
Dari wot! enma terus memantau pergerakan para penyerang dan bagaimana kondisi peperangan yang terjadi. “APa mungkin para petinggi goblin menganggapku ancaman hingga melakukan sejauh ini!” sambil terus menunggu laporan perkembangan perang.
Enma terus berpikir apa yang dipikirkan para petinggi goblin hingga melakukan seperti ini hanya untuk mengujinya.
Kali ini harapannya memang tidak sesuai dengan apa yang kenyataan, yang dulu Enma harapkan setelah masalah ini selesai atau setelah ia menaklukkan kerajaan soppeng ia akan mendapatkan sokongan prajurit yang lebih banyak sehingga ia bisa menyerang ke kerajaan tetangga seperti kulo dan barru.
Bukannya malah mendapatkan serangan dari mereka seperti ini, karena sudah terlanjur tidak sesuai dengan harapkan, ia segera memutar otak untuk membuat peperangan ini menjadi kemenangannya.
Jika terpaksa ia harus melakukan peperangan secara penuh dengan para prajurit pahlawan goblin ia tentu sama sekali tidak takut, mentok-mentok kalah perang ia masih mendapatkan keuntungan yang berlimpah karena ia membunuh banyak goblin hanya bermodal saling mengadu mereka.
“Ini benar-benar membuat semuanya menjadi lebih buruk!” teriaknya karena keadaan saat ini sangat buruk dan ia merasa tidak bisa melakukan apa-apa sebelum mencapai akhirnya.
“Guts bagaimana keadaanmu!” ucapnya mengejek keadaan dari guts.
“Cukup buruk tapi semuanya masih bisa diatasi.” Balas Guts melaporkan keadaan.
Mereka saat ini sudah menghadapi gelombang 4 dari serangan para goblin, sehingga para prajuritnya mulai kelelahan, karena mereka tidak tahu harus beristirahat karena serangan musuh tidak mengenal waktu yang mereka inginkan pasukannya tidak bisa beristirahat hingga mereka kelelahan.
Walaupun terlihat kesusahan kemampuan wot dalam mengambil keputusan memang sangat baik sehingga hingga serangan 4 mereka masih bisa bertahan bahkan menolak untuk Enma turun tangan mengatasi mereka.
Hingga saat itu mereka masih terus percaya kalau mereka bisa mengatasinya, sehingga enma masih hanya terus mengawasi namun masih meminta Guts untuk melakukan beberapa hal untuk membuat kemenangan kelompoknya lebih realistis.
. . . . . . . .
__ADS_1
Di tempat berbeda Jeni sedang berada di dalam kecanggungan para, karena harus duduk bersama dengan para tamu yang sedang duduk bersama dengan membahas masalah Di Aw.
Dia saat ini bersama dengan tiga perwakilan 3 negara besar yang akan berkompetisi dalam turnamen yang akan diadakan
Ada dangun dari korea, oda dari jepang, dan qin shi dari China, mereka disini untuk diwawancarai, dan sedikit berbincang bincang tentang masalah masalah yang ada di Aw.
Dan orang yang bertugas sebagai orang yang mewawancarainya adalah jeni, yang terlihat sangat canggung karena ketiga guild ini memang sudah terdengar rivalitasnya sejak lama.
“Apa menurut kalian tindakan yang pemain yang bermain sebagai goblin itu adalah keputusan yang sangat ceroboh!”
Beberapa pertanyaan yang Jeni tanyakan kepada mereka adalah pertanyaan yang bersumber dari netizen, “tidak ada masalah yang masalah, aku sendiri melihat beberapa video cara bertarung dan ku akui dia memang hebat! Bahkan jika orang itu ingin bergabung aku dengan senang hati menerimanya!” jawab Dangun yang terlihat sangat netral.
“aku sendiri merasa goblin itu bukalah tubuh aslinya melainkan hanya sebuah skill yang membuatnya bisa berubah menjadi seperti itu!” balas Qin yang menjelaskan penalarannya.
“Aku setuju dengan Qin, tapi yang membuat pemain ini unik, entah bagaimana ia memiliki kekuatan yang setingkat Bos monster, aku tahu ipin, dan jika yang dia lawan pemain biasa, ia tidak mungkin akan kalah dengan hanya satu kali tebasan, itu membuktikan kalau siapapun yang ada di sana pasti bukanlah pemain sembarangan!” lanjut oda yang menyampaikan pendapatnya.
“satu hal jika ia memang sudah kembali! Maka Aw bukan lagi game yang sama seperti yang kita kenal saat ini!” ucap Oda
“aku harap dia tidak perlu bermain, karena menghadapinya itu sangat merepotkan,” balas Dangun
“ia hanya legenda berkarat, walaupun ia bermain tidak ada pengaruhnya sama sekali!” balas Qin dengan sangat percaya diri.
Dengan selesainya ucapan mereka siaran segera berhenti, sehingga mereka segera lebih lepas berbicara, Qin sendiri langsung mengejek oda yang terlihat takut dengan cerita masa lalu.
__ADS_1
“Hemm, aku berharap kau masih bisa berkata seperti itu jika bertemu dengannya saat berada dalam masa jaya!” balas Oda sinis, ia merasa kalau qin masih bisa berkata seperti ini karena ia tidak pernah bertemu dengan Asura di masa jayanya.
Bahkan di the elders sendiri memiliki masanya sendiri, dan orang-orang seperti Qin dan DAngun adalah pemain yang bermain setelah ketenaran the elders meningkat sedangkan oda adalah orang-orang pertama bergabung dengan the elders dan sempat melihat ke perksaaan asura saat masa primenya.
“Kalian bisa menganggapku berbohong tapi aku bisa mengatakan kalau Asura sudah bermain di AW,” ucap Jeni sebelum pergi dari sana.
“Tunggu! Kau mengenal asura,” balas Oda yang menahan jeni pergi.
“MAaf aku tidak bisa berbicara lebih, aku memberitahukan ini karena rasa terima kasih karena mau menerima permintaanku untuk wawancara.”
“Sial, story pertama harus segera diselesaikan!” gumam ODa yang segera bersemangat menyelesaikan masalah cerita pertama.
Walaupun Oda penggemar berat dari Asura, ia tentu tidak ingin Asura menyusul mereka sehingga satu satunya pilihan adalah menyelesaikan masalah story pertama, bahkan DAgun dan Qin juga terpikirkan hal yang sama.
Nama Asura benar-benar mendorong mereka untuk menyelesaikan masalah yang ada di Aw lebih cepat, sedangkan Jeni yang melihat reaksi orang –orang itu sedikit tersenyum.
“tugas telah selesai!”
Gumamnya sambil pergi untuk melakukan pekerjaan selanjutnya, “Belakangan ini, aku mulai merasa jadi kacung orang itu!” lanjutnya sedikit bergumam mengingat orang yang menyuruhnya seperti ini.
Namun saat ia masih ingin protes dengan berbagai masalah yang ditugaskan kepadanya ia mendapatkan pesan baru Dari Aji, “Ia benar-benar tidak ingin memberikanku waktu bersantai!” gumamnya bergegas kembali ke rumah untuk menyelesaikan permintaan aji .
Di tempat lain enma sedang berada dalam posisi terpojok, para goblin yang awalnya melawan white raven tiba-tiba berbalik untuk melawan enma yang seharusnya menjadi sekutu yang layak untuknya.
__ADS_1
Hal ini membuat warga net terkejut bukan main, pasalnya situasi seperti ini sangat berbeda dengan apa yang dia harapkan, tapi beberapa dari mereka bersyukur karena adanya perang yang seperti ini. Terutama White raven yang sempat terpuruk karena pasukan goblin itu.
Bahkan beberapa orang mengejek enma karena beberapa hari yang lalu ia terus mengejek para pemain yang sangat mudah untuk dikalahkan.