Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan

Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan
Bercandaan laki-laki


__ADS_3

Semenjak hari itu, di sepanjang perjalan ledakan demi ledakan terus berkumandang karena kegagalan yang enma lalui.


“Apa kamu yakin kalau bosmu, akan baik-baik saja!” ucap maria yang terus melihat kearah dimana enma berlatih.


“Jangan khawatir, mental orang itu jauh lebih kuat dari apa yang anda bayangkan! Focus saja dalam menyiapkan makan enak, satu-satunya yang bisa membuatnya senang adalah makan enak yang kau buat sehingga selama hatinya baik kita tidak akan mendapatkan masalah!” balas Sonu.


“Ok!!” balas maria.


Namun tiba-tiba ledakan yang awalnya terdengar cukup rutin akhirnya berhenti, hal ini membuat maria kembali panic, mereka segera berlari menuju tempat dimana enma berada malah menemukan  Enma yang terlihat tertawa dengan sangat puas walaupun penampilannya saat ini terlihat sangat berantakan.


Mungkin karena terlalu sering terkena didapatkan membuat rambutnya yang awalnya perih bahkan terlihat ke hitam pekat.


Untuk mencegah kerusakan dari kain yang biasa digunakan untuk menutup matanya, enma melepaskan  sehingga mukanya saat ini juga telah berubah kehitaman.


“Tahan ini!” balas enma yang melihat Maria dan Sonu mengarah kepadanya.


Ia saat itu langsung melemparkan inti monster yang di pegang nya, “segera aktifkan sihir tanahmu!” teriak sonu cepat kepada maria.


Respon dari maria juga cukup baik, sesuai dengan apa yang dikatakan sonu ia langsung melepaskan skill benteng tanahnya, dan saat ini itu sudah dekat dan menabrak dinding tanah maria, inti itu langsung meledak, menghancurkan diding tanah yang Maria buat.


Dampak dari ledakan itu masih cukup kuat hingga  mereka bisa terdorong mundur akibat keuatnya ledakannya.


Melihat itu mereka hanya terdiam melihat tingkah bosnya yang gila-gilaan seperti itu, “Bo.....”  terlihat sonu ingin protes.


“Jangan banyak protes, kalian masih selamat bukan, Aku lapar ayo makan!” potong enma yang telah selesai merapikan tubuhnya.

__ADS_1


Penampilannya telah normal, ia juga sudah mengenakan kain itu menutupi matanya, yang saat itu sempat ia lepas, mereka bersiap untuk makan, tidak banyak yang terjadi mereka terus seperti ini selama beberapa hari kedepan.


Hingga akhirnya mereka sampai di perbatasan benua timur dan benua tengah perbatasan ini harus melewati jalur laut yang cukup jauh , saat sampai pelabuhan mereka melihat kalau pelabuhan itu sudah terlihat sudah lumayan rame dengan para pedagang yang berusaha mencari nafkah.


Dari ada yang maria lalui, semenjak invasi para goblin di benua timur para pedagang mulai berkurang dan hampir tidak ada yang datang, dank arena para goblin berhasil dibersihkan membuat para pedagang ini mulai kembali berdagang.


Enma menyerahkan pencarian kapal kepada maria dan soru, karena sudah waktunya ia kembali logout ,”Ingat gratis adalah yang terbaik!” ucap enma tegas sebelum ia meninggalkan mereka berdua.


Setelah hari yang cukup memuaskan mendatangi tempat turnamen menjadi hal yang cukup menyenangkan untuk aji lihat kalau ia berada dalam waktu senggangnya.


Beberapa kali ia juga akan taruhan bersama dengan oda yang belakangan Dogun juga ikut memeriahkan acara pria tersebut.  Kebersamaan ini membuat mereka menjadi lebih akrab, dan aji terlihat tidak terlalu buruk saat mereka bersama dengan mereka rekan-rekannya ini.


Beberapa kali baik oda dan dagun meminta saran kepada nya untuk apa yang harus mereka lakukan dalam setiap taktiknya.


Pertukarang taktik tersebut terkadang membuat taktik yang mereka miliki menjadi jauh lebih berkembang, mada juga sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda dengan mereka hanya saja apa yang ia lakukan lebih tertutup.


Dalam turnamen kali banyak kejutan yang terjadi jika kemarin Gajeseon dari korea berhasil mengalahkan strom hunter dari Indonesia, sengokunya oda juga berhasil mengalahkan dinasti yang berasal dari cina.


Sebenarnya dari segi peringkat sengoku jauh lebih tinggi dari pada guild cina, tapi karena beberapa hal, membuat dynasty dari cina sedikit diunggulkan, namun pada akhirnya sengoku berhasil mempertahan supremasi mereka.


Sayangnya mada bersama dengan garuda tidak memiliki lawan lanyak, beberapa guild yang garuda hadapi hanya guild kecil yang berasal dari malaysia, dan satu-satu lawan yang cukup berat yang dia hadapi adalah guild yang berasal dari Filipina yang terdapat beberapa rangker yang cukup kuat yang mendalaminya.


“Hah, jadi maksud kalian juaranya tidak lagi di tentukan!” ucap Aji saat mengetahui kalau pertarungan tidak lagi ditentukan karena acara selanjutnya memang akan diadakan di negara lain!


“Sangat disayangkan tidak melihat finalnya!” lanjut aji.

__ADS_1


Belakangan ini ia cukup menikmatinya  sehingga ia sangat meyankannya kalau tidak bisa melihatnya, “kau bisa ikut dalam rombongan garuda jika memang ingin kesana!”


Mada melihat ada peluang  untuk mengajak aji ke pihaknya, Mada segera memberikan tawaran untuk mengajak aji dengan memberikannya tiket gratis, bahkan memberikannya seluruh tawaran mendanai seluruh kegiatannya disana akan di bawah I oleh guild garuda.


“Tawaran yang bagus, jujur itu sangat menggiurkan untuk diterima, tapi aku harus mengatakan menolaknya, tapi kalau managerku mengijinkan aku bisa mempertimbangkannya!” balas Aji tersenyum.


Mada mengatakan itu, ia sudah merasakan aura membunuh yang sangat kental yang berada di belakang nya, “HAHAHA, kasian ditolak!” balas oda mengejek.


Beberapa orang yang ada disana mengejek MAda yang ditolak oleh aji, mereka akhirnya tertawa bersama tidak ada “Ayolah kenapa kalian sangat senang aku di tolak!” balas mada jengkel mereka yang terus mengejarnya.


“Jika ada kesempatan aku juga akan berangkat bersama dengannya!” balas jeni membuat semua orang yang ada disana senang!


Semua orang yang ada disana senang dengan hal itu mereka mengakhiri semua ini untuk dengan minum bersama.


“Jangan melihatku! Aku akan pergi jika bosku sudah mengatakannya, tapi asal kau tahu beberapa hari ini cukup sibuk mengurusi beberapa masalah sehingga aku hanya bisa mengatakan ia tampah bisa memastikannya apa aku benar-benar akan datang atau tidak,” balas aji saat melihat pandangan semua orang kepadanya.


“YAYAYA!!!”


Setelah sedikit acara minum-minumnya aji kembali pulang ke rumah, “Tunggu!” ucap jeni yang menghentikannya saat berada di parkiran.


“Di dalamnya ada atm beserta buku tabungannya, dan juga ada sebuah kartu kredit yang bisa kau gunakan untuk sementara waktu, semua transaksi kemarin plus yang tadi kau lakukan bersama dengan mereka akan segera dikirimkan ke dalam sana!” lanjut jeni menyerahkan sebuah amplop berisi tabungan yang Aji minta.


 Aji sedikit tersenyum melihat amplop tersebut, semuanya itu terlihat memiliki banyak arti, tapi sedikit banyak Jeni tidak tahu apa yang ada di dalam pikirannya.


“Kalau ada masalah hubungi saja aku!” lanjut sebelum ia pergi, “terima kasih,” balas Aji, sebelum ia juga memasuki mobil.

__ADS_1


Jeni merasa senang karena semua yang ia lakukan akhir selesai, harapannya ia sedikit tenang setelah semua urusan ini diselesaikan.


__ADS_2