Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan

Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan
menemukan dangeon


__ADS_3

Enma segera menanyakan siapa orang itu melalui Ruler voice kepada sonu, “Entah, sepertinya seorang penganut gereja, yang disiksa oleh para bandidit dengan menggunakan orang-orang yang ada di desa sebagai tawanannya.”


“Setidaknya ia bukan orang dengan ras aneh!”  balas enma pasrah.


“Mungkin lain kali aku harus sering-sering memeriksa ruang tahanan, siapa tahu aku menemukan sesuatu yang lebih gokil,” pikirnya dalam hati


Ini yang kedua kalinya ia mendapatkan seseorang yang kuat dari tahanan, namun pikirannya itu segera ia hapuskan saat ia mengingat ia pernah melakukan hal yang sama namun malah bertemu dengan monster tingkat bencana.


“Karena sudah seperti ini, bantu saja dia untuk selesaikan ini dan biarkan dia mengurus bosnya tinggal kita mengurus masalah kroco yang ada.”


Karena rasa respek kali ini ia membiarkan perempuan itu bertarung dengan sang bos sehingga enma hanya memberikan ruang untuknya bisa bertarung dengan baik.


Masing-masing dari mereka cukup kuat sehingga mereka bisa menyelesaikan pertarungan dengan lebih cepat, enma bahkan melihat gaya bertarung dari perempuan tersebut terlihat sangat unik, “Kalau tidak salah itu adalah ciri dari paladin gaja bukan?” Tanya enma kepada sonu.


Ia pernah mendengar kalau para priest dari gereja gaia memiliki ciri cara bertarung yang bisa mengeluarkan beberapa jenis sihir  sehingga biasa para priest gaya terkenal kuat, saat dalam peperangan.


“Bos sepertinya dia tidak jauh berbeda dengan bayanganmu!” balas Sonu tersenyum kecut melihat kebrutalan perempuan itu dalam bertarung.


Sonu awalnya berpikir hal yang sama dengan apa yang dipikirkan enma, tentu setiap laki-laki akan menginginkan perempuan cantik, namun jika itu hanya cantik tapi gila mereka masih harus berpikir sebelum menariknya bersama dengan mereka.


“Aku tahu apa yang ada dalam pikiranmu! Tapi selama ia berasal dari Gereja gaia kita masih membutuhkan bantuannya!” balas enma.


Setelah semuanya selesai, dan perempuan itu sudah puas memukul mayat bos bandit yang ada disana ia segera menghampiri enma dan sonu yang sudah menunggunya.


“terimakasih telah menyelamatkanku!”


“Santai!” balas sonu setelah itu ia memperkenalkan enma sebagai tuannya.

__ADS_1


“Maaf aku akan langsung ke dalam intinya, apa kau benar berasal dari  gereja gaia jika ia aku membutuhkan bantuanmu untuk membantuku untuk kesana!” balas enma.


“Tentu tidak masalah! Aku dengan senang hati mengantar kalian!” balasnya.


“Perkenalkan aku maria salah satu paladin  yang berasal dari gereja Gaia!”  lanjutnya memperkenalkan diri.


Setelah menyelesaikannya enma segera memberikan perintah kepada Sonu untuk mengurus para warga yang sempat menjadi tawanan, sedangkan ia sendiri ia masih harus logout karena memang ia tidak bisa bermain terlalu lama karena ia saat ini berada di bukan rumahnya.


Dan saat ia sadar ia menemukan luna saat ini sedang bermain bersama dengan marcel! “Sudah pulang saying! Tidak mau memberikan sedikit salam pipi dengan ayangmu ini!” balas Aji.


Tentu itu hanya bercanda, tapi sempat membuat luna terkejut karena perubahan sikap aji, “JAngan terlalu berharap!” balasnya mengejek aji.


Luna adalah seorang artis Sehingga ia dengan muda melakukan inforof dengan apa yang aji lakukan, “Baik-baik, karena kau sudah datang aku akan pulang!” balasnya  aji meminta ijin untuk pulang.


“Nggak makan! Aku membawa beberapa makanan, “ lanjut luna menunjuk beberapa kantongan yang berisi junt puk.


“Ma aku mau lebih sering bersama papa!” balasnya setelah Aji pergi.


Aji sebenarnya tidak sadar kalau ruangan yang tadi ia bermain adalah kamar dari jeni,  Marchel segaja meminta bibinya rumah untuk membawa aji kesana, ia bahkan dengan sengaja menahan mamanya untuk tidak segera masuk kamar untuk membuat aji ketiduran sehingga nantinya ia mereka bisa tidur bersama.


Bagi marcel yang tidak mengerti banyak hal, ia hanya ingin melihat ibunya tidur bersama dengan ayahnya dan ia sendiri berada di tengah-tengah seperti apa yang sering ia lihat di film-film.


“pelan-pelan ya nak, soalnya hubungan ibu dengan ayah belum sebaik itu!” balasnya luna dengan sedikit pelan.


Ia dengan pelang menjelaskan kepada marcel bahwa hubungannya dengan aji belum terlalu baik sehingga mereka belum bisa seperti apa yang marchel harapkan.


“Kalau nanti ada waktu aku akan  membawamu ke panti untuk bermain bersama dengan anak-anak yang ada disana, aku dengar dari jeni kalau adiknya yang kau kenal juga terlihat sering bermain disana!” balasnya mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Aji  sendiri pulang dengan aman sampai dirumah, disana ia langsung memberikan makanan yang didapatkan dari luna untuk diberikan kepada para anak yang ada disana, makan itu tidak banyak tapi selama mereka mau mereka bisa membaginya dengan sangat baik sehingga tidak ada yang tidak ada kebahagian.


Disana enma melihat kalau sonu sedang berbicara dengan maria, ia sedikit bergabung dalam pembicaraan tersebut, disana ia menemukan kalau maria awalnya berusaha membuat perbandingan dengan membantu tentara dari kerajaan kecil untuk melawan para goblin.


Namun saat berada dalam perjalan, ia di jebak oleh para bandit mengunakna para warga yang ada disana hingga ia terus mendapatkan siksaan oleh hingga Sonu datang menyelamatkan, bahkan dengan sedih Maria menjelaskan para bandit tersebut terlihat berusaha melecehkannya.


Maria juga menjelaskan bahwa keadaan gereja gaia sedang tidak berada dalam keadaan baik-baik saja, sehingga ia takut apapun yang enma inginkan gereja tidak bisa melakukan apa-apa untuk membantunya.


“apa .... masih ada disana!” ucap enma menanyakan keberadaan orang yang dicarinya.


Karena enma sebenarnya tidak terlalu ingin bertemu dan berhubungan dengan orang gereja jadi ia sama sekali tidak masalah jika gereja gaia tidak bisa melakukan apa-apa, yang menjadi masalah kalau orang itu tidak ada maka itu bisa menjadi masalah besar untuk menyelesaikan misinya.


“kalau itu ia masih ada, jabatannya sekarang adalah satu-satunya archbishop di gereja kami!”  balas maria membuat enma terkejut sekaligus gugup.


“aku tidak tahu kalau jabatannya setinggi itu, apa aku bisa bertemu dengannya karena sebenarnya itu sangat penting!”  balas Enma


“Tenang saja akan cukup mudah untuk bertemu dengannya,” balas maria yang terlihat cukup wajar melihat reaksi enma yang seperti itu.


Menurut enma  mereka sudah terlalu lama beristirahat sehingga ia  menyarankan untuk segera berkemas karena tidak terlalu ingin membuang waktu berada di tempat ini.


“Sebelum itu bos! Bagaimana kalau kita melihat sebuah dungeon yang Maria temukan, dungeon tersebut tidak terlalu jauh dari desa ini!” balas sonu.


“Dungeon!”


“Ya benar itu adalah sebuah dungeon, yang sepertinya belum dijelajahi oleh siapapun, sehingga pasti ada harta tersembunyi di dalamnya!” balas Maria


“Baiklah kita akan kesana untuk mengeceknya.”

__ADS_1


Mendengar harta membuat enma segera bersemangat untuk segera kesana, seingatnya tidak ada dungeon di tempat ini sehingga enma cukup percaya kalau dungeon tersebut bukanlah dungeon yang berbahaya.


__ADS_2