
“mau sampai kapan kau seperti ini” Ucap jehan pada seorang gadis yang tengah duduk melamun di balkon kamar
Gadis itu masih saja diam tanpa memperdulikan ucapan jehan, bahkan mungkin tidak mendengarnya
Jehan membuang nafas kasar, dia benar benar bingung harus berbuat seperti apalagi pada temannya ini
zelle memiliki penyakit mental yang parah, tapi beruntung semenjak adanya jehan, zelle tidak separah dulu, yang sering melukai dirinya sendiri
“gue balik, jangan lupa minum obatnya” jehan pun keluar dari kamar zelle, sebelum benar benar menutup pintu kamar zelle, jehan memandang zelle dengan sendu
Jehan pun memutup pintu kamar zelle,dia pun pergi dari rumah zelle
………………
Setelah kepergian jehan, zelle berdiri dan berjalan menuju tempat tidur, dia duduk di pinggir ranjang, matanya menatap lurus, beberapa detik kemudian air matanya tumpah
Zelle menangis dengan histeris sambil mengacak acak barang yang ada di sekitarnya, dia menarik rambutnya keras dan menampar pipinya
Setelah beberapa menit menangis, barulah zelle berhenti menangis dan memandangi sekitar kamarnya yang berantakan, zelle berdiri dari posisi duduk di lantai, dia berdiri menatap dirinya di depan cermin kamarnya, zelle tersenyum miring dan merapihkan penampilannya yang berantakan, kemudian berjalan beguitu saja meninggalkan kamarnya yang berantakan
Dia berjalan menuju dapur dan meminum obat, setelahnya dia keluar dari rumah tak lupa untuk menguncinya
Hampir setiap hari kejadian seperti itu terulang
😌😌😌😌
__ADS_1
Berbeda di suatu rumah yang cukup besar, seorang gadis cantik tengah duduk santai sambil menonton film, perempuan itu terkadang tertawa terbahak bahak dan juga marah marah tak jelas karena alur film nya
Di saat perempuan itu sedang asyik menonton film di kamarnya, tiba tiba pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang
“queni buka pintunya, mamah mau bicara”
Queni yang mendengar mamahnya memanggil didirnya,dia langsung mematikan film yang sedang berlangsung, dan turun dari kasurnya, dia berjalan membuka pintu kamarnya
Setelah pintu kamar di buka, barulah mamah queni masuk kedalam kamar anaknya itu, dan duduk di sofa
“ada apa” Tanya queni pada sang mamah yang duduk bersebrangan dengannya
“kamu sudah memikirkan ingin kuliah di mana” Tanya wanita paruh baya itu pada anaknya
“aku akan kuliah jika aku mau, untuk sekarang aku tidak memikirkannya” queni menjawab dengan tenang
Mendengar jawaban anaknya, wanita paruh baya itu menatap anaknya yang sedang menyandarkan kepalanya, kemudian berdiri dan berjalan keluar dari kamar queni
Mendengar pintu kamarnya yang sudah tertutup, queni menegakkan tubuhnya, dan memandang lurus kedepan, kemudian bermonolog sendiri
“kapan kamu mau kuliah? Apakah sudah menemukan kampus yang cocok untukmu, bla bla blab la…. MENYEBALKAN!!!” queni sedikit teriak di akhir monolognya
🐰🐰🐰🐰
Di sebuah meja caffe ada tiga grombolan pria tampan yang tengah mengobrol santai, mereka adalah lexi Roderick, zeroun xander dan dax Dermot
__ADS_1
“gue denger denger minggu depan lo mulai masuk perusahaan” uca dax pada salah satu sahabatnya
Tak mendengar jawaban dari temannya, zero menepuk pundak sahabatnya, yang di tepu pundaknya terkejut
“kalo udah tau jawabannya gk usah nanya” kesal lexi
“cih..gue Cuma mau mastiin kalo itu bener, gue takutnya lo lagi kesambet setan baik, makanya lo mau masuk perusahaan” tutur dax dengan kesal
“mana ada setan baik begoo” celetuk zero sambil menoyor kepala dax
Dax menatap tajam pada zero, zero yang di tatap tajam dax, dia balik menatap tajam pula, saat dax akan bebicara, lexi lebih dulu bersuara
“berhentilah berbicara yang tidak penting” keluh lexi
“baiklah baiklah kita gk akan bahas itu lagi tuan lexi Roderick” ucap dex dan zero bersamaan
Akhirnya merekapun lanjut mengobrol dengan santai tanpa harus menyangkut pautkan perilah dirinya yang akan mulai bekerja di perusahaan daddy nya
Sebenarnya lexi juga sampai sekarang masih memikirkan keputusannya ini, jika bukan karena orang tuanya yang terus mendesak diriny untuk terjun langsung agar mengurus perusahan dady nya mungkin lexi enggan
Karena dirinya punya usaha sendiri dibidang kuliner, usahanya cukup maju, bahkan sudah membuka cabang restorannya di berbagai kota di negaranya
Namun karena lexi lelaki satu satunya di keluarganya, akhirnya mau tak mau dia menuruti ke inginan daddynya itu, mana mungkin kan harus adik perempuannya yang masih kuliah yang harus menggantikan posisi dadd nya?
Pikiran lexi benar benar kacau, namun sebisa mungkin ia tutupi kala sedang berkumpul dengan teman temannya
__ADS_1