
Mobil yang dikendarai lexi dan tuan braddy sampai diperusahaan yang menjulang tinggi,
sopir langsung turun dan membukakan mobil untu ke dua tuannya
Semua pekerja berdiri dengan rapi menyambut kedatangan tuan muda dan tuan besar
Semua menata takjub kedua pria itu,
sedangkan yang di tatap hanya cuek saja enggan menanggapi
Anak dan bapak itu berjalan dengan gagahnya masuk kedalam perusahaan,
Tuan braddy membalas sapaan para karyawannya sedangkan lexi acuh saja dan terus berjalan masuk,
tuan braddy yang melihat perilaku anaknya itu menggelengkan kepalanya
Kemudian dia menyusul putranya itu
Kini lexi tengan duduk di kursi kebesarannya, tuan braddy masuk kedalam ruangan putranya
“kamu seharusnya jangan bersikap seperti itu” ucap tuan braddy dengan suara tegasnya
Mendengar suara sang daddy, lexi langsung memutar kursinya menghadap daddynya,
kemudian berdiri dan berjalan dengan gagah menghampiri daddynya yang tengan duduk di sofa ruangannya
Lexi duduk bersebrangan dengan daddy nya, “lalu aku harus bersikap seperti apa, harus kah aku meladeni mereka yang bersikap pura pura baik atau aku harus menanggapi staf staf wanita itu dengan manis? Mana yang di inginkan?” tutur lexi dengan menatap daddy nya dengan serius
__ADS_1
Tuan braddy tersenyum kecut mendengar penuturan putranya itu
“seolah olah kau sudah tau mereka, dan seolah olah kau merasa tampan” cibir tuan braddy
Mendengar daddy nya berbicara seperti itu, lexi langsung berdecih dan berdiri
“daddy sudah menyuruhku untuk menggantikan posisi daddy, jadi jangan salahkan aku dan jangan halangi aku jika aku ingin melakukan sesuatu pada perusahaan ini” setelah mengungkapkan apa yang ingin di ungkapkannya dari tadi, lexi berjalan menuju kursinya kembali
Mendengar penuturan putranya tuan braddy tersenyum miring kemudian berdiri dan berjalan untuk keluar dari ruangan putranya,
sebelum keluar, tuan braddy membuka suaranya kembali
“daddy hanya butuh bukti bukan sekedar bualan” setelah mengatakan itu, tuan braddy langsung keluar dari ruangan putranya
Lexi menyandarkan kepalanya dan memijit kepalanya, “baru hari pertama sudah dibuat emosi, bagaimana selanjutnya” gumam lexi
“kerjaan numpuk bukannya malah ngelamun” ucap seseorang yang masuk kedalam ruangannya itu dengan menaruh beberapa dokumen yang menumpuk
Lexi langsung duduk dengan tegap, saat melihat siapa yang berbicara padanya, mata lexi membulat sempurna
“ngapain lo ada di sini, ini juga kenapa banyak dokumen yang lo kasih ke gue” tutur lexi dengan bingung sekaligus terkejut melihat keberadaan temannya itu
Sedangkan yang di Tanya hanya duduk dengan santainya di depan kursi yang berada didepan meja lexi
Tak kunjung mendengar jawaban dari temannya ini,lantas lexi menatap dengan tajam seolah olah dia siap untuk memakan pria yang ada di depannya ini
Mendapat tatapan tajam dari lexi akhirnya dax membuka suaranya
__ADS_1
“baiklah baiklah tuan lexi Roderick yang terhormat, saya ini sekarang dan seterusnya akan menjadi asisten serta sekertaris anda”
“asisten? Sekertaris? Bagaimana bisa” ucap lexi dengan bingung
“sudahlah tak perlu di pikirkan,lebihbaik selesaikan itu kerjaan,karena saya lapar belum makan siang” keluh dex
Lexi berdecih mendengar ucapan dex, kemudian menatap tumpukan dokumen di mejanya, dia menarik nafas dalam
Kini dex dan juga lexi tengah focus dengan pekerjaannya, mereka jika sudah focus pada pekerjaannya sangat sulit di ganggu
Namun saat benar benar tengah serius, tiba tiba terdengar suara yang sangat mengganggu konsentrasi lexi
Lexi menatap sumber suara itu, yang di tatap hanya nyengir kuda, “kan udah gue bilang kalo gue laper, ini udah jam makan siang,kalo lo masih mau bekerja silahkan, gue mau keluar cari makan”
Saat dex berdiri dan hendak melangkah keluar dari ruangan lexi, lexi berbicara dengan suara tegasnya
“Berani jalan selangkah, langsung gue potong kaki lo”
Mendengar ancaman lexi, dex tidak jadi berjalan, kemudian memutar tubuhnya
“gue laper lex, lo mau liat gue pingsan di sini” kesal dex
Mendengar itu lexi berdecih dan langsung berdiri dan berjalan tanpa dosa meninggalkan dex yang masih berdiri di tempat
“mau makan apah mau diem ajah di situ” ucap lexi dengan sedikit berteriak
Mendengar itu dex langsung berjalan dengan cepat mengejar lexi, dia berjalan sambil mengumpat
__ADS_1