Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan

Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan
mulai merasakan kegilaan permainan


__ADS_3

[stage 3 : tentukan hasil latihan mu!]


{Dari stage 1 kamu sudah berlatih dengan sangat gigih untuk menjadi lebih kuat, sekarang sudah waktunya kau menunjukkan apakah kau sudah layak untuk mendapatkan gelar pahlawan untuk negeri ini!]


Pemberitahuan itu benar-benar memukul muka Enma karena ini sudah sangat berbeda dengan apa yang ada dalam ingatannya!


Yang dia tahu dalam stage 3 ini akan muncul Npc yang akan memberikan nilai dari setiap misi dari apa yang telah ia lalui.  “Sekarang aku berharap aku tidak  harus melawan Npc yang akan muncul itu.”


Gumamnya, ia tahu sosok npc yang akan muncul adalah sesosok orang yang memiliki perawakan yang sangat mengertikan, saat itu ia hanya melihatnya dari komputer ia tahu kalau itu akan sangat mengertikan jadi ia tidak bisa membayangkan jika itu akan ia lihat secara real tentu akan sangat mengganggu.


Seperti apa yang para peneliti katakan, terkadang apa yang tidak kita harapkan namun kita pikirkan malah akan menjadi kenyataan.


Baru saja Enma bergumam untuk tidak bertemu dengan npc itu, sekarang mala telah muncul sebuah asap hitam di depannya, bersamaan dengan itu juga muncul sebuah pemberitahuaan.


{apa yang anda lakukan di dua stage sebelumnya sungguh sebuah pencapaian yang luar biasa, sekarang pahlawan dari masa lampau penasaran untuk melihat bagaimana potensi anda, berusahalah bertahan dari apapun yang dia lakukan, dan buktikan kalau layak untuk mendapatkan pengakuannya!}


[Dungeon sudah mengalami terlalu banyak perubahan! Akumulasi poin sedang di pertimbangkan ]


[tingkat penyelesain: s]


{hadiah: stat kelincahan +5, stat kekuatan +8, stat fisik +7. Dan stat  Gaft telah di tambahkan.}


(stat Gaft: adalah stat yang mempersempit kesenjangan dalam pertempuran dengan yang lebih kuat, tetapi di sisi lain melebarkan dengan yang lebih lemah.)


[proses akumulasi telah selesai, karena telah menyelesaikan dengan sangat baik, bonus +6 gaft,]


Rentetan pemberitahuan ini membuatnya sedikit bisa menarik nafas karena dengan adanya berbagai pemberitahuaan ini membuatnya memiliki lebih banyak peluang untuk bisa menang dari bos stage 3 ini.

__ADS_1


“Mungkin setidaknya aku sedikit bersyukur ternyata penontonnya adalah seorang manusia,” gumam orang yang muncul dari asap tadi.


“Hahaha, perkenalkan  aku .....” belum selesai ucapannya Enma sendiri yang tidak berniat untuk mendengarkan ucapannya, sehingga ia  langsung berusaha untuk menyerang.


“Sepertinya memang tidak bisa dengan serangan mendadak nya!” ucap Enma santai setelah gagal mendaratkan serangan ke lawannya.


“Nak menjadi kuat itu memang bagus, tapi ada baiknya kekuatan yang dimiliki harus diikuti dengan tata krama kepada orang yang lebih tua!” ucap orang itu masih terlihat santai walaupun Enma sudah menyerangnya.


“Aku ingin menjadi kuat untuk bisa membunuh dewa kegelapan! Bukan untuk menjadi pengawal raja, sehingga menurutku tata karma itu tidak dibutuhkan!” balas Enma santai.


Sekarang ia tahu bahwa serangan mendadak tidak akan berpengaruh, Sehingga ia sekarang memutuskan untuk mengikuti alur dari orang itu.


“ITu terdengar sangat bagus, orang yang lulus dari ujianku tidak pantas mengikuti seorang raja, malah ia yang harus yang menjadi raja!”


Semakin banyak ia berbicara semakin jelas wujud dari penampilannya, orang ini memiliki penampilan seorang kakek-kakek berumur senja, tubuhnya tidak besar, lebih kearah kecil, dan terlihat sama sekali tidak ada tenaga di dalamnya .


Ukurannya itu sudah seperti sebuah peti mati seseorang, “Setidaknya penampilannya sudah sedikit diperbaiki sehingga tidak semenyeramkan apa yang ada di gamenya dulu,” gumam Enma dalam hati melihat memiliki penampilan seperti kakek-kakek biasa yang memiliki ilmu beladiri.


Tapi karena merasa kepribadian dari orang ini masih sama dengan apa yang ada dalam Gamenya dulu Enma langsung memotong penjelasannya untuk langsung masuk ke intinya, “Ok, ok, aku sudah paham, jadi kita bisa langsung ke intinya!”


“Nak sekuat apapun kau, ingatlah untuk sedikit sopan kepada orang tua!” balas orang itu yang melancarkan serangan kepada Enma.


Serangan tersebut sangat cepat, sehingga Enma sedikit terkejut, beruntung ia masih berhasil menahannya, walaupun serangan pedang itu berhasil ditahan itu sudah cukup untuk melemparkan ke dinding.


“Jangan menahan, coba saja hindari,” lanjutnya ia sama sekali tidak peduli dengan bagaimana balasan dari Enma.


“Pak tua, jangan merendahkanku, jika kau ingin melihat bagaimana kekuatanku yang sebenarnya lakukan dengan serius!” balas Enma yang berusaha menyerang.

__ADS_1


Dengan pedang di tangannya ia berusaha menyerang dari depan, tapi orang tua itu terlihat sangat santai dengan tangan kirinya ia dengan mudah mengangkat peti yang ada di belakang, dengan menggunakan peti tersebut sebagai perisai,  serangan pedang dari enma sama sekali tidak bisa menjangkaunya.


“tunggu dulu mari buat ini menjadi lebih menyenangkan!” balasnya setelah melihat enma yang mundur untuk mengambil jarak.


“Terbukalah hartaku, buatlah tempat ini menjadi taman bermain untuk kami!” lanjutnya, bagaikan sebuah mantra setelah ucapannya itu peti tersebut langsung terlihat terbuka, dan saat itu terbuka sebuah cahaya menyilaukan segera penyerang pandangan Enma.


Dan saat semua cahaya itu perlahan pudar, secara samar-sama lingkungan yang ada disekitarnya telah berubah, kini semua area sekitarnya telah dipenuhi dengan berbagai senjata, baik itu semua jenis pedang, tombak dengan berbagai rupiah,  beberapa perisai berbagai ukuran, semuanya telah tersebar untuk menjadi alat mereka untuk bertarung.


“tidakkah menurutmu kau terlalu berlebihan, anggap saja kau telah menurunkan kekuatanmu sama denganku, tidak kah kau melupakan bahwa saat ini aku sama sekali tidak memiliki skil yang bisa dibandingkan dengan mu yang tentu telah mendapatkan “skill hunter” yang membuatmu bisa menggunakan segala jenis senjata yang ada di sini!”


Seberapa tinggi pun kepercayaan diri Enma ia tidak bisa tahan untuk tidak protes dengan tindakan orang tua yang ada di depannya, ia juga sebenarnya sangat bingung dengan apa yang ada di kepala orang ini.


bahkan ia yang sering kali percaya diri dengan kemampuannya menurutnya orang ini masih


“Sekarang aku mengerti kenapa banyak orang yang mengeluh, dan berkomentar kalau Pengembang dalam permainan ini adalah seorang psikopat,” gumamnya dalam hati.


“setidaknya kau sadar kalau kau tidak bisa mengalahkanku, tugasmu hanya untuk membuatku puas, jadi selama kau bisa membuatku puas, stage ini akan selesai, dan tentu aku pribadi akan memberikanmu sebuah hadiah yang tentu akan sangat bagus!” balasnya terlihat senang.


“Jadi jangan banyak protes, ayo mulai!” lanjutnya, dengan pergerakanya yang cepat hanya dengan beberapa langkah saja ia sudah berada di depan Enma, dan satu serangan ia berhasil mendaratkan serangan kepadanya.


Beruntung refleks Enma sangat baik, pergerakannya saat ini hanya murni berdasarkan reflex, sehingga walaupun sudah terpukul ia segera berdiri karena ia tahu serangan itu tidak akan berakhir sampai disini saja.


“bukankah tadi kau bilang kalau mengikuti kekuatan ku, aku sama sekali tidak memiliki kekuatan fisik untuk bergerak secepat itu!!” bentak enma.


“Maaf sepertinya aku lupa!” balas kakek tua itu santai, tapi ia masih bergerak untuk membuat Enma terpojok.


Enma sendiri dengan semua yang dia bisa berusaha untuk menghindar, semua senjata yang ada di sekitarnya, juga bisa digunakan oleh Enma sehingga pertarungan ini terlihat sangat intens karena setiap saat masing-masing dari akan mengganti senjata yang cocok dengan lawannya.

__ADS_1


__ADS_2