
Di negara X, jehan kini sedang duduk santai di balkon apartemen nya
2 jam lagi dirinya harus menghadiri pertemuan dengan kolega papah nya
"Menjalani hidup tidak sesuai yang gue mau, sungguh miris sekali hidup gue, heuuhhhhhhh.... " Keluh jehan
"Akan adawaktu dimana lo hidup sesuai dengan yang lo mau" Tiba-tiba seseorang menyahuti ucapan jehan
Jehan terkejut dan langsung menengok kan kepala kesamping, ternyata itu tetangga apartemen jehan,
"Lo denger omongan gue" Ucap jehan malu
"Mungkin" Jawab pria itu cuek
"Ok anggep ajah lo gak dengar" Jehan langsung masuk kedalam kamar, dirinya merasa malu
Sedangkan pria itu tersenyum melihat perilaku wanita itu, "wanita aneh" Gumamnya
...........
Zelle kini berada di ruangan frey, boss nya di tempat zelle bekerja, zelle ingin berhenti bekerja, dirinya merasa tak enak hati karena baru bekerja sudah meminta cuti
"Kamu bener mau berhenti zell" Tanya frey
"Iyah tuan, saya minta maaf atas tindakan saya yang meminta cuti panjang" Ucap zelle
"Baiklah jika keputusan kamu sudah bulat saya juga tidak bisa memaksakan, dan ini gaji selama kamu bekerja di sini, dan jangan menolak nya" Ucap frey
__ADS_1
"Baiklah saya Terima, Terimakasih tuan, saya permisi" Zelle pun keluar dari ruangan frey
Frey menatap lesu kepergian zelle, dirinya merasa sangat kehilangan
Zelle kini tengah duduk di halte bus, dirinya ingin menuju ke suatu tempat
Bus yang ditunggu zelle pun datang, zelle langsung naik kedalam bus, zelle duduk di kursi paling ujung, dirinya menatap keluar jendela
Zelle menutup mata perlahan, dirinya merasa sangat lelah hari ini
. ........
"Dex adakan rapat dengan kepala direksi siang nanti" Perintah Lexi pada dex
"Baik tuan muda" Jawab dex
"Ada lagi tuan muda" Tanya dex, seperti biasa jika menyangkut pekerjaan, harus profesional
"Tidak ada" Ucap Lexi
Dex pun kembali keruangan nya
Lexi menyandarkan kepalanya, ingin rasanya istirahat sebentar, namun banyak pekerjaan yang harus di selesaikan segera
...............
"Sangat menyebalkan, tidak bisakah papah menyuruh karyawannya atau asistennya yang datang untuk menemui koleganya, menyebalkan sekali, apakah koleganya itu sangat penting, awas saja jika dia orang yang sangat menyebalkan gue langsung balik ke negara gue" Jehan kite tengah duduk di ruangan VVIP di restoran yang sangat terkenal di negara X
__ADS_1
Dirinya menunggu kolega papahnya
"Lihat, gue udah nunggu setengah jam tapi dia belum datang juga, akhhhh mending gue belanja, gue juga udah laper sial... " Ucapan jehan terhenti kala melihat seseorang masuk di ruangan yang sama dengan jehan, jehan sangat terkejut kalau melihat orang itu
"LO?!! " Ucap jehan dan pria itu bersamaan
"Ngapain lo masuk ke ruangan ini, oh atau jangan jangan lo ngikutin gue yah, atau lo.. " Sebelumnya jehan melanjutkan ucapan nya, pria itu langsung memotong
"Gue ada janji dengan nona jihan di ruangan ini, so, gue gak ada waktu ngedengerin omongan lo, karena waktu gue berharga, mending lo keluar dari ruangan ini, karena ruangan ini udah gue pesan lebih dulu" Terang pria itu
Jehan di buat syok dengan penjelasan pria itu, apa tadi? Dia mau ketemu sama gue? WHAT?!! jadi dia kolega papah gue, ahhh kenapa harus pria iniii, jehan sangat bingung harus memulai pembicaraan dari mana, namun dirinya memberanikan diri untuk berbicara
"Ok sebentar, jadi lo yang namanya zeroun Xander? " Tanya jehan pada pria itu
"Iyah gue, ko lo tau nama gue? Ohhhh, stop... Jangan bilang lo" Zero tak melanjutkan ucapannya lagi kala melihat jehan menganggukan kepala
"Yapss,, gue jehan yang lo mau temui"
"Lo bohong kan? Gak mungkin tuan levronka punya karyawan kaya lo" Ucap zero, zero tidak tahu jika jehan anak dari tuan levronka, karena tuan levronka tak memberi tau jika anaknya yang menggantikan dirinya
"WHAT?! KARYAWAN?!! " jehan tak habis fikir, apa papahnya tak memberi tau jika dirinya yang menggantikan untuk bertemu dengan kolega nya ini
"Hey, gue bukan karyawan, gue anak dari tuan levronka, lo kalo ngomong jangan sembarangan yah" Ucap jehan dengan sewot
Kali ini zero yang dibuat terkejut dengan ucapan jehan
"Heh ANAK?!! "
__ADS_1