
Aji yang mendengar itu hanya bingung karena tidak mengerti pola pikir para orang kaya, jika dari awal ia bisa menyelesaikan masalah seperti ini, kenapa ia malah menjadi dokter, tapi aji juga tidak bisa mengatakan apa-apa karena pola pikir seseorang memang berbeda satu sama lainnya.
“jujur saja, apa kau yakin tidak ada masalah dengan kesehatan mentalmu!” bahas jeni yang sempat melihat Aji melamun saat mendengar jawabannya.
Jeni sebenarnya sedikit khawatir kepada Aji semenjak insiden ia melihat masa lalu dari tenri tatta, ia takut kalau Aji sebenarnya terkena gangguan mental tapi tidak ingin memberitahukan itu kepada mereka.
“Menurutmu apa ada yang aneh!” balas Aji sedikit nada menantang.
“Tentu berbicara seperti ini tentu tidak ada masalah, tapi mengingat kau sekarang yang sudang menjadi seorang Goblin, dimana para Goblin terkenal dengan kebiadabannya tentu kewarasanmu sekarang bisa dipertanyakan!” balas jeni menemukan sebuah cela untuk memojokkan Aji.
“Kalau itu aku tidak bisa membantunya, aku tidak tahu untuk kedepannya tapi sampai detik ini aku sudah sangat menghindari untuk menyerang sebuah desa atau kota yang memiliki manusia dan ras sejenisnya, walaupun ia aku sudah memerintahkan untuk penghapusan secara menyeluruh tambah ada penyekapan dan sebagainya,” balas aji.
“Jika apa yang aku lakukan saat ini kau permasalahkan, ada baiknya kau mempermasalahkan semua pemain yang ada di dunia ini karena hampir semua pemain yang ada bermain dengan tingkatan yang sama sehingga efek saling bunuh antar pemain tentu akan mengguncang psikologi beberapa orang tertentu!” lanjut Aji yang kini membuat Jeni terdiam.
“ini mungkin bukan jawaban yang ingin kau dengar, tapi jika yang kau maksud adalah kemampuanku dalam beradaptasi terhadap kejadian adalah sesuatu kelainan, maka aku tidak akan membantah itu, karena tahu kalau aku memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap sesuatu melebihi orang lain, bahkan banyak yang menganggap aku aneh karena itu, walaupun pada akhirnya aku hampir frustasi karena berurusan dengan ayah selama beberapa tahun!”
Aji menceritakan bahwa ia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain, Sehingga sering kali orang akan menganggapnya aneh, Jeni mendengar cerita Aji dengan seksama, Ia sedikit tertegun saat mendengar masalah ayahnya dengan aji di bawah-bawah.
“Maaf,” balasnya singkat.
“kau tahu di beberapa hal mungkin aku harus berterima kasih kepada keluarga kalian, berkat kalian yang memberikanku masalah yang sama sekali tidak bisa kuatasi, mungkin sedikit membuatku sadar kalau aku masih manusia yang lemah dan terkadang ada yang tidak bisa aku lakukan!”
“Hah!”
“Kau mungkin tidak percaya, di beberapa kesempatan aku bisa mendapatkan apa yang kuinginkan dengan melakukan apapun,” balas aji dengan sedikit di ambiguan.
“Maksudmu termasuk melakukan kejahatan!”
__ADS_1
Jeni yang bukan orang bodoh tentu mengerti yang AJi madsud, “Mungkin, jadi sekarang apa kau sekarang mengerti, sifat seseorang dipengaruhi orang sekitarnya,” balas Aji sambil melirik Tasmia yang sudah menjadi seperti ibunya.
Jeni juga melirik ke arah yang sama sehingga Segera mengerti tentang apa yang Aji Maksud, yang entah bagaimana ia malah membayangkan aji yang tidak dibesarkan oleh seseorang sebaik Tasmia, Saat itu ia mulai mengerti, ia mungkin sudah mendapatkan masalah yang lebih besar seandainya mereka tidak mengetahui ini lebih cepat.
Sebenarnya Aji saat itu hanya ingin balas dendam, karena seandainya ia memang ingin balas dendam atau menemukan keluarga Mardin tentu semua itu akan Aji lakukan dengan mudah mengingat kemampuan yang Jeni sudah lihat belakangan.
“Mungkin di beberapa kesempatan malah aku yang harus berterima kasih kepada tante karena selalu menjadi orang baik seperti itu,” Gumam Jeni dengan sedikit tersenyum.
“Mau melakukan beberapa sparing!” balas Aji dengan sedikit bercanda.
“Siapa takut, jangan menangis jika kalah!”
Walaupun sudah beberapa kali kalah setiap melakukan sparing ringan dengan Aji, Jeni tentu tidak kapok karena Baginya Aji juga merupakan guru yang baik dalam mengajar ilmu beladiri.
. . . . . . .
Saat Enma sudah kembali login, ia menemukan pasukannya sudah bersiap dengan berbagai kelompok baru yang sudah ia kumpulkan.
“Lapor pak, 10.000 goblin biasa, 5.000 goblin knight, 3.000 archer, 1.000 assassin, 4.000 mage,”
Wot segera memberikan laporan tentang Jumlah Goblin yang mereka berhasil kumpulkan, sebenarnya enma tidak perlu mendengarkan itu karena semua pasukan yang ada disana sudah terdata dengan sangat baik di status miliknya.
Jika dilaporkan secara lebih terperinci, ada 3.000 goblin biasa yang belum memiliki pengalaman perang, 5.000 goblin ryder lengkap dengan tunggangannya, 2000 goblin biasa yang cukup ahli dalam peperangan yang sebentar lagi berevolusi, 2500 goblin knight dengan kemampuan berpedang, 2.500 dengan spear. Dan sisanya masih sama dengan depan apa yang bawahannya laporkan.
“Aku tidak terlalu berlebihan bukan!” gumamnya dalam hati.
“Kami mohon maaf karena tidak bisa membawa pasukan yang lebih banyak, kami siap menerima hukuman karena gagal dalam misi!” tehere merasa kalau apa yang mereka kumpulkan terasa sangat sedikit hingga membuat Enma terdiam.
__ADS_1
“Ini memang sangat Kurang! Waktu yang aku berikan memang sangat kurang! jadi terima kasih atas kerja kerasnya,” balas enma.
Ia tentu tidak ingin memuji anak buahnya karena masalah seperti ini, Tehere yang mendapatkan sedikit pujian dari Enma segera bersujud dan berterima kasih, terlihat ia sangat bersemangat saat bersujud hingga kepalanya berdarah.
“Wot berikan laporan berapa desa yang masih berdiri, di dekat kita saat ini,” lanjut Enma kini kembali meminta Wot sebagai assassin miliknya melaporkan beberapa desa yang paling dekat dengan mereka saat ini.
“Total ada 3 desa pak, semuanya memiliki penjagaan yang baik hingga sampai sekarang belum ada kelompok goblin yang bisa menembus penjagaan mereka.”
“menurutmu apa kita tidak bisa menebus pertahanan mereka!” balas enma dengan sedikit serius, mendengar itu Wot tidak berani menjawab.
“kalian dengan itu, ada tiga desa yang saat ini masih berdiri di dekat kita, apa menurut kalian apa itu sesuatu yang lanyak!”
Tidak ada satupun yang berani menjawab, “Jadi apa kalian takut!” enma terus memberondong berbagai kalimat kepada para goblin yang ada disini.
“Apa kalian takut!” kali ini Enma mengaktifkan sebuah skil yang baru ia dapatkan bernama, “Roar King,” skil ini didapatkan setelah secara resmi menjadi seorang Goblins king.
[saat diaktifkan fighting spirit tentara sekutu meningkat sebesar 200%, selama lima menit, leadership akan meningkat sebesar 170%, dan terakhir memiliki efek menghilangkan efek kebingungan yang dialami pasukan]
[situasi khusus tlah tercipta, karena apa yang telah terjadi saat ini, kekuatan dari masa lalu kembali di dapatkan]
"enma saat ini berada di dalam situasi khusus yang membuat walaupun peguasaannya terdapat astral protecsion belum sempurna tapi dengan situasi saat ini membuatnya kini menjadi sempurna sehingga kekuata masalah dari romere kini telah terbangkitkan.
“Tidak!” goblin yang pertama Teriak adalah Tehere.
“Sekali lagi, apa kalian takut kalah oleh para manusia dan makhluk yang terus merendahkan kita!” enma semakin menambah semangat para Goblin.
“TIDAK!!!” kini semua Goblin membentuk sebuah pasukan baru yang sangat solit, Bahkan enma yang memimpin merasa merinding sendiri di buatnya.
__ADS_1
“Kalau begitu, ratakan desa itu, jadikan darah mereka sebagai mentimun buat pesta kita yang akan datang!” teriak enma yang membuat Semua pasukan bersemangat penuh dan bergerak untuk menyerang desa yang di madsuk.
Enma ingin melihat kinerja para Goblin ini sebelum mereka memasuki medan perang yang lebih besar, jika itu bisa memuaskannya, atau setidaknya bisa membuat Goblin biasa miliknya memiliki evolusinya tentu itu akan lebih berguna kedepannya.