
Di tempat Enma pertarungannya morowala, berlangsung sangat jomplang, karena sesuai dengan apa yang Morowala katakan masih terlalu cepat untuknya jika memang ingin bertarung nya melawan satu bersatu.
Satu serangan saja itu sudah bisa menghancurkan durability dari armor yang Enma kenakan sehingga setiap Enma terkena serangan ia harus segera mengganti armor yang dia miliki.
Beruntung ia memiliki skill room sehingga walaupun tidak banyak membantu, itu sudah cukup memberikannya ruan untuk memberikan sedikit perlawan kepada Morawala.
“AKu benar-benar membenci bertarung tambah persiapan seperti ini!” gumamnya.
Bagi Enma bertarung seperti ini adalah sebuah pertarungan Bodoh, dan sangat tidak sesuai dengan gayanya, yang penuh dengan dengan pesiapan.
Ini juga membuatnya sangat gatal karena melawan pahlawan Morowala, adalah tubuh utamanya karena itu sangat cocok dalam pertarungan panjang, tapi mungkin akan lebih sulit untuk bertahan jika menggunakan tubuh aslinya karena perbedaan level mereka masih terlalu jauh.
“Sial! Apa pancinganku tidak cukup, kenapa mereka sangat lama!”
Sebenarnya Enma tahu kalau ia tidak bisa melawan Morowala dalam pertarungan seperti ini, tapi menyiapkan rencana untuk membuat semua goblin yang ada di dalam kerajaan soppeng menjadi binasa.
Untuk membuat rencana itu bisa sukses ia membutuhkan sebuah rencana besar dan ia sudah melepaskan segala pancingan yang dia bisa, jika pancingan itu masih belum berhasil maka itu memang akan menjadi rencana yang sangat sia-sia.
Sebenarnya di sekitarnya pertarungan para komandannya tidak jauh berbeda dengannya, para anggota khusus dari Enma masih terlihat kesulitan untuk bertarung melawan pasukan khusus milik Morowala.
“Kenapa apa kau mulai frustasi untuk memenangkan pertarungan ini!” balas Morowala melancarkan tendangan kepada Enma yang terlihat sang melamun.
Morowala tidak pernah berpikir bahwa ia kalah dalam perang ini karena selain kemampuan enma dalam mengatur pasukan, sama sekali tidak ada keunggulan yang enma miliki, seandainya Moroawala tidak sengaja ingin membiarkan para goblin kematian, perang ini sudah lama ia akhiri.
“Kau ingin banyak Goblin yang mati di tempat ini ya!” ucap Enma yang langsung menyejukkan Morowala.
Reaksi Morowala terlihat sangat jelas, sehingga enma langsung bisa mengambil sebuah kesimpulan yang seperti itu, melihat kekuatan penuh pasukan Morowala, seandainya mereka meluncur seperti ini dari awal tentu mereka bisa membinasakan enma lebih cepat.
“Kalau kata para manusia menjadi pintar juga buruk di beberapa hal!” ucap Morowala yang menghentikan serangannya kepada enma.
__ADS_1
Ia sangat takjub dengan kepintaranya untuk menilai situasi dan menebak dengan benar tujuan dari perang hanya dengan beberapa petunjuk kecil seperti ini!
“Aku anggap itu pujian,” balasnya bersiap untuk menerima pujian.
Morowala terlihat ingin mengakhiri enma untuk tidak membuat kerusuhan karena sudah mengetahui pergerakannya.
Serangan pertama yang itu adalah serangan berubah serangan lompatan besar sehingga serangan itu berasal dari atas, untuk menyerang Enma yang berada di bawah.
“Metor!”
Bagaikan sebuah meteor, Morowala terlihat siap untuk mengakhiri enma dengan skil tersebut, “Room,” balas enma yang juga menerima serangan tersebut.
Skill pertama yang ia aktifkan adalah skill room miliknya skill itu walaupun tidak mengurangi dampak dari serangan jika terkena serangan itu, namun itu bisa memperlambatnya, dan ia berniat ingin melakukan counter.
Ia tahu kalau itu tidak akan berhasil namun ia berharap setidaknya itu bisa menghentikan skill tersebut selama beberapa saat.
Senjata mereka segera beradu, dua pedang dari morowala segera beradu dengan pedang enma , untuk menahan kekuatan dari pedang tersebut enma harus menggunakan salah satu pedangnya untuk menahan bilahnya agar tidak terdorong dalam adu kekuatan ini.
Kedua pedang itu terlihat di lampisi aura hitam kuat yang sangat pekat, namun Aura yang melapisinya segera diserap oleh pedang miliknya, “Ingin melakukan Counternya!” balas Morowala sambil tersenyum.
Teknik pedang Goblin yang tersebar saat ini adalah buatan dari Morowala sehingga saat Enma menggunakan Counter untuk bertarung dengan Morowala ia tetap tersenyum mengejek karena menurutnya itu adalah hal sia-sia.
Dan memang benar, tidak lama Pedang yang enma milik tidak lagi mampu bertahan karena setiap aura yang ada di serapnya akan memakan durability dari pedang itu sendiri kalau aura yang diserap sudah melampaui kapasitas yang ia bisa.
Sehingga pedang Morowala terus untuk menebas tubuh dari enma. Tapi karena daya rusak dari serangan itu telah diatasi membuatnya masih selamat walaupun HP yang dia miliki tersisa 5 persen.
Melihat itu morowala memberikan tepuk tangan yang sangat tulus untuk enma karena berhasil bertahan dari serangan terbaik yang dia miliki.
Dengan perlahan-lahan moroala berjalan kepada enma untuk mengakhir enma yang sudah terlalu kelelahan.
__ADS_1
“penghargaan tertinggi untuk mu karena bisa bertahan selama ini, aku punya pilihan untuk mu, diam saja disana selama beberapa saat saat Jumlah jiwa yang di butuhkan sudah sesuai maka kau bisa menjadi penasehat perang goblin saat ini,” ucap morowala memberikan pujian kepada ENma.
Apa yang enma lakukan hingga saat ini adalah hal yang sangat luar biasa, sehingga tentu akan sangat di sayangkan jika sampai enma benar mati di tempat seperti ini.
“Ciuu! Aku mending mati daripada dipimpin oleh pemimpin seperti mu!”
Balasan enma ini sangat besar karena tentu ia tidak ingin di pimpin oleh seperti Moroawala dan tentu ia tidak ingin menjadi Goblin selamanya.
“Jika itu pilihanmu aku tidak bisa banyak dibicarakan, kalau begitu matilah!” balas Morowala yang sudah siap untuk menebas Enma.
“BOOM!!”
“BOOM!!”
“BOOM!!”
Belum beberapa hal sudah terjadi ledakan yang sangat besar, serangan terlihat dari berbagai arah, “Sial para manusia menyergap!” ucap Morowala.
“Hahaha, sangat senang melihat MAhluk kotor ini saling bertarung!”
Oda bersama dengan Guildnya adalah orang yang pertama kali sampai di soppeng, guildnya sebenarnya berbasis di benua tengah namun karena ia berhasil membuat kerja sama yang cukup baik dengan BArru membuat mereka bisa menggunakan gerbang teleportasi yang dimiliki kerjaan untuk sampai disini lebih cepat.
Mereka juga berhasil membawa pasukan utama BArru untuk membantu menyerang para Goblin, Kedua ada MAda yang bersama dengan Garuda juga datang untuk memberikan bantuannya, mereka semua ada disini karena Sebuah pesan yang AJi kirimkan kepada mereka sebelum Aji keluar dari acara saat itu.
Memang hanya ada dua guild yang datang! Namun itu sudah cukup untuk membuat Area ini menjadi lebih mematikan.
Misalkan saja serangan pertama yang mereka lakukan adalah membuat area ibu kota saat itu di hunaji berbagai skil para penyihir.
Sangat jelas di sana hanya ada para goblin sehingga para mage terbaik yang masing masing Guild miliki tidak berniat untuk menahan diri.
__ADS_1