
setelah semua rencananya selesai, ia segera melepaskan penutup kain yang menutup matanya, kain tersebut ia ikat di pergelangan paha miliknya.
[kain seribu wajah]]
[Di dalam kain tersebut fitur ilusi yang jika diaktifkan akan membuat rupa dari orang yang memegang kain tersebut sesuai dengan apa yang dia inginkan, itu tidak membutuhkan mana, tapi syarat penggunaan kain tidak bisa lepas dari orang yang menggunakannya.]
“untuk saat ini aku masih tidak bisa melakukan apa-apa terhadap suaraku, tapi setidaknya ini sudah cukup untuk mengelabui musuh bukan!” lanjut enma yang segera memberikan anggukan puas oleh semua orang yang ada dalam ruangan.
setelah mendapatkan persetujuan dari semua orang, enma sedikit meminta waktu untuk mereka semua memberikannya kesempatan untuk berbicara bersama dengan sang juru kunci yang mereka miliki, ia hanya ingin membicarakan beberapa hal untuk membuat tingkah laku nya akan sama persis dengan sang juru kunci.
setidaknya itu sebelum mereka di pelabuhan, saat itu tidak ada yang tahu dengan apa yang enma lakukan dengan sang juru kunci, tapi saat mereka keluar kelompok itu sama sekali tidak bisa membedakan apa yang terjadi di antara mereka berdua siapa yang asli dan siapa yang palsu.
hingga enma bersuara dan mengejek mereka yang tidak bisa mengenalinya, dan segera meminta melakukan pergerakan.
namun saat enma mengejek pasukan yang ada, ryen terlihat terkejut, sambil melihat sang juru kunci yang terlihat diam, tapi ia segera mengambil alih pasukan untuk segera bergerak sesuai dengan rencana yang ada.
ryen terlihat bergerak cepat, ia bahkan langsung menggendong enma dan langsung bergerak sesuai dengan rencana yang ada, begitu pula dengan Sonu, langsung menggendong sang juru kunci.
dalam rencana yang mereka berikan baik itu ryen yang bersama enma yang menyerupai juru kunci, atau sonu bersama sang juru kunci, harus bergerak secepat yang dia bisa saat pertama kali keluar dari kapal.
mereka ingin membuat para pengejar menjadi semakin bingung, beberapa orang bahkan diberikan perintah yang sama untuk membuat bingun para pengejar, tentu yang belakang mereka tidak mirip sang juru kunci melainkan hanya diberikan pakaian yang sama.
selain itu rencana tetap masih sama kelompok besar yang tersisah masih bergerak sesuai rencana awal, dengan maksud mereka bisa membawa kecurigaan dan perhatian musuh menjadi lebih terarah.
“sial kenapa pengejar bisa sebanyak ini!” ucap sonu saat melihat ada banyak orang yang telah mengejarnya.
__ADS_1
“Tentu karena ada pengkhianat diantara mereka,” ucap sang juru kunci yang masih berada di dalam gendongan Sonu.
Saat itu sonu dan maria sangat terkejut karena suara orang yang ia gendong terlihat sama persis dengan enma, “Ini aku! fokus saja untuk kabur dari mereka,” balas enma yang ternyata yang ikut dalam rombongan sonu adalah enma sendiri dan juru kunci yang asli berada di tangan ryen.
“Maria, tolong berikan mereka sedikit halangan dengan sihir!” lanjutnya
“Mulai dari sini aku akan aku meninggalkanmu, kecepatanmu bergerak akan memperlambat kami, berusaha saja mengejar kami sambil terus mengeliminasi pengejar ini satu persatu!”
jika mereka butuh kabur mereka membutuhkan kecepatan sedangkan jika maria terus bersama dengan mereka tentu itu hanya akan memperlambat ya, tentu mereka bisa tenang karena kemungkinan akan sangat kecil jika untuk mereka menyerang Maria karena target utama mereka saat ini adalah untuk mendapatkan juru kunci dari tangan sonu.
dan memang benar saat Maria berhenti hampir tidak ada pengejar yang melawannya mereka semua berfokus untuk mengejar sonu yang terus berlari, “Semoga berhasil! dan buktikan kalau kau adalah assasin terbaik!” ucap enma memberikan semangat kepada Sonu sambil tersenyum mengejek.
“Bos bukankah itu lebih mudah jika kau berlari sendiri!” balas Sonu yang merasa kalau enma yang berada di punggung nya hanya memperlambatnya!
“Bodoh! jika kau menurungkanku, itu hanya membuktikan kalau aku bukalah juru kunci yang asli” balas enma memukul sedikit kepada sonu yang menurutnya sedikit bodoh.
yang awalnya mereka yang berencana untuk langsung mengarah ke dalam gerbang utama kekaisaran ibukota maritengngae, harus merubah jalur dengan sangat ekstrim karena dari jalan yang mereka lalui sepertinya telah ditunggu musuh-musuh yang tidak mereka ketahui keberadaannya.
jadianya jumlah pengajar yang saat itu mengejar mereka terus bertambah dan membuat mereka semakin kerepotan. lari dan terus mencoba berlari hanya itu yang mereka bisa lakukan, tangan sonu sebenarnya sudah sangat gatal untuk melawan balik tapi enma terus memberikan perintah untuk terus kabur mengambil perjalan yang lebih jauh.
“bagaimana keadaan yang ada disana!” ucap enma melalui ruler voice kepada ryen.
“Seperti yang kau perekdisi, hampir tidak ada yang mengikuti kami!” balas ryen takjub.
hingga sampai detik ini orang yang mengatakan mereka masih beranggapan kalau juru kunci yang asli ada di kelompok sonu dan segel kaisar berada di kelompok 3, sehingga hampir tidak ada yang berani mengganggu perjalan ryen yang memang sudah terkenal akan kekuatannya.
__ADS_1
“Aku harap bayarannya nanti sesuai! jika tidak aku mungkin bisa menjadi hantu bagi kekaisaran mu jika apa yang kau janjikan tidak sesuai dengan perjanjian!” balas enma mengejek.
“Untuk pertama kalinya ada seseorang yang mengancamku! tapi tenang saja jika semuanya berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan bayarannya akan jauh melebihi yang kau inginkan! semoga selamat!” ucap ryen yang menutup obrolan mereka.
“mereka sudah aman! waktunya melawan balik!” balas enma yang menyuruh sonu untuk menurunkannya dari gendongannya.
ia juga melemparkan puluhan rune peledak yang dimilikinya, “Gunakan kemampuan shadow yang kau miliki untuk ketempat maria yang berada di atas bukit! dan lakukan sesuai dengan apa yang kau inginkan!” lanjut enma.
tentu sonu tidak lagi banyak bicara dan segera bergerak sesuai dengan apa yang enma peritnahkan.
“sambil mengangkat tangannya enma terus tersenyum sambil melihat para pengepung yang mulai berdatangan!”
beberapa orang yang ada disana merasa legah karena berhasil menyusul, tapi mereka merasa curiga saat melihat target mereka terlihat sangat percaya diri.
dan memang benar saat enma melepaskan kain yang ada di pahanya, otomatis ilusi yang ada dalam dirinya segera terlepas memperlihatkan wujudnya yang sebenarnya.
“Sial kita tertipu! bunuh orang itu sisanya tinggal untuk membunuh sialan itu!”
saat melihat kalau yang mereka buruh adalah orang yang salah membuat petinggi mereka segera memberikan perintah untuk melakukan pengejaran.
“BOMM!!”
“BOMM!!”
“BOMM!!”
__ADS_1
ledakan dari belakang mereka segera membuat mereka terkejut, awalnya mereka mengira itu adalah serangan dari mage atau sejenisnya namun itu adalah sonu dan Maria yang terus melepamrankan rune peledak yang mereka miliki.