
Sudah satu hari berlalu, Ternyata zelle benar-benar tak ingin bertemu dengan nya
Pasalnya Jehan sudah menghubungi zelle namun tak tersambung, Jehan juga sudah datang ke rumahnya namun zelle tak keluar, Jehan mencoba masuk menggunakan kunci cadangannya namun ternyata zelle sudah mengganti kunci rumahnya
"Wah wah wah, ini anak benar-benar gila" Pikir Jehan
Jehan kini tengah duduk santai di apartemen nya
Saat tengah memikirkan zelle, ponsel Jehan berdering
Ternyata Lexi yang menelfon, dengan perasaan kesal, Jehan menerima panggilan telfon itu
"Apah"
"Dimana? " Tanya Lexi di sebrang telfon
"Mau apah" Tanya Jehan balik
"Ck.. Turun kebawah, ada zero nungguin lo"
"Zero, dia mau nga--"
'TUT TUT TUT' Lexi lebih dulu memutuskan sambungan telfon sebelum Jehan selesai dengan ucapannya
"Issssshhhhh..... Ngeselin banget sih" Meskipun Jehan merasa kesal dengan tindakan Lexi, Jehan tetap datang menemui zero
"Ada apa" Tanya Jehan saat sudah berada di depan zero
"Masuk" Ujar zero dengan membuka pintu mobil
"Hah? Kalian tuh kenapa sih su--"
"HEY HEY HEY" Zero mendorong paksa Jehan hingga duduk di kursi penumpang samping kemudi
Zero dengan cepat memutari mobilnya dan duduk di kursi kemudi
Mobil zero langsung melesat cepat
Selama perjalanan, tak ada yang bersuara, Jehan sungguh enggan membuang tenaga hanya untuk marah marah
__ADS_1
Dan sekitar 35 menit perjalanan, mobil zero sampai di sebuah rumah yang cukup megah
"Rumah siapa ini" Batin Jehan
"Turun" Ucap zero dengan membuka pintu mobil
Jehan langsung terkesiap,, Jehan masih bingung, ada apa sebenarnya ini
Dengan perasaan bingung, Jehan nurut saja mengikuti zero yang masuk kedalam rumah itu
Dan saat sampai di sebuah ruangan, yang Jehan pikir ini pasti ruang keluarga
Di situ ternyata ada dex dan juga Lexi yang tengah duduk dengan santai nya
Dengan perasaan gondoknya, Jehan mendudukan bokongnya di kursi dengan sedikit keras
"Ada apa" Tanya Jehan dengan kesal dan melipat kedua tangannya
"Gue mau nikah sama zelle dua minggu lagi" Ujar Lexi dengan gamblang nya
"Ahh dua minggu lagi.... " Jehan dengan polosnya berbicara seperti itu dengan menganggukan kepala
Namun sepersekian detik
" Gak. Gak.. Gak.. Pokonya gak..?!!! "Tolak Jehan dengan kasarnya
" Lo udah gila apah, lo udah bikin hidup zelle dengan gak nyaman, dan sekarang lo bilang mau nikah sama zelle dua minggu lagi? " Jehan sungguh tak habis fikir dengan pikiran Lexi, dia fikir menyiapkan pernikahan itu gampang
Dan lagi, zelle tentu saja tidak akan setuju dengan ini
"Lo tuh sebenarnya udah ngerencanain semua ini dengan matanga kan? Lo cuma mau main main sama zelle ajah kan, gak bisa lex, gue gak akan ngebiarin lo ngelakuin itu semua ke zelle, GAK AKAN GUE BIARIN" tegas Jehan
Ketiga pria itu hanya geleng-geleng saja mendengar semua yang di ucapan Jehan
"Udah ngoceh nya" Ujar Lexi
"Berfikir negatif tanpa tau yang sebenarnya" Gumam Lexi
"Gue serius dengan apa yang gue omongin tadi, dan gue serius dengan perasaan gue terhadap zelle" Tutur Lexi dengan singkat padat dan jelas
__ADS_1
"Ada bukti akan ucapan lo? " Cibir Jehan
"Bantu gue buat nikah dengan zelle dan lo akan liat buktinya" Jawab Lexi
"Ckk... Lex, please c'mon"
"Ini pernikahan bukan permainan, lo gak tau pribadi zelle seperti apah, lo gak tau kehidupan zelle seperti apah, lo--"
"Lo tau semuanya" Potong Lexi
"Gue" Ujar Jehan dengan menunjuk dirinya sendiri
Ketiga pria itu langsung mengangguk bersamaan
Jehan mengangkat kepala nya menatap langit langit ruangan itu dan mengacak acak rambutnya dengan kesal
"Capek gue huaaaaaa" Jehan sungguh tak habir fikir dengan Lexi kali ini
"Gue udah berusaha cari informasi mengenai zelle namun yang didapat tidak sesuai dengan apa yang ingin gue tau lebih banyak dari zelle, dan---" Lexi menjeda ucapannya dan menatap Jehan dengan intens
Jehan yang di tatap pun bingung
"Dan apa hah" Sarkas Jehan
"Dan kunci satu satunya ada di lo" Sambung lexi
"Ini yang mau nikah sama zelle, lo atau gue hah? Gak mau, gue gak mau terlibat dengan kalian bertiga terutama lo" Jehan langsung menunjuk Lexi dengan mata melotot
Lexi langsung menatap zero dan dex
Zero dan dex yang di tatap pun langsung berdiri dan mendekat ke arah Jehan
"Hey, hey ada apa ini, jangan macam macam yah kalian"
"HAP" Dex dan zero langsung memegang kedua tangan Jehan
"Hey lepasin sialaaaaannn"
"Gue bakal lepasin lo kalo lo mau bantu gue, atauuuuuu.... " Lexi mendekat pada Jehan dan berbisik
__ADS_1
"Atau gue bakal culik zelle dan menikahi dia dengan paksa" Ucapan Lexi terdengar serius di telinga Jehan
"HUAAAAAAAAAAA.... HIKSS.. HIKSS... HIKSS .... " Jehan menangis dengan perasaan kesal yang teramat pada lexi