
Ke esokan malam nya, Lexi datang kerumah zelle untuk membawa zelle kerumahnya
📤 zel, gue di depan rumah lo 📤
Zelle yang membaca pesan Lexi langsung keluar rumah tak lupa mengunci pintu
Lexi keluar dari mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk zelle
"Lo gak papa kan? " Tanya Lexi sambil mengemudi
" Ntahlah "Jawab zelle ambigu
Lexi tersenyum geli saat mendengar jawaban zelle, Lexi tau pasti zelle bingung dengan semua masalah yang terus datang di hidupnya saat kenal dirinya
" Lo gak usah bingung, lo cukup membiasakan diri ajah, masih banyak surprise yang belum gue kasih ke lo jadi jangan terlalu di pikirkan, nanti lo gila" Ujar Lexi dengan bercanda di akhir kata
" Ngomong enak banget nyuruh gue jangan mikirin, lo kira gue benda yang gak punya pikiran " batin zelle
"He em" Zelle hanya mendehem saja menjawab apa yang di ucapkan Lexi
Lexi menggelengkan kepala nya dan tersenyum
Dan sekarang, mereka sudah sampai di rumah keluarga Roderic
Lexi membukakan pintu mobil untuk zelle
"Ayo" ajak Lexi dengan memberikan satu tangannya untuk zelle genggam
"Makasih tapi gak perlu belum terbiasa" Tolak zelle dengan halus
" Ah ok" Pasrah Lexi, dirinya harus menunggu
Kedua nya pun masuk kedalam rumah
Meskipun rumah keluarga Roderic sangat mewah, namun tuan Roderic tidak terlalu banyak memperkerjakan banyak orang seperti rumah para orang kaya lainnya
Hanya ada seorang juru masak, bagian bersih-bersih dalam rumah, tukang kebun, dan satpam saja
Tuan Roderic tidak pernah berfikir bahwa mereka adalah 'PEMBANTU' tuan Roderic selalu berfikir jika mereka adalah partner kerja nya
Karna malam ini ada acara makan malam, jadi bagian juru masak akan bekerja lebih banyak dari jam biasanya dan tentu saja akan di berikan bonus tambahan untuk mereka
__ADS_1
Lexi dan zelle langsung menuju dapur, dan ternyata benar, mereka sudah berada di meja makan
"Kalian sudah datang, ayo sini" Ucap nyonya aleta
"Halo kak zelle" Sapa quinsha
Zelle menjawab dengan senyuman yang manis
Zelle pun duduk di samping Lexi
Mereka pun menyantap makanan yang tersedia
setelah makan malam selesai, semua nya berkumpul di ruang keluarga
Quinsha duduk di samping zelle dengan bergelayut manja di lengan zelle
" Quin duduk yang benar jangan seperti itu kasian zelle " tegur nyonya aleta
"Ah gak papa tante" Ucap zelle
"Kak zelle ajah bilang gak papa" Oceh quinsha
Semua orang langsung menatap tuan Roderic
" Kenapa malah liatin daddy, Lexi jawab" Ujar tuan Roderic
Lexi gelagapan saat di suruh jawab, dirinya bingung harus memberi jawaban apah, pasalnya dirinya belum membicarakan ini dengan zelle
"Ahh....itu...lexii... tanggal nya... " Lexi berbicara dengan bingung
"Ah.. itu.. ini.. itu... Ngomong yang bener dong lex" Nyonya aleta sangat gemas melihat Lexi berbicara seperti itu
" akhir bulan ini tanten, om" Tiba-tiba saja zelle memberi jawaban yang mengejutkan semua orang di situ terutama Lexi
"Waaahhh gak sabar fitting baju nih" Celetuk quinsha
"Kalian yakin" Ucap tuan Roderic
Lexi dan zelle saling tatap, zelle mengangguk kecil pada Lexi
"Kami yakin dad" Jawab Lexi mantap
__ADS_1
Tuan Roderic kemudian menatap zelle
"Apa kamu yakin dengan pernikahan ini? " Tanya tuan Roderic
zelle diam sebentar saat di beri pertanyaan, dirinya harus memilih kata yang pas saat di ucapkan
"Awalnya saya ragu dengan semua ini, tapi--" Zelle menjeda ucapannya dan menatap Lexi sebentar
"Tapi saya sangat yakin, keputusan yang saya pilih ini adalah keputusan yang baik" Jawab zelle mantap
Tuan Roderic mengangguk dan nyonya aleta tersenyum senang
Lexi ingin rasanya memeluk zelle sekarang juga dan bilang 'Terimakasih' Hatinya berdegup kencang, sungguh ini yang ingin Lexi rasakan
Kemudian pembicaraan berlanjut lebih santai lagi
"Zelle, nanti kamu bisa ajak keluarga kamu untuk makan malam ini di sini, kita harus sering bertemu" Ujar nyonya aleta
"Baik tante" jawab zelle
"mom, dad, Lexi mau bicara sama zelle sebentar yah" Izin Lexi
Tuan Roderic dan nyonya aleta mengangguk, sedangkan quinsha cemberut
Lexi membawa zelle ke taman belakang
"Ada apa" Ucap zelle
Tiba-tiba Lexi memegang tangan zelle dengan lembut
"Zel.. gue tau lo masih ragu dengan apa yang lo ucapin tadi.. tapi setidaknya itu bikin gue makin berusaha untuk jadi yang terbaik buat lo, please jangan terlalu di pikirin semuanya, gue gak mau nambah beban fikiran ke lo, fikirin hal yang bikin lo happy ajah, dan juga, kalo lo mau tunda ini semua, gue gak masalah, gue tunggu sampe lo siap" Tutur Lexi tanpa melepaskan genggamannya
"Lex... gue taro pilihan itu ke lo, lo juga udah nunjukin ke seriusan lo ke gue, lo udah ngebuktiin ke gue kalo lo gak main main dengan semua ini... i know di dunia ini gak ada yang sempurna but setidaknya gue pilih preman di antara penjudi... So kita sama-sama terus berusaha jangan lakuin semuanya sendiri kalo gak mampu... dan please jangan bikin gue kecewa dengan pilihan gue" Baru kali ini, zelle berbicara benar-benar dari hati yang sangat dalam dan tulus
Lexi langsung memeluk zelle dengan erat
"Terimakasih zel, terimakasih"
"Wah kaka beruntung banget yah bisa dapetin kak zelle"
Ternyata nyonya aleta, tuan Roderic dan quinsha mendengar semua pembicaraan Lexi dan zelle
__ADS_1