Dulu, Sekarang Dan Nanti

Dulu, Sekarang Dan Nanti
Bab 3


__ADS_3

Jehan dan zelle kini tengah berbincang santai di taman kota setelah mereka selesai makan siang,


hampir setiap hari jehan selau berusaha untuk mengajak zelle ke taman, guna menjernihkan pikirannya agar lebih rileks


“apakah stok obat yang kuberikan padamu masih ada?” Tanya jehan


Jehan selau tau kapan obat zelle akan segera habis,dia selau rutin menge chek obat obat milik sahabatnya itu


“yah hampir habis” jawab zelle


“minggu depan ntar gue kasih lagi obatnya” tutur jehan


Zelle hanya mengangguk saja,, jehan selalu sabar menghadapi sikap zelle, meskipun dirinya baru kenal 1 tahun ini, namun jehan sudah seperti adik yang sangat menyayangi kakanya


Singkat cerita,


Jehan saat tengah malam hendak pulang kerumahnya, dia baru selesai kumpul bersama teman temannya, namun saat mobilnya hendak melewati jembatan , dia melihat seorang wanita yang tengah berdiri di tiang jembatan


Awalnya jehan ragu untuk turun, dia pikir itu hantu,karna pada saat melihat penampilan zelle saat itu benar benar kacau, rambut yang terurai panjang namun berantakan, baju yang kusut, serta luka goresan di tangan, bahkan luka itu belum mengering


Namun dengan nyali yang kuat, jehan turun dari mobil, berjalan mengandap endap seperti maling, dan saat lebih dengan dengan zelle, tiba tiba zelle berteriak dan sudah mau melompat dengan membentangkan kedua tangannya


Jehan yang melihat itu sontak saja syok bukan main, dia langsung berlari dengan sekencang mungkin, dan langsung memeluk tubuh zelle yang sudah setengahnya condong kedepan


Zelle terkejut karena tiba tiba ada yang memeluk tubuhnya dengan kencangg


Tanpa pikir panjang jehan langsung menarik tubuh zelle denggan susah payah, beruntung jehan mempunya tubuh yang tinggi serta badan yang cukup berisi

__ADS_1


Setelah berhasil menarik zelle,jehan berusaha untuk menenangkan zelle yang berteriak dan menngamuk seperti orang kesetanan, hampir satu jam barulah jehan berhasil menenangkan zelle


Nah dari situ jehan mengenal zelle, dan dia benar benar menjaga zelle dengan serius dan penuh dengan kelembutan


Ok lanjut obrolan jehan sama zelle lagi yah


“gue mau kerja” ucap zelle tiba tiba saat mereka tengan berbincang


Jehan yang mendengar ke inginan zelle tentu saja terkejut, dia menoleh menatap sahabatnya ini dengan seriius


“tunggu 2 minggu lagi, setelah itu lo boleh bekerja” tutur jehan, bukan jehan melarang zelle untuk bekerja, namun dia harus benar benar memasstikan kondisi zelle dengan baik


Karena jehan tau zelle belum bissa berinteraksi dengan orang orang baru, meskipun kondisi zelle sudahh lebih baik tapi tidak menutup kemungkinan zelle bisa saja tiba tiba kumat dengan kondisi mentalnya


Maka dari itu dia memberikan waktu 2 minggu untuk melihat perkembangan zelle


Jehan tersenyum mendengar zelle yang nurut mendengarkan sarannya


………….


“gue mau ngerombak perusahaan” ucap lexi di sela sela mereka tengah makan siang dengan dex dan juga zero


Mereka makan di restoran lexi yang kini tengah di urus oleh zero, lexi meniitipkan restorannya pada sahabatnya itu


“ngerombak gimana maksud lo” Tanya zero, dex juga bingung maksud dari ucapan bos nya itu


“gue mau ganti beberapa karyawaan di perusahaan daddy gue, gue mau cari orang mau bekerja dengan serius dan tidak main main, gue bakal seleksi calon karyawan gue dengan ketat” jelas lexi

__ADS_1


“ apa daddy lo udah tau saran lo itu” Tanya zero lagi


“tau atau tidak taunya daddy gue, gue bakal lakuin apa yang udah gue pikirin mateng mateng” tutur lexi


“heiitsss gila yah lo, sekalinya kalo udah urusan pekerjaan gak main main, salut gue” ucap dex


“harus lah, emangnya lu, seriusnya goda cewe sama mainin mereka” sindir zero tiba tiba


Mendengar sindiran zero, dex menatap kesal dan meninju lengan zero dengan keras


“sialan lo” kesal dex


“ sudaah sudah, sekarang gue mau balik ke perusahaan lagi, masih banyak kerjaan yang belum kelar” lexi langsung berdiri dari kursinya dan berjalan menuju pintu keluar


Melihat itu dex langsunng berdiri dan mengejar lexi, lagi lagi dex mengumpat lexi dengan kesal , dia selau saja di tinggal dan harus mengejarnya lagi


Zero tertawa melihat kelakuan dex dan juga lexi, zero pun kembali di ruangan kerjanya, dia sangat nyaman dengan pekerjaannya


Sebenarnya zero juga mempunya pekerjaan sendiri namun dia mengingkinkan sesuatu yang berbeda dari pekerjaannya


Dan pada saat lexi menawarinya untuk mengurus restoran dirinya tentu saja zero menerima dengan senang hati


Man teman jangan lupa berikan like dan sarannya yah


Agar author lebih semangat lagii buat bikin ceritanya….


Sayang banyak banyaaakkkk semuanyaaaa

__ADS_1


__ADS_2