
"Apa kamu yakin ingin bertemu dengan mamah kamu dan juga queni?" Tanya jovan
"Iyah zelle yakin" Jawab zelle
"Abang bukan melarang kamu untuk ketemu dengan mereka, hanya saja, abang fikir kamu perlu memikirkan lebih jauh jika ingin bertemu dengan mereka" Ujar jovan
"Abang tak perlu khawatir, zelle akan baik baik saja, dan zelle juga sudah memikirkan ini dengan baik" Tutur zelle
Zelle tak ingin menunda nya lagi, lebih cepat lebih baik bukan?
"Baiklah jika itu pilihan zelle, dan abang harap, kamu bisa memaafkan mereka" Jovan mengusap kepala zelle dengan lembut
"Yaudah ayo berangkat sekarang nanti terlalu malam kita pulangnya, dan biarkan Jehan menyusul saja" Tutur jovan
"Baiklah, ayo" Balas zelle
Keduanya pun pergi menuju apartemen queni, zelle juga sudah mengabari jehan bahwa dirinya pergi lebih dulu
Sedangkan jehan kini tengah berdebat dengan lexi di dipinggir jalan
"Astaga lexi, gue udah bilang berapa kali, zelle gak ngizinin lo buat dateng, lo di kasih tau bebal banget" Jehan amat kesal dengan sikap lexi yang menurutnya ke kanak kanakan
"Gue dateng karena di undang queni bukan karena zelle" Elak lexi
"Aisshhhhh... Gue tau lo pasti lo ngancem karyawan lo itu kan, lex gue udah ngomong ini beberapa kali, lo mau nanti--"
"Mau berangkat sekarang atau nanti telat" Potong lexi cepat
Jehan mencak mencak tak karuan dengan sikap lexi ini
Dengan hati dongkol, Jehan mau tak mau membiarkan lexi mengikuti mobilnya menuju apartemen queni
"Itu orang udah gila apa gimana sih, eeuuuhhhh ngebayangin zelle nikah sama orang kaya gitu ajah udah bikin gue emosi merinding" Jehan mengoceh sendiri sambil mengemudi
Sedangkan lexi di dalam mobil tengah senyum senyum seperti orang gila
"Ck.. Agak ribet juga yah ngedeketin zelle, sebenernya gue bisa bikin dia nikah sama gue dengan cara praktik gue, cumaa yahh gue pingin ngebuktiin ke zelle kalo gue serius" Lexi sebenarnya berfikir kalo cara yang dia gunakan sekarang cukup membuatnya kesal
__ADS_1
Lexi tipikal orang yang tak suka bertele tele dalam hal apapun, tapi demi zelle, Lexi lakukan itu
Sekarang lexi dan Jehan sudah sampai di tempat tujuan
Lexi dengan setia mengikuti Jehan menuju unit queni
"Kaka, maaf, queni juga nanti akan kedatangan tamu, apa kaka keberatan" Tanya queni pada zelle
Saat zelle datang ke apartemen queni, zelle berusaha bersikap biasa saja, seperti tak terjadi apapun di antara nyonya ririn dan queni
"Ah tidak apa apa, santai saja" Jawab zelle
Zelle tengah membantu nyonya ririn dan queni menyiapkan makan malam
"Kaka tau tidak, mamah masak beragam olahan daging cuma untuk kaka" Ujar queni dengan senyum merekahnya
"Kaka akan memakannya dengan lahap kalo gitu" Balas zelle dengan senyum kecil yang di tampakan
"Terimakasih" Ujar nyonya ririn dengan tersenyum tulus
Namun zelle tetap berusaha semaksimal mungkin
"Tak perlu berterima kasih, zelle akan makan apapun itu kalo mamah yang masak" Ucap zelle dengan suara kecil dan hampir tak terdengar, namun nyonya ririn mendengar suara zelle dengan amat jelas
Nyonya ririn yang tengah memegang sendok pun sampai menjatuhkan sendoknya karena mendengar zelle memanggilnya 'mamah'
Nyonya ririn langsung memeluk zelle dengan erat
"Terimakasih sayang, terimakasih" Ujar nyonya ririn dengan memeluk zelle
"Apakah acara makan malamnya harus di batalkan dan di ganti dengan acara saling pelukan" Celetuk queni
Queni sangat terharu melihat interaksi mamah dan kakanya, queni sangat bersyukur sekali
Nyonya ririn langsung melepaskan pelukan nya dan tersenyum kikuk
"Zelle panggil bang jovan dulu yah" Zelle sangat kikuk juga
__ADS_1
"Ah Iyah" Jawab nyonya ririn
Zelle pun memanggil jovan yang tengah duduk di ruang tamu
"Bang, ayo" Panggil zelle
Jovan pun mengikuti zelle menuju meja makan
Jovan langsung duduk di samping kanan zelle, sedangkan di samping kiri zelle ada queni
Nyonya ririn duduk di kursi tunggal, di sebrang kursi yang di kosongi untuk Jehan dan tamu queni
Saat semuanya sudah duduk di meja makan, bel pintu apartemen queni bunyi dan seperti nya Jehan dan Lexi
Queni langsung bangkit dan membuka pintu apartemen nya
"Ah ka Jehan dan tuan Lexi, masuklah" Ucap queni
Jehan dan Lexi pun masuk kedalam apartemen queni
"Yang lain di mana" Tanya Jehan
"Sedang menunggu kalian, ayo" Queni mengarahkan Jehan dan Lexi menuju meja makan
"Ka, kak Jehan dateng tuh, dan juga ada tamu queni juga" Ucap queni mengalihkan perhatian orang-orang yang tengah mengobrol ringan di meja makan
"Lexi" Gumam zelle
Sedangkan jovan memandang tak suka dengan kehadiran Lexi
Lexi langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan zelle, sedangkan Jehan duduk di kursi yang berhadapan dengan jovan
"Karena semuanya sudah berkumpul, ayo langsung di makan makanan nya, nanti dingin" Nyonya ririn memecahkan keheningan di meja makan
Semuanya orang yang ada di situ pun langsung melahap makanannya
Makan malam ini terasa aneh menurut zelle dan terasa spesial menurut nyonya ririn dan queni
__ADS_1