
Saat rekan-rekannya masih berdiskusi tentang masalah ini, Jeni sedang melihat pesan yang dia terima dengan jengkel, pasalnya beberapa pesan masih enma berikan kepada Jeni.
“Bagaimana, semuanya sesuai dengan apa yang aku katakan bukan!” pesan-pesan itu sangat dilengkapi dengan berbagai emot mengejek yang semakin membuat jeni tidak bisa berkata-kata.
Bahkan saat jeni memberikan asal dari informasi itu, suara terbanyak masih mengambil keputusan pertama dimana para petinggi white raven masih ingin menyelesaikan ini secara pribadi, dan walaupun para guild besar memutuskan untuk datang itu bukanlah permintaan dari mereka karena itu akan sangat memalukan untuk guild sekolah mereka untuk meminta bantuan.
Jeni yang saat itu tidak peduli dengan apa yang terjadi dengan guild pergi dengan perasaan yang sangat jengkel, white raven dibentuk bersama oleh Jeni dan lainnya karena di dunia nyata para petinggi dari white raven memang sudah saling mengenal, walaupun sebenarnya mereka berasal dari Negara yang berbeda, tapi dulu mereka saling mengenal saat mereka masih kuliah.
Enma masih terus berpikir tentang bagaimana pergerakan mereka selanjutnya, ada tiga kerajaan kecil yang paling dekat dengannya saat ini, salah satu diantaranya adalah Kulo kerajaan yang cukup besar dan menjadi basis utama pergerakan White Raven.
Kulo sendiri di tempatnya saat ini masih cukup di bandingkan dua kerajaan lainnya, yang memang mengirim Cukup banyak pasukan untuk memburu para Goblin yang ada di perbatasan mereka.
Ada alasan sebenarnya salah satu anak buahnya menyuruh mereka untuk menargetkan serangan kearah yang lebih besar, itu tidak lain baru-baru ini salah satu Goblin king yang bertugas untuk menyerang salah satu Kerajaan mengalami kekalahan sehingga jika Enma masuk itu akan menjadi kesempatan bagus untuknya.
“Jika tebakanku benar, para petinggi White raven akan segera melancarkan serangan besar-besar menuju para Goblin, sehingga para petinggi Goblin tentu akan memfokuskan serangan ke sana, yang menjadi pertanyaan apakah aku bisa menghandle dua kerajaan ini secara bersamaan.”
Walaupun Barru saat ini terus masih dalam keadaan bertahan, hanya Soppeng yang terus berusaha melancarkan serangan balik untuk melindungi daerahnya, bukan berarti Barru adalah target yang cocok untuk di serang, itulah alasan segera mengirim beberapa assassin untuk mencari tahu bagaimana pergerakan musuh.
Dan memang benar apa yang ia khwatirkan terjadi, saat ia mendapatkan laporan wot, tentang Barru saat ini sedang menghimpun sebuah kekuatan besar untuk melakukan serangan kepada para goblin.
__ADS_1
Tentu itu tidak masalah tapi seandainya Enma langsung menargetkan mereka sebelum mencari tahu Enma dan pasukan belum tentu bisa mengalahkan mereka dalam pertempuran langsung.
“Para guild dalam Aliansi ini benar-benar bodoh!” ucap Enma setelah ia mendapatkan apa yang dia butuhkan.
Baik itu barru, soppeng dan kulo, mereka adalah kerajaan yang berdekatan, sehingga mereka memutuskan untuk membentuk aliansi seperti sekarang, tapi apa yang mereka sebut sebagai aliansi, tidak benar-benar saling membantu, melainkan hanya sebuah gencatan senjata untuk tidak saling menyerang, untuk masalah para goblin mereka akan terus berusaha mengatasinya masing-masing.
Sekarang setelah memikirkannya ia akan menyerang bagian tengah yaitu area soppeng, walaupun sedikit beresiko, tapi selama white raven sesuai dengan perediksannya yang akan melancarkan serangan besar-besaran dan Barru masih akan terus diam maka di pastikan semuanya tidak akan ada masalah.
Saat semuanya telah ditentukan enma dengan pede menentukan target serangannya, sekarang ia menunggu apakah pasukan yang dikumpulkan anggotanya bisa sesuai dengan harapannya.
Karena masih membutuhkan banyak waktu persiapan sehingga Enma memutuskan untuk logout, dan kembali dia dibuat terkejut saat disana sudah Ada Jeni yang sudah berada di kamarnya.
“Come on, aku sudah tidak berada di rumah sakit kau masih berada di ruanganku secara tiba-tiba,” protes Aji karena perilaku Jeni yang seperti ini.
“Kenapa harus kujelaskan, jelas-jelas kau ingin mendapatkan sesuatu dengan rencanaku,” balas Aji menolak untuk memberitahukan masalah ini kepada jeni, karena jika rencananya di ketahui dan anak-anak white raven berubah pikiran tentu itu akan sangat berpengaruh kepada rencana nya.
“Tenang saja, semuanya sesuai dengan apa yang kau perediksi, dan sekarang white raven segera bersiap untuk melakukan serangan besar-besar kepada para goblin, aku disini hanya untuk mengetahui apa yang akan kau lakukan untuk membuat sebuah kekacauan, dan aku juga ingin mengetahui bagaimana kau memprediksi semua ini.”
Jeni tahu apa yang Aji khawatirkan sehingga ia terlebih dahulu menjelaskan apa yang white raven ingin lakukan. Sebelum mendapatkan jawaban tentang bagaimana rencana Enma kedepannya.
__ADS_1
“Menebaknya itu sangat simple, jika apa yang aku pikirkan tentang kalian benar, di dalam pesan yang aku kirimkan padamu aku hanya perlu menambahkan beberapa kalimat motivasi untuk mereka menyerang sesuai dengan apa yang kuinginkan, balasannya.
“dan memang benar, kau tidak mengedit apapun isi pesan yang aku berikan, sehingga semua orang yang ada disana membacanya .”
Hal ini membuat Jeni terdiam karena semuanya sesuai dengan apa yang aji inginkan, “tunggu-tunggu bukankah ini tidak sesuai dengan kesepakatan kita yang pertama!”
“Tenang saja untuk saat ini white raven memang tidak akan mendapatkan apa-apa, tapi nantinya saat kekacauan besar terjadi aku akan membuat segalanya menjadi menguntungkan bagi kalian, atau setidaknya untukmu!”
Aji tidak membantah kalau saat ini semua masalah yang tidak berbaika hati untuknya, sehingga ia tidak membantah Bahwa kalau saat ini ia tidak bisa menemukan jalan untuk membuat white raven mendapatkan banyak keuntungan.
“Baiklah terserah untukmu! Tapi walaupun tidak memunkinkan untuk membuat white raven mendapat keuntungan aku ingin kau melakukan sesuatu sebagai gantinya!” balas Jeni yang sedikit membuat AJi tersenyum.
“Itu terserah denganmu! Tapi jangan menyalahkanku jika semuanya sudah terjadi!” balas AJi setuju dengan apa yang jeni ajukan.
Setelah berbincang-bincang sementara Waktu, mereka pun keluar untuk melihat anak-anak yang sedang bermain bersama, jeni datang ke sini bersama dengan adiknya, yang sangat senang jika datang kesini bersama dengan anak anak yang ada di panti.
Saat jeni keluar bersama dengan Aji, anak-anak yang ada di sana berlarian untuk menarik mereka berdua untuk bermain bersama, karena Aji dan jeni memang sudah terbiasa bermain bersama dengan anak-anak.
“kenapa terkesan kau memiliki banyak waktu luang, sedangkan acara pembukaan turnamen Aw sebentar lagi akan dilaksanakan!” Ucap Aji berbasa-basi.
__ADS_1
“Justru itu membuatku memiliki banyak waktu luang! Untuk membuat acara itu berjalan dengan baik, lagian aku sudah cuti selama beberapa bulan di rumah sakit, satu-satunya alasan aku berada di rumah sakit karena perintah ayah untuk mengurusmu, sehingga saat kamu keluar aku bisa kembali cuti, sedangkan masalah persiapan acara sudah rampung 90 persen, hanya tinggal beberapa hal yang perlu di rampungkan.”
Bagi Jeni yang sudah terbiasa mengurus acara seperti itu, tidak ada yang namanya sibuk, semuanya bisa diselesaikan dengan kerja kolektif yang baik dan benar.