Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan

Dream: Mengubah Nasib Dalam Sebuah Permainan
turnmaen guild


__ADS_3

Aji sudah mengirimkan pesan kepada jeni bahwa ia ingin datang, sehingga jeni segera mengirimkannya tiket untuk ia bisa masuk, pemeriksaan sebelum masuk itu sangat ketat sehingga mereka yang tidak membeli tiket tidak bisa masuk.


“apakah turnamen esport, selalu se meria ini!” ucap aji saat ia bertemu dengan jeni yang memang telah menunggunya di pintu utama.


“aku tidak tahu apa yang kau maksud, namun yang aku tahu, turnamen export dari awal sudah seperti ini,” balasnya sambil membimbing aji untuk mendapatkan tempat terbaik untuk melihat pertarungannya.


“Apa tidak masalah kamu menemaniku seperti ini!” balas Aji saat melihat jeni malah duduk bersamanya.


“Tidak ada masalah kehadiran ku disini sebenarnya hanya untuk setor muka, setelah acara peresmian selesai tugasku sebenarnya sudah aman! Aku kesini hanya untuk mengecek apa ada yang bisa kubantu dalam acara ini untuk bisa membuatnya berjalan dengan baik.


“Senang mendengarnya! Kalau begitu aku akan merepotkanmu untuk menjelaskan  pertandingan apa yang mereka mainkan saat ini!” balas Aji dengan ekspresi memohon.


Mendengar itu dengan senang hati Jeni menjelaskan bagaimana format turnamen yang ada dalam game Aw, yang pertama tentunya adalah pertarungan individu, dalam pertarungan ini tidak banyak pertarungan yang ada selama mereka bisa mengalahkan lawan maka mereka adalah juaranya.


Kedua ada pertarungan 5 vs 5 pemain, ini seperti pada umumnya yang sudah terkenal  akan ada lima pemain dari masing-masing pihak yang akan berlomba untuk menghancurkan BASe lawan, yang basenya pertama kali hancur maka dia yang kalah


Yang ketiga memiliki konsep yang lebih rumit karena ini  tempat ini  dibuat untuk para guild yang ada beraksi, saat  pertarungan dimulai dua guild yang akan bertarung akan dipindahkan ke masing-masing zona aman yaitu merah dan  biru.


Para pemain yang ada di dalam zona aman tidak akan bisa menyerang,  berbeda dengan pertarungan 5vs5 dimana base mereka akan berada  zona aman  tidak ada apa-apa di dalamnya itu murni tempat istirahat dan respon para pemain yang telah mati.


Cara kerja dalam turnamen ini, mereka yang dalam arena  akan berperang selama waktu 1 jam  waktu dunia nyata, dalam waktu tersebut mereka akan berusaha mengumpulkan poin sebanyak yang mereka bisa, poin terbanyak dalam satu jam itu adalah pemenangnya.


Sedangkan cara-cara mendapatkan poinnya sendiri ada banyak, misalkan membunuh para pemain lawan, mempertahankan base yang mereka miliki, atau bisa saja mengalahkan para bos monster yang tersebar di area yang sudah ditentukan.


“Cukup menarik! Lain kali mungkin aku harus sering-sering melihat perang para guild ini!” balas aji setelah mendengar cara kerja turnamen aw ini.

__ADS_1


“Aku sudah menebak kau akan menyukainya, tapi sepertinya beberapa orang tidak berpandangan sama denganmu!” balas Jeni.


Mendengar itu aji sedikit mengangkat alisnya, karena menurutnya dari tiga turnamen yang ada disini itu adalah turnamen yang akan memiliki potensi yang sangat tinggi, karena di dalam bisa tersaji aksi hebat di dalamnya.


“Biar ku tebak! Dominasi para guild besar membuat para guild kecil menjadi sepi peminat!”


“Benar!” balas jeni.


Ia menemukan kalau saat ini pembagian para pemain elit menjadi tidak merata dan hampir semua elit berada di dalam guild besar sehingga para pertarungan guild kecil menjadi sepi peminat, dan bahkan tergolong membosankan karena orang-orang yang berasal dari guild kecil tidak memikirkan taktik yang bagus karena bagi mereka para guild besar tidak mungkin untuk dikalahkan.


“aku secara garis besar mengerti apa yang mereka khawatirkan!” balas aji.


“Aku tahu kamu tidak terlalu peduli dengan ini, tapi semenjak kau menggunakan taktik-taktik dalam pertempuran di kerajaan soppeng membuat banyak orang bersemangat untuk menjadi ahli taktik sepertimu! Sehingga arena pertarungan para guild mencari tren baru untuk para pemain untuk menguji dirinya dalam adu taktik yang sesungguhnya!”


Tidak lama mereka berbincang  oda, dan mada akhirnya muncul, saat kabar aji sudah berada di gernang jeni sudah memebritahukaan kepada mereka sehingga setelah segala urusan mereka selesai mereka segera bertemu dengan Aji di tempat ini.


“Menikmati pertarungannya!” ucap oda membuka pembicaraan.


“Tidak terlalu, mungkin aku terlalu berharap! Tapi tentu para guild besar tidak akan mengecewakan bukan!” balas AJi sambil tersenyum.


“selanjutnya akan menarik karena Gojoseon  dari korea akan melawan streamhunter dari indonesia!” ucap mada yang memberitahukan pertarungan selanjutnya.


Saat mereka berdua bergabung Oda langsung membawa beberapa cemilan untuk menikmati pertarungan! “bagaimana kalau membuat tontongan ini menarik kita sedikit mengadakan taruhan!” balas oda sambil tersenyum


“HY Bung bukan itu terlalu tidak adil untukku, aku hampir tidak pernah melihat mereka bertarung tidak mungkin aku mengetahui siapa yang lebih unggul diantara mereka!” balas Aji protes.

__ADS_1


Kesenangan seperti itu tidak bisa dilewatkan, sehingga ia protes kepada oda karena mengajukan hal mendadak seperti ini, “ayolah jangan seperti anak kecil, bukankah disana ada persentase kemenangan setiap guild kau bisa menjadikan itu sebagai bahan untuk perhitungan bukan,  jika kamu takut aku tidak akan memaksa, bukan begitu!” bela oda sambil tersenyum


Dalam penjelasan setiap guild dan para pemain yang berada dalam guild tersebut terlihat anggota strom hunter sedikit lebih diunggulkan, karena jumlah level mereka yang memiliki persentase rata-rata lebih tinggi dari gajeson.


“ok, ok, jangan memprovokasiku,tapi aku memiliki syarat  gandeng aku sepuluh persen,” balas enma


Menurut predeksi  computer memutuskan persentase kemenangannya adalah 60 banding 40 persen sehingga Aji meminta gandengan 10% untuk membuatnya 50 banding 50.


“Sepakat, itu membuatnya terdengar masuk akal!” balas oda setuju, disertai mada yang bahkan mengadengnya 20.


Mereka masing-masing berpihak kepada enma Storm hunter, jeni tidak ikut sebenarnya ia juga ingin terlibat namun dilarang oleh tiga laki-laki itu, membuatnya sedikit cemberut.


“tidak terduga pemimpin dari streamhunter adalah seorang perempuan!”  lanjut aji membuka sebuah topic.


“Kau baru mengetahuinya!” balas jeni terkejut.


Oda dan mada juga terlihat langsung mengarah kepadanya saat mendengar ia baru mengetahui kalau pemimpin streamhunter adalah seorang perempuan.


“Kenapa harus mengetahuinya, bagiku ia bukan sesuatu yang harus diketahui!” balas Aji membuat semua orang itu menjadi sedikit mangkuk.


“Kau benar!” bala Oda yang segera di setujui semua orang yang ada disana, bahkan oda sendiri secara pribadi turut prihatin karena anggota mereka telah membuat gara-gara dengan seorang asura.


“Setidaknya pasang sedikit muka semangat melihat sang mantan bertarung doan!” balas jeni sedikit mengejek Aji karena terlihat acuh dengan pasangan yang ada di lanyard.


Mendengar jeni membalas matannya membuat baik itu oda dan mada sedikit penasaran tentang cerita ini sehingga mereka bertiga malah bergosip tentang permasalah adi yang tidak memiliki ujung.

__ADS_1


__ADS_2