Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan

Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan
bercerai


__ADS_3

Bagi jeni saat itu ia hanya ingin bercanda dengan Aji, sambil berusaha memanfaat kesempatan tersebut untuk mendapatkan untung dengan mengundang Luna kedalam acaranya.


Ia tidak pernah terpikirkan kalau akan ada masalah seperti ini, sehingga ia mulai menyesal membuatnya semuanya menjadi mudah untuk Luna, karena dia sadar bahwa semuanya menjadi seperti ini karena ia yang mengaturnya.


“Tante aku mohon maaf, jika ada masalah kedepannya aku akan membantu Aji untuk menyelesaikanya,” balas Jeni merasa sedikit bersalah.


“Jangan terlalu berharap terlalu tinggi, aku tidak terlalu marah kepadamu, aku hanya sedikit kecewa, aku sudah beberapa tahun ini aku hampir  tidak melihat Aji membawa seseorang selain mantannya, sehingga Aku sangat senang saat melihatnya bisa berteman baik denganmu, “ balas Tasmia.


“Dan mungkin ini bisa membuatmu sadar bahwa Aji selama ini tidak pernah mengandalkan seseorang, jadi jangan terlalu terlibat beberapa hal yang tidak ia ingin sentuh karena itu akan menjadi masalah yang jauh lebih besar dari apa yang kamu harapkan.”


Setelah mengatakannya Tasmia segera mengakhiri pembicaraan ini, dan menuju luna yang sedang bermain bersama anak-anak yang sudah menunggunya.


Untuk mengurus menjadi seorang donatur tidak membutuhkan waktu lama karena itu sebenarnya hanya sebuah kesepakatan kecil dimana orang yang bertanggung Jawab dalam panti akan melaporkan setiap kebutuhan yang masih diperlukan oleh Panti yang tidak diatasi oleh donator lain, sehingga luna bisa mengurus masalah itu.


Tapi belum beberapa jam sebelum Luna memasuki panti asuhan ini, saat ia keluar ia sudah ditunggu oleh puluhan wartawan,  yang ingin mewawancarainya.


“KAK, apa yang anda lakukan di panti asuhan ini!”


“Kami dengar kabar kalau anda kemarin juga terlihat jalan dengan laki-laki yang mengurus panti asuhan ini!”


“Apa benar, anda ingin menjadikan panti ini sebagai tempat bermain anak anda saat anda tidak bisa mengurusnya!”


Baru saja ia membuka pintu para wartawan yang ada disana sudah memberodongnya dengan berbagai pernyataan, yang membuat Jeni dan Luna hanya bisa tersenyum simpul.


“PErtama, untuk pria yang kemarin bertemu dengannya ia adalah orang suruhan ku untuk bertemu dengan luna!” jawab jeni.


“Aku tidak akan menjawab semua pertanyaan kalian, yang intinya aku hanya ingin menjadi donatur utama di panti ini,” jawab luna setelah itu ia tidak lagi menjawab pertanyaan yang ada disana dan segera pergi dari kerumunan wartawan yang menunggunya.


“kak, jeni menurut beberapa wartawan yang hadir... anda sepertinya anda memiliki hubungan yang cukup dekat dengna laki-laki yang berada di dalam sana, apa semua itu benar!”

__ADS_1


“KAk tolong di jawab kak!”


“KAk, tolong di jawab kak, bagaimana orang-orang yang terlihat sangat dekat dengan anda bisa menjadi orang yang di suruh mengurus masalah panti seperti ini!”


Beberapa wartawan cerda menyadari kalau Apa yang jeni sampaikan terdapat beberapa masalah di dalam sana sehingga mereka kembali memberondong pertanyaan kepada jeni


  . . . . . . . . .


Satu-satunya yang bisa membuat enma bisa meredakan amarahnya adalah memasuki Aw,  disanah ia sudah ditunggu oleh guts dan pasukan khususnya.


“Bagaimana kondisinya!”


“Tidak ada khusus yang bisa dilaporkan, selain para pasukan yang datang untuk membantu sudah meninggalkan tempat ini, tapi pemegang crown raja sudah berjanji akan secepatnya mengirimkan secepat pasukan untuk memburu para goblin yang tersisah!” balas Sonu yang segera melaporkan situasi.


“Sebenarnya aku sedang menunggu seseorang! Jika dalam waktu dekat orang itu tidak muncul maka kita akan mencari jalan menuju utara!” balas Enma menjelaskan rencananya.


Terlihat saat ini guts sedang sangat kesal, tapi Enma tidak tahu sehingga ia mendengarkan apa yang mereka ingin katakana.


“untuk pertama aku ingin anda jangan langsung marah! Para manusia itu membuatku ingin bertambah kuat, dan menurutku jika ingin bertambah kuat maka satu jalan adalah dengan meninggalkan grup ini untuk sementara waktu!” ucap Winto.


Untuk pertama kalinya orang kecil itu terlihat sangat serius dan mengeluarkan pendapat nya, bahkan ia tidak memegang botol minumannya yang bahkan masih sering ia pegang dengan saat dalam pertempuran.


Enma terlihat hanya mengangguk perlahan saat mendengar pedapat dari Winto, “ADA lagi yang ingin menyampaikan pendapatnya!”


“Kami berdua juga berpikir hal yang sama, namun dengan alasan yang berbeda, kami berdua ingin berpisah, dengan alasan kami akan menuju kampung halaman orang tua kami! Karena kami ingin memahami kekuatan para raksasa yang kami miliki.” Walaupun Moli sedikit gugup ia berhasil menyampaikan keinginan dengan cukup baik.


Setelah mendengarnya Enma mengarahkan pendapat moli, enma segera mengarahkan pandangannya kepada Sonu, “Tenang saja aku tidak ingin mengatakan apa-apa, dari sekarang aku dalam bayanganmu sehingga aku tidak memiliki permintaan lain!”


“Kau apa tidak ingin mengatakan  sesuatu!” lanjut enma kepada guts.

__ADS_1


“Tidak ada yang ingin mengatakan apa-apa, semua keputusan ada di tangan anda, aku sudah sangat jengkel mereka malah meminta keluar padahal kemarin kau sudah memberikan mereka waktu menyakitkannya!”


Yang membuat Guts Jengkel adalah keputusan mereka yang membuat dirinya seperti laki-laki baik, saat ia mengatakan itu adalah kesempatan mereka untuk keluar dari grup, saat mereka mengatakan ingin keluar entah itu membuat Guts seolah menjadi pemimpin gagal di hadapan enma.


“Sekarang yang menjadi pertanyaan, apa kalian ingin keluar dari grup ini atau hanya ingin mencari kekuatan!” balas Enma kepada mereka.


“Tentu tidak!” balas 3 orang itu secara bersamaan.


“Kalau begitu lakukan sesuai dengan apa yang kalian inginkan! Lagian aku juga tidak membutuhkan sebuah anak yang lemah, yang kuinginkan dari kalian ada kekuatan, aku butuh kekuatan, karena yang kuinginkan bukanlah sebuah keingina kecil,” ucap enma.


Mendengar itu semua 3 orang yang ada disana langsung bersujud di hadapan Enma, “kami adalah budakmu! Dan akan selalu menjadi budakmu!” sumpah mereka bertiga.


“ding!”


[situasi khusus telah tercipta! Anda mendapatkan kepercayaan sepenuhnya dari tiga individu dengan potensi yang tidak terbatas! Situasi ini membuat tiga orang itu menjadi budak ada seutuhnya.]


[leadership +20]


[Ruler voice kini bisa digunakan kepada para budak anda, walaupun bukan berada dalam situasi perang.]


“Sudah, sudah jangan terlalu lebay situasi hatiku sedang tidak enak, jadi jangan membuatnya menjadi lebih buruk! Untuk kau guts, sebenarnya aku berharap lebih kepadamu, tapi sepertinya kau masih belum bisa menjadi seperti yang ku inginkan. Jadi sekarang pergilah bertemu dengan orang tua bernama steve minta petunjuk padanya, dengarkan saja apa yang dia katakan, jika ia belum melepaskan mu jangan pernah kembali kepadaku!”


Pada akhirnya enma juga memberikan guts tugas, “Baik!” balas Guts cepat, guts yang awalnya merasa bersalah tentang kejadian seperti ini kembali bersemangat, setelah mengatakan apa yang dia inginkan enma segera mempersilahkan mereka pergi.


Setelah mereka cukup jauh solu yang awalnya terlihat santai mulai merasakan gangguan, karena takut hanya dia yang tidak berkembang.


“Jangan terlalu khawatir, mereka tadi terlalu terburu-buru, sebenarnya jika mereka tidak terburu-buru, aku juga memiliki cara untuk membuat mereka menjadi lebih kuat, jadi setelah kau memutuskan untuk menjadi bayangan ku tentu aku tidak akan membiarkan mereka lebih berkembang dari kau yang memutuskan untuk tinggal!”


Walaupun Adi saat ini terlihat bersantai ia masih merasakan kekhawatiran dari Sonu sehingga ia memberikan sedikit penjelasan untuk membuatnya tidak menyesali keputusannya

__ADS_1


__ADS_2