
"Ada urusan apa tuan ikut campur dengan hal pribadi saya" Tanya queni dengan menahan amarah
"Saya tidak ikut campur dengan urusan pribadi kamu, saya hanya bertanya" Kilah lexi
"Saya tidak bisa menjawab hal pribadi saya karena itu tidak ada sangkut paut dengan pekerjaan dan juga tuan" Sarkas queni
"Jika saya bilang zelle adalah wanita saya, apa saya tidak bisa ikut campur? " Lexi semakin gencar membuat amarah queni memuncak
BRAK!!!
"Tuan kalo ngomong jangan sembarangan yah, saya tidak akan mengizinkan tuan dekat dengan kaka saya" Sulut queni
Lexi makin tersenyum smirk
"Woooww, kenapa kamu yang emosi, apa yang saya ucapkan memang itu kenyataannya, apa kamu tidak lihat saat saya menemani kaka kamu di rumah sakit dan menolongnya beberapa kali, itu karena saya sayang dengan zelle" Ntah mengapa tiba-tiba kalimat itu keluar dari mulut Lexi
Lexi agak sedikit ambigu dengan ucapannya sendiri
"Jangan membuat masalah semakin runyam, simpan saja perasaan tuan untuk diri sendiri dan jangan bawa kaka saya terlibat dalam perasaan itu" Tegas queni
"Saya akan diam jika kamu tidak menyakiti zelle dan membuat dia tertekan" Lexi kali ini sangat serius dengan ucapannya
Dan kali ini queni yang tersenyum smirk mendengar ucapan Lexi
__ADS_1
"Seharusnya tuan kalau bicara di pikir dulu menggunakan otak, saya pamit" Queni berdiri dan langsung berjalan cepat keluar dari ruangan Lexi
Namun sebelum benar-benar keluar Lexi lebih dulu membuat langkah queni berhenti dengan ucapannya
"Saya tidak bercanda dengan semua yang saya ucapkan, dan jangan menyesal jika sesuatu terjadi dengan kamu"
Namun queni tak menganggap semua ucapan Lexi serius
Saat queni sudah keluar ruangan, Lexi menghubungi seseorang
"Pantau terus jangan sampai lengah" Perintahnya pada seseorang
Setelahnya Lexi menyandarkan kepala nya pada sandaran sofa
🤍🤍🤍🤍
"Lo gak di cariin sama papah atau mamah lo je? " Tanya zelle
Zelle dan Jehan sudah berada di apartemen
"Gue udah ngabarin mereka kalem ajah" Jawab Jehan
Padahal mamahnya sedari tadi menyuruh Jehan pulang
__ADS_1
Namun Jehan enggan pulang karena ada something yang membuatnya tak ingin pulang
"Oh Iyah, soal proyek itu gimana" Tanya zelle
"Ah Iyah,, si lexi minta di percepat soal proyek itu, paling besok dia minta ketemu lagi, liat besok ajah" Tutur Jehan
"Gue mau tau alasan dia bikin proyek itu kenapa, dan dia rela juga ngeluarin dana besar untuk proyeknya" Ucap zelle
"Ntahlah gue juga belum tau pasti, cuma waktu itu dia sempet bilang, dia udah dari dulu mau bikin tempat ini, cuma baru sekarang ajah dilakuin sama dia" Terang Jehan
"Ah gitu" Zelle mengangguk saja
🤍🤍🤍🤍🤍🤍
Queni setelah pergi dari perusahaan dirinya mengunjungi rumah zelle namun ternyata tak ada orang
"Tadi dapet informasi kalo kakak udah pulang kerumah, tapi ini kenapa gak ada orang yah" Monolog queni
"Apa kakak berada dirumah kak Jehan?? Ahhh tapi gue gak tau rumah kak Jehan lagi" Kesal queni
"Gue harus tau informasi kak Jehan dari siapa lagi,, gue jadi kepikiran ucapan si big boss sialan itu" Grutu queni
Queni benar benar ingin mempunyai ilmu yang bisa menebak perasaan seseorang dan bisa melihat pikiran seseorang
__ADS_1
Queni merasa frustasi sekarang