan kita ke aplikasi video, tentu sebagai permainan yang sedang booming dan banyak orang yang penasaran karenanya membuat berbagai video tentang another word digemari banyak orang.
Bahkan jika itu kurang, pengembang dari permainan ini sendiri memiliki fitur live stream, untuk membuat gamernya sendiri bisa mendapat pengikut seperti di app lainnya. Yang di dalam live stream tersebut para penontonnya bisa melakukan sawerria berubah koin khusus yang terhubung di toko yang menjual berbagai artefak kelas rendah, atau koin khusu itu bisa di tukar dengan uang dari dunia nyata.
Untuk membuat para pemain berduit terlalu mendominasi, dalam Store tidak ada artefak yang terlalu hebat, disana hanya ada beberapa artefak yang hanya bisa berguna di awal-awal permainan.
Tapi sekarang aji belum akan masuk dalam area itu, karena di awal permainan seperti ini ia sama sekali tidak ingin membagikan pengetahuan yang telah ia miliki, jika harus membagikan sesuatu ia mungkin hanya membagikan beberapa momen dalam pertarungannya seperti apa yang terjadi saat ia masih melawan kakek kakek tua ini.
“Ok, ok, aku mengerti, tapi berikan aku waktu karena item seperti itu masih sulit untuk ditemukan karena akan banyak orang yang meminatinya! Berikan aku lokasimu, jika aku menemukannya aku akan mengirim seseorang untuk mengantarnya!” balas Jeni dengan sedikit Jengkel, walaupun ia sedikit curiga bahwa apa yang Aji katakana di sesimpel dengan apa yang ia dengar.
Ini membuat jeni semakin terkejut, karena sendiri tahu kalau desa itu saat ini sudah terkepung oleh agresi para Monster yang ada di sana sehingga ia akhirnya mengerti alasan kenapa Aji mengatakan hari ini tidak berakhir dengan baik untuknya.
“ya sudahlah, aku akan menghubungimu, dan btw sebelum segala pemeriksaan ini selesai, aku ingin menyampaikan seperti nya besok adikku yang kemarin kau selamatkan ingin berkunjung untuk mengucapkan terima kasih secara pribadi.”
Sebenarnya ia masih penasaran dengan berbagai pilihan yang Aji ambil, ia tahu sebelum ia menentukan titik di memulai permainan, system akan memberikan beberapa keunggulan dan kerugian dari tempat yang akan mereka pilih.
Sehingga tentu akan ada pemberitahuan kalau lokasi itu terlalu berbahaya, jadi awalnya ia mengira Aji adalah seorang pro dalam permainan ini mulai merasa kalau ia hanya orang bodoh, tapi melihat sifatnya dalam permainan dalam pikirannya tempat terpikirkan bahwa ada sesuatu yang menarik di sembunyikan orang ini.
__ADS_1
“terserah denganmu, lagian ini mulai membosankan saat aku hanya terus bisa melihat mukamu yang jutek itu!” balas Aji yang langsung membuat Jeni tersinggung.
“Ai sepertinya kau memang tidak memerlukan bantuan!!’
Mendapatkan ejekan seperti itu membuat jeni membuat pose ngambek dan berpura-pura untuk pergi, “Tunggu-tunggu,” balas Aji melihat Jeni yang ingin pergi.
Jeni sudah merasa menang, sekarang ia berniat untuk membuat Aji memohon kepadanya, “tolong jika ingin pergi! sampah-sampah ini tolong di bawah,” lanjut Aji membuat segala harga diri darijeni runtuh, ia tidak lagi peduli dengan aji langsung nyelonong kabur karena sikap aji yang seperti itu.
“Hahaha, aku tidak menyangka mengoda orang kaya akan semenyenankan ini!” ucapnya sambil tertawa mengingat ekspresi jeni yang menurutnya sangat lucu.
Setelah jadwal pemeriksaaan selesai, dan ia merasa cukup mengistirahatkan otaknya, ia kembali masuk dalam permainan, di dalam sana ia sudah ditunggu kakek tua gila yang langsung memberikannya serangan.
Memasuki babak baru pertarungan membuat semua hal yang ada disini menjadi semakin menantang, dan itu semakin menyenangkan bagi enma, bahkan notifikasi dari status GAft yang terus bertambah membuatnya semakin bersemangat.
Jual beli serangan diantara mereka semakin intens, walaupun dari ke waktu kekuatan dari stat GAftnya membuat Enma semakin kuat perbedaan diantara mereka tidak bertambah karena pada dasarnya kakek tua ini memang sudah kuat.
“Jika ingin bergantung dengan stat, tidak akan bisa membuatmu menang!” ucap sang KAkek berhasil mendaratkan tendangan kepada Enma.
“Bacot, kakek tua Bangka!” balas enma dengan jengkel.
Tentu enma sendiri tahu, Kalau ia tidak bisa melakukan apa-apa jika ia hanya mengandalkan stat semata, tapi menurutnya melawan Orang tua ini hanya berdasarkan sebuah teknik bertarung akan sama saja karena kemampuannya tentu akan sangat berbeda dengan apa yang dia miliki.
__ADS_1
Dalam keadaan seperti ini, siapapun yang berada dalam posisinya tentu mau tidak mau akan kepikiran untuk menemukan cara untuk melawan, “ikuti arus, ikuti arus, ikuti arus,” di dalam kepalanya sendiri ia berusaha untuk mengatur saran dari pak tua itu untuk tidak terlalu banyak berpikir.