
Steve bersama dengan para Orc telah mengembalikan kekuatan masing-masing dari mereka yang telah terlalu lama terpendam dalam desa kecil dan hutan yang gelap, sehingga sekarang saat mereka bisa kembali bertarung dengan bebas mereka kembali dapat mencapai kekuatan yang sempat terlupakan.
Dan saat Mereka membantu para White Raven untuk mengalahkan sang kaisar, mereka sudah cukup untuk bantuan besar yang bisa berikan.
Setelah Aura kegelapan yang ada di sekitar kastil telah hilang momentum kembali direbut oleh White raven, beberapa kali sang kaisar berusaha untuk menyelamatkan diri, namun pada akhirnya mereka bisa terus bertahan dan akhirnya berhasil mengalahkan para Goblin yang ada di istana, termasuk sang kaisar yang dari tadi melihat jalannya pertarungan dari jauh.
Dalam pertarungan ini, hampir setegah pasukan dari White Raven yang mereka bawah telah binasa yang sayanya kebanyakan dari mereka adalah para NPc dari pasukan kerajaan Kulo, sehingga ini juga tidak sepenuhnya menjadi kemenangan yang menyenangkan.
Walaupun tetap saja mereka berhasil membunuh sang kaisar Goblin dan mendapatkan Mahkota miliknya, ini adalah item penting jika seseorang yang ingin mewarisi kerajaan, sehingga jika mereka memberikan mahktoa tersebut kepada kerajaan Kulo kerugian yang mereka hasilkan tentu akan segera di lupakan.
Tapi mereka masih harus waspada tentang masih banyaknya goblin yang berhasil kabur, di tambah jika orang-orang yang berada di kerajaan soppeng tidak bisa mengalahkan sang pahlawan maka bisa saja kemenangan yang mereka miliki menjadi sia-sia.
“Tuan, terima kasih karena telah membantu kami!” ucap Yeni bersama dengan para pasukan White raven yang tersisah kepada steve.
“Santai, anggap saja sebagai balas Budi karena membantu desaku kemarin!” balas steve.
“Tuan, sepertinya anda semakin kuat bukan! Bagaimana jika menjadikanku sebagai murid!” ucap Cain sedikit bercanda dengan berharap menjadi murid dari Steve.
“HI! Hi! Kenapa kau malah mencuri start,”
Beberapa orang langsung protes saat mengetahui Cain malah mengambil kesempatan untuk meminta seorang npc kuat sebagai muridnya.
“Seandainya kau pengikut enma mungkin aku bisa mempertimbangkan menjadikanmu murid!” balas steve terlihat santai.
Cain yang awalnya hanya sedikit bercanda langsung berpikir setelah mendapatkan jawaban seperti itu, ia bahkan menatap Steve seksama untuk mengetahui apakah ada niat tersendiri dalam perkataannya.
__ADS_1
Diantara mereka mungkin hanya Cain yang tahu bahwa orang tua ini akan penuh dengan tanda Tanya, ia sampai saat ini masih mengigat bahwa orang sekelas Aji sampai di buat frustasi terhadap sikapnya!
“tuan memasang syarat yang sulit!” balasnya sedikit berbasasi
“ Apa tuan akan langsung pergi, karena kemunkinan terbesar perang di soppeng saat ini masih berlangsung!” kini jeni yang sedikit mengeluarkan pendapatnya saat tahu kalau steve sudah berniat pulang setelah menyelesaikan tugasnya.
“Tidak, ia hanya memintaku untuk kesini, jika tidak ada permintaan pasti ia sudah yakin kalau mereka menang!” balasnya steve sambil meminta ijin untuk pergi.
Setelah mengatannya bersama dengan para Orc steve langsung bergerak untuk pulang ke tempat mereka.
Sedangkan jeni bersama dengan pasukan White raven yang langsung mengadakan rapat darurat! Jeni mengajukan untuk mengirimkan beberapa pasukan untuk mengecek keadaan yang berada di soppeng,
Jeni merasa tidak enak kalau mereka malah tidak terlibat dalam medan perang, tapi beberapa orang juga berpedapat kalau mereka harus mengamangkan mahkota raja yang mereka sudah dapatkan.
Dari awal ia sudah menghubungi enma namun sampai sekarang enma sama sekali tidak membalasnya, sehingga pada akhirnya Cain mendapatkan kabar kalau oda dan Mada telah memimpin sebuah pasukan besar untuk menyerang soppeng.
“Kita benar-benar menari di telapak tangannya!”
Seluruh anggota white raven yang ada disana langsung takjub tentang bagaimana enma menyusung semuanya dengan baik sehingga keadaan bisa menjadi seperti ini, “Bos sepertinya enma baru saja terbunuh!” lanjut Cain yang melihat kontaknya dengan Enma baru saja terputus menandakan kalau ia memang sudah mati.
Jeni langsung mengecek kontak pertemanan yang dia miliki dan melihat kalau enma benar-benar baru saja Ofline, menandakan kalau ia mati atau sedang Keluar, namun ia tidak mungkin keluar saat keadaan seperti saat ini karena ia menduga kalau perang di soppeng sedang berada dalam puncaknya.
“Tidak kita hahrus tetap kesana, walaupun itu hanya beres-beres namun kita harus membantu, untuk membersihkan para goblin!” walaupun sudah mendapatkan kabar bahwa Enma telah mati, ia masih ingin kesana terutama karena disana ada ODa dan MAda yang malah datang untuk mengajukkan bantuannya kepada enma.
Sehingga pada akhirnya dengan sebuah tim kecil, dengan di pimpin jeni bersama dengan Cain mereka melanjutkan perjalan ke soppeng, sangat kecil mereka akan mendapatkan pertarngan, tapi Jeni benar-benar melihat akhir pertarungan yang ada di soppeng
__ADS_1
. . . . . .
Morowala kini berhadapan dengan Mada dan ODa, baik itu mada Dan oda sudah berada di batas levelnya yaitu level 100 sehingga mereka bisa bertarung dengan sangat baik melawan Morowala, walaupun morowala terlihat masih lebih unggul.
“Sial, ini lebih merepotkan dari apa yang aku banyangkan!” Oda mulai mengeluh karena tidak bisa mengalahkan Morowala semudah yang ia banyakan.
“jangan mengeluh, ini akan lebih merepotkan jika tidak di selesaikan lebih cepat!” balas MAda yang berusaha meyelesaikan ini lebih cepat.
“Mudah mengatakannya skill fasifnya itu sangat merepotkan!” balas ODa
Moroawala memiliki skill fasif [song of sword] skil ini mempuat si peguna bisa membuat area bertarung yang dapat meningkatkan kempuan berpedang pengunan sebanyak 500%. Dan itu membuat Mada dan Oda terlihat kerepotan saat melawan Morowala yang seperti ini.
Yang mereka cukup beruntung adalah para pemain laiinnya masih bisa mengatasi para goblin tingkat tinggi lainnya sehingga mereka masih memiliki kesempatan untuk menang yang lebih besar jika terus bertahan
Oda terus bergantian dan saling melindungi bersama mada, sehingga Moroawala yang tidak pernah mendapatkan perlawan seperti ini menjadi sangat kerepotan, pertarungan melawan enma membuat staminanya sudah terkuras dengan sangat banyak.
Saat ini morowala bahkan menyesali karena tidak menghabisi enma lebih cepat, karena memasuki pertarungan seperti ini membuatnya tidak berbuat banyak, ia memang unggul tapi dua orang itu bertahan dengan sangat baik dari setiap serangannya sehingga Morowala sedikit prustasi dibuatnya.
Beberapa saat yang lalu! Setelah mada melakukan serangan penhabisan untuk membunuh Enma, saat itu tiba-tiba muncul sebuah pemberitahuan untuk menyampaikan ia telah mati.
“diang”
[anda telah mati! Tapi karena anda mati bukan dalam tubuh aslinya, anda akan di kembalikan ke tubuh asli anda dalam waktu satu jam!]
“JAdi begitu konsepnya,” gumamnya sambil terseyum.
__ADS_1
Karena tahu ia akan segera kembali bisa masuk, aji segera mepersiapkan diri untuk bertarung, area yang kacau seperti itu akan sangat cocok untuk meningkatkan level, apalgi level tubuh utamanya saat ini masih berada di level 30an sehingga ia harus cepat meningkatkan levelnya.