Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan

Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan
sedikit menhabiskan waktu bersama anak


__ADS_3

Pertarungan yang mada sedang jalani adalah petarung 5vs5 sehingga itu tidak terlalu menarik perhatiannya namun sepertinya ia sangat bersemangat sangat melihatnya.


“Mau bertemu dengan mereka!” ucap Aji.


“Mau!!” balasnya dengan cepat


“Minta saja ke bibimu!” balas enma menyerahkan masalah itu ke jeni.


“kenapa malah jadi aku!” balas jeni


“Bibi aku mohon!”


Marcel segera memohon kepada  jeni untuk mendapatkan tandangan tanga MADa dan ODa. “aku sedang tidak mengganggu kan!” balas seseorang yang ingin bergabung dalam pembicaraan yang mereka lakukan itu adalah dogun yang mengetahui kalau aji ada disini sehingga ia berlari untuk bertemu dengan orang tersebut.


Mereka sedikit berbasa-basi sebelum mereka mempersilahkan Dogun untuk duduk bersama, karena marcel juga terlihat senang untuk bersama dengan Dagung.


Marcel bahkan meminta tanda tangan dogun, intinya kedatangan dagun untuk berterima kasih kepada aji atas saran  yang ia  berikan membuatnya bisa membuat rencana untuk memenangkan pertempuran.


Tapi menurut aji apa yang ia berikan tidak berarti apa-apa, rencana yang dogun terlihat sangat bagus, ia mempertimbangkan setiap waktu terbukanya base selanjut dan setiap poin yang bisa mereka dapatkan sehingga semuanya bisa menjadi kemenangan yang cukup memuaskan.


Jeni terlihat padahal kehadiran Marcel diantara mereka membuat semuanya menjadi  sedikit kaku sehingga ia membuat semuanya menjadi mudah untuk aji dengan mengajak Marcel jalan-jalan, untuk memberikan ruang kepada dogun dam Aji berbicara lebih leluasa.


Dogun mengenali siapa MArcel sehingga ia terlihat sangat salah tingkah saat mendengar MArcell memanggil aji ayah. “Tenang saja aku akan tetap diam dengan apa yang aku lihat hari ini!” ucap dogun langsung karena takut aji akan berpikir aneh-aneh kepadanya.


“sepertinya kau yang perlu tenang! Aku tidak masalah dengan apa yang kau lihat hari ini, namun aku sedikit berharap kalau apa yang kau lihat disimpan untuk dirimu sendiri!” balasnya.


Dengan Aji yang membawanya ketempat seperti ini tentu ia sudah siap dengan ada  yang mengenali marcel, apalagi tempat ini dipenuhi dengan wartawan yang haus akan berita.


Mereka membicarakan beberapa hal sebelum ia kembali ke tempatnya, ia tidak bisa tinggal terlalu lama karena dagun mengatur setiap anggotanya yang akan tampil sehingga ia tidak bisa tinggal selama yang mada lakukan.

__ADS_1


Setelah puas berkeliling, jeni akhirnya blak bersama dengan marcel yang terlihat memegang beberapa hadiah, yang seperti itu berasal dari berbagai pemain profesional yang ada di tempat ini.


“kamu malah terlihat habis merampok dari pada harus bertemu dengan idolamu!” komen aji kepada marcel.


Bukannya menjawab, ia malah julurkan lidahnya mengejek aji yang tidak pernah memberikannya apa-apa. “Oh gitu,” lanjut Aji berpura-pura cemburu kepada anaknya.


Marchel yang melihat itu langsung membujuk Aji untuk tidak marah, ia bahkan berjanji untuk membagi barang yang ia dapatkan kepadanya.


Setelah sedikit candaan tersebut mereka akhirnya pulang, karena ia tidak ingin membawa  marcel terlalu lama karena itu akan membuat ibunya khawatir.


“Emangnya kau mau membawanya ke tempat lokasi syuting ibunya!”


“Kenapa tidak!” balas Aji terlihat santai.


Walaupun aji mengatakan itu, ia tetap membawa marcel ke rumah luna  sambil menunggu luna kembali dari syuting, di dalam  mobil yang bawah ia sudah menyiapkan peralatan drive yang bisa ia gunakan untuk memasukan game di manapun yang dia mau.


“Di dalam ruma ayah nanti akan memperlihat beberapa cuplikan ayah bertarung!”


Beberapa hari ini aji telah meminjam mobil salah satu mobil jeni, untuk digunakan bepergian, saat sampai, enma langsung memperlihat beberapa cuplikan cara bertarung kepada MArcel dan langsung meminta pembantu yang ada disana memberikannya ruangan untuk bermain.


. . . . .


Saat memasuki Aw ia melihat kalau disana sudah ada sonu yang terlihat sudah menunggunya, tentu ia sedikit terkejut saat melihat itu karena enma sudah menyuruhnya untuk pergi duluan ke desa yang ada disana.


“Bos sepertinya kita sedikit terlambat, desa yang ada dalam peta sudah menjadi sarang bandit, mungkin tragedy goblin itu membuat mereka tidak diperlihatkan sehingga saat mendapatkan serangan dari para bandit membuat mereka tidak masalah!”


“Jumlahnya!” balasnya enma cepat.


“tidak terlalu jelas, namun itu masih berada di antara 100 sampai 200 san, sedangkan untuk kekuatannya sepertinya tidak terlalu sulit untuk mengatasinya ” balas sonu cepat.

__ADS_1


“kalau begitu muda aku akan menyerang dari depan kau masuk dengan skil bayang milikmu untuk mencari tahu apakah ada tahanan!”


Dengan cepat enma memberikan perintah, Sonu sendiri tidak lagi banyak bicara, ia segera mengiyakan perintah tersebut walaupun itu terdengar tidak masuk akal.


Setelah mendapatkan koordinat lokasinya dari sonu mereka segera berangkat terpisah, saat sampai di depan sana enma melihat beberapa orang yang mengenakan senjata yang berjaga.


“di keadaan seperti ini memang sangat merepotkan karena tidak mendapatkan skill serangan yang kuat.”


Saat enma mendekat terlihat mereka berusaha menghentikannya namun enma tidak berniat basa basi dengan mereka sehingga ia langsung menebasnya total ada tiga orang yang langsung enma tumbangkan. Hanya dengan beberapa serangan.


Namun satu orang berhasil selamat sehingga la langsung membunyikan peringatan bahaya kepada semua orang yang bera dalam desa.


Saat peringatan bahaya dibunyikan dengan cepat par penghuni desa yang merupakan para pandit keluar  dan mengepung tempat enma yang masih sangat santai.


“Siapa kau bocah, sangat berani menyerang tempat kami!”  teriak orang dengan tubuh yang cukup besar berkepala plontos yang seperti nya pemimpin dari bandit ini.


“orang mati tidak perlu tahu banyak!” balas enma yang langsung menyerang.


Enma sudah bagaikan malaikat maut yang membunuh semua orang yang berada di dekatnya, setiap serangan yang mengarah kepadanya akan dibalikkan dengan serangan balik yang lebih kuat, “Aktifkan rune kecepatan!, aktifkan rune kekuatan!”  teriak enma mengaktifkan rune yang berada dalam tubuhnya.


Orang yang berasal dari desa terus berdatangan untuk menyerangnya namun enma sama sekali tidak goyah dana masih terus dengan santai melawan mereka.


“Walaupun dengan keadaan seperti stat gatf miliki ku tidak jalan!” gumamnya saat melihat stat gaft miliknya tidak memiliki perkembangan


“Bos,  Semuanya sudah aman!” terdengar laporan sonu melalui rollers voice bahwa tahanan telah berhasil diselamatkan.


“kerja bagus! Segera bantu aku tempat ini mulai sedikit menjengkelkan!”balas enma.


“tenang aja aku memiliki bantuan!” balas sonu.

__ADS_1


Tidak berselang lama sonu benar datang bersama dengan seorang perempuan yang sepertinya seorang paladin, pakaian yang digunakan terlihat serba putih dengan pedang sangat ganas.


Ia terlihat bertarung seperti orang kesetanan, bahkan enma yang berada disana harus diam karena tidak tahu harus melakukan apa karena perempuan itu telah mengambil alih setiap musuh yang datang.


__ADS_2