Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan

Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan
melawan tenggae


__ADS_3

Enma terus mendengarkan dengan baik setiap penjelasan dari Flavour karena itu bisa saja ada informasi yang bisa mereka gunakan untuk menyelesaikan misinya.


“Tunggu! Aku ingin melawannya, ini sangat beresiko untuk menggunakan orang yang tidak berguna untuk menjadi seorang mata-mata,” tenggae akhirnya  tidak tahan dan akhirnya memberikan tantangan untuk bertarung.


“Nak jangan membuat masalah, ayahmu menyuruhku membawamu untuk melihat dunia bukan untuk membuat masalah menjadi tidak terkendali!” balas Flavour yang terlihat mulai tidak suka Tenggae terus mengoceh.


“Maaf nak sepertinya aku harus menolaknya!” balas enma terlihat tersenyum mengejek.


“Kau berhenti mempropokasinya!” balas Flovour.


“Maaf, maaf,” balas enma sambil tersenyum.


“Paman tolong, semenjak aku keluar dari kekaisaran  aku belum bertarung dengan siapapun, sehingga aku ingin melihat gaya bertarung dari negeri luar, dan sepertinya orang mu ini adalah lawan yang cocok untuk menguji kemampuanku!”  ucapnya memohon Flavour untuk menyajikannya bertarung dengan enma.


“Bos apa perlu aku yang maju!” bisik Sonu, yang sedikit banyak juga sangat jengkel dengan orang itu.


“ia bukan lawan yang cocok untukmu!” balas enma menggunakan ruler voice.


“Kalau tidak ada lagi yang anda inginkan katakana bos aku berharap untuk meninggalkan tempat!” ucap enma meminta izin pergi.


“Tunggu, berikan sedikit anak ini pelajaran!” balas Flavour akhirnya memberikan persetujuan kepada enma untuk bertarung.


“Bos! Bukankah kau terlalu berharap banyak terhadapku bahkan levelku sudah berbeda cukup jauh dengannya!” balas Enma.


Walaupun enma mengatakan seperti itu enma terlihat bersemangat ia bahkan mengeluarkan salah satu koleksi pedang miliknya untuk  bertarung dengan anak itu. “Jangan terlalu berlebihan, anak ini memiliki cukup nama! akan   merepotkan jika kau melukai terlalu banyak.”


Setelah mendapatkan persetujuan dari Flavour, Tenggae segera menarik pedangnya dan bergerak untuk melawan Enma,  serangan pertamanya ditahan dengan mudah oleh Enma.


Dengan Grave of sword melawan musuh yang lebih kuat darinya tidak akan membuat enma terlalu terpikirkan apalagi perbedaannya hanya puluhan level semata.

__ADS_1


Di awal pertempuran enma hanya terus menghindar, “Anak ini memang bajingan!” ucap Flavour saat melihat enma bertarung sedang mempermainkan keponakannya.


“Untungnya aku tidak terpikirkan untuk melawannya!” ucap Sonu melihat enma bertarung dengan tubuh utama nya.


Awalnya Sonu sempat terpikirkan untuk mencoba peruntungan untuk melawan Enma dalam bentuk manusianya karena melihat enma saat itu memiliki level yang lebih rendah darinya, namun sekarang ia tahu pikirannya itu memang beneran bodoh.


Karena bosnya saat ini adalah definisi dari monster yang sesungguhnya,  “Kenapa melihatku seperti itu! Aku hanya memperlihatkan padamu cara bertarung orang sini, atau hanya segini kemampuan berpedang dari kekaisaran utara!” balas enma.


Enma tahu kalau anak ini sedang frustasi, sehingga ia semakin menyiram minyak kepada bara api yang sedang menyala itu! Karena ia memang dari dulu menyukai orang seperti itu.


“Mempertanyakan kemampuan berpedang ku sedangkan dari tadi kau hanya menghindar! Sepertinya kau memang hanya banyak bacot!”


Tidak terduga IA tidak terlalu termakan dalam provokasi yang enma lakukan, sebenarnya setelah Enma bertarung ia sedikit memuji karena melihat anak ini memiliki kemampuan berpedang yang sangat hebat, jika dilihat mungkin kemampuan dari swordmarshipnya sudah berada di intermade, menuju ke advance.


Seandainya enma tidak mempelajari grave of sword ia mungkin sudah kalah dari tadi, “Kau benar juga, kalau begitu bersiap, aku akan menyerang!”


[tai chi]


[Saat diaktifkan +20 kecepatan, beberapa titik kelemahan lawan akan terlihat sehingga anda bisa membuat serangan balik yang cocok untuk lawan anda.]


Dari perkataan enma menuju tindakannya dalam menggunakan skill tai chi miliknya itu sangat cepat sehingga Tenggae sedikit terlambat merespon  dan membuat pergerakannya goyah, disitu setelah berhasil membuat lawannya goyah.


Hanya dengan beberapa gerakan kecil sudah cukup membuatnya terjatuh ke tanah, walaupun lawannya sudah terjatuh ke tanah Enma tidak berniat untuk mengakhirinya, dengan menggunakan cara bertarung yang sudah lama tidak digunakan, ia berniat mengakhiri pertarungan.


Dengan peti yang berada di belakangnya ia sudah berniat untuk memukul lawannya itu yang sudah berada di tanah, tapi saat ia sedikit lagi memukul nya peti itu segera ditahan flavour.


“Sudah, kau menang!” balasnya


“Tidak menarik! Ayo tinggalkan tempat ini!” balas Enma juga memanggil Sonu untuk meninggalkan mereka ini.

__ADS_1


“Tunggu!” balas orang itu.


Namun saat itu enma tidak lagi peduli, ia terus berjalan meninggalkan flavour dan keponakannya yang sedang jengkel.


“Bagaimana, sudah puas! jika itu adalah pertarungan sesungguhnya ia sudah membunuh 3 kali,” ucap Flavour kepada keponakannya.


“Tidak mungkin satu-satunya kesempatan miliknya hanya disaat terakhir bagaimana paman mengatakan ia memiliki 3 kesempatan untuk membunuhku!” balasnya yang merasa enma tidak mendapatkan kesempatan sebanyak itu.


“Pertama skill yang dia aktifkan sebenarnya adalah skill counter yang bisa membuat mu terluka atau bisa terbunuh, kedua walaupun Tai chi hanya skill counter ia hanya menggunakannya untuk membuat kamu kehilangan keseimbangan disitu ia memiliki momen tambangan untuk membuatmu mati karena disana ada banyak perhatianmu yang terbuka, dan terakhir adalah momen yang sudah kamu tahu sendiri,  saat kau terjatuh disana jika ia serius ia bisa menebas kepalamu langsung.”


Flavour memberikan penjelasan yang jauh lebih baik kepada keponakannya tentang bagaimana enma mengalahkannya, setelah dijelaskan ia akhirnya tertunduk karena malu dengan apa yang ia lakukan saat ini.


Selama ini di dalam kekaisaran ia tidak pernah mengalami kekalahan seperti ini, sehingga kekalahan ini  membuatnya sedikit terguncang.


“JAdi ini alasan paman sangat ragu membuatku bertarung dengannya!”  setelah merasakan kemampuan dari enma, Tenggae  akhirnya mengerti kenapa pamannya terlihat sangat menentang pertarungannya melawan enma.


“tidak juga! Jujur saja aku percaya kalau kamu tidak bisa mengalahkannya karena gaya bertarungnya yang memang sangat brutal, sehingga tidak cocok dengan gaya bertarung mu! Jadi saat ia bisa mengalahkanmu dengan mudah jujur aku juga sedikit terkejut.”


Yang ia tahu enma memiliki gaya bertarung lebih condong kearah pertarungan para berserk yang tidak memiliki ketakutan, sehingga ia percaya melawan Keponakannya yang tidak memiliki pengalaman tidak bisa ia kalahkan dalam beberapa trik licik.


Tapi berbeda dengan apa yang enma harapkan dari teknik tersebut, tidak ada yang bisa mereka lihat itu hanya murni sebuah kemampuan hebat dalam berpedang.


“JAdi apa anda masih berpikir kalau orang itu tidak layak direkrut ke dalam kekaisaran, karena menurutku orang itu akan jauh lebih berbahaya jika menjadi lawan dari kawan!” balas flavour membuat kopeakannya menjadi diam


Saat enma masih dibicarakan disana, enma sudah berjalan cukup dan menikmati apa yang baru saja didapatkan dari flavour, “JAdi kita akan menyusup ke benua tengah!” ujar sonu yang masih tidak percaya kalau mereka akan menjadi mata-mata ke benua tengah.


“seperti yang kau lihat! Btw apa skill yang orang itu berikan cukup berguna!” balas Enma yang baru ingat kalau sonu juga mendapatkan skill.


“tidak terlalu berguna, namun aku cukup menyukainya!” balasnya iya juga langsung mempraktekkan kepada enma.

__ADS_1


Dalam satu loncatan sonu berhasil memasuki bayangan yang enma memiliki, “Kemampuan ini membuatku bisa memasuki dunia bayangan sehingga aku bisa bersembunyi seperti ini dalam bayangan yang ada.”


Melihat itu enma sangat puas dengan apa yang ia dapatkan! Dan semakin yakin kalau apa yang akan menunggunya akan semakin menarik.


__ADS_2