
Kini nyonya Ririn, queni, Jehan dan lexi tengah duduk menunggu zelle yang tengah di periksa dokter
Jehan menunggu dengan cemas, Jehan kini berdiri dan bolak balik di depan pintu
"Lo bisa duduk gak je, pusing gue liatnya, bolak balik dari tadi, zelle juga baik baik ajah pasti" Ucap lexi yang pusing melihat Jehan yang mondar mandir
Mendengar ucapan lexi, Jehan langsung berhenti dan berdiri di depan lexi dengan tatapan yang sulit di artikan
"Lo tadi bilang apah? Zelle baik baik ajah? Lo bisa jamin apah kalo zelle baik baik ajah hah? " Jehan tersulut emosi
"Apa nanti dia bisa bersikap biasa kaya sebelumnya, apa dia bisa berinteraksi lagi kaya sebelum nya, apa dia bisa senyum lagi kaya sebelum nya HAH? JAWAB JANGAN DIEM AJAH" Jehan memukul mukul bahu lexi
Lexi terdiam dengan ucapan Jehan, karena memang lexi tidak begitu kenal dengan zelle
Melihat Jehan yang mulai tak terkontrol, queni langsung memegang tangan Jehan yang memukul mukul bahu atasannya itu
"Kak berhenti" Pinta queni
Jehan langsung menatap queni dengan tatapan horor dan menarik dengan paksa tangannya yang di pegang queni
"Ini semua gara gara lo, zelle kaya gini gara gara lo hiksss.... " Jehan tak sanggup untuk tidak menangis
Dirinya takut jika zelle akan pergi meninggalkan nya seperti kakanya dulu
"Kalian kenapa jahat sama zelle hiksss, zelle salah apah sama kalian hiksss.. " Tubuh Jehan luruh di lantai, dirinya menangis tersedu-sedu
Lexi dengan inisiatif langsung memeluk Jehan untuk menenangkan nya
"Kenapa mereka jahat sama zelle lex, kenapaaa hiksss..... " Jehan memeluk lexi dengan erat, dirinya melampiaskan kemarahan nya pada lexi
"Hussttt...hussttt... Tenang" Ucap lexi dengan mengelus punggung Jehan
Lexi mengkode pada queni untuk segera pergi dahulu dari rumah sakit
Queni yang juga menangis, dirinya sempat menolak untuk tidak pergi dari rumah sakit, namun tatapan lexi yang semakin mengintimidasi membuat queni akhirnya mau tak mau pergi dari rumah sakit bersama nyonya Ririn
Nyonya Ririn masih saja melamun, pikirannya kosong, dan saat sudah di parkiran mobil, barulah nyonya Ririn sadar
__ADS_1
"Kenapa kita di mobil, ayo masuk kedalem, di sana ada zelle" Ucap nyonya Ririn seperti orang linglung
"Mah kita pulang dulu yah, besok kita kesini lagi, di sana udah ada kak Jehan dan juga tuan lexi" Terang queni dengan menahan tangisnya
"Tapi zelle dia--"
"Mah, pulang yah, queni juga capek sekarang" Pinta queni dengan tatapan memohon pada nyonya Ririn
Akhirnya nyonya ririn mau ikut pulang dengan queni
😭😭😭😭
Kini lexi tengah menunggu sendirian di luar ruangan zelle
Jehan tadi tertidur di pelukan lexi, Jehan mungkin kelelahan, dan lexi membawa Jehan keruangan sebelah zelle, lexi membiarkan Jehan tertidur di ruangan itu
"Keluarga pasien" Ucap dokter saat keluar dari ruangan
"Ah saya temannya zelle dok" Jawab lexi
"Ikut saya" Ucap dokter itu
"Kenapa keadaan zelle bisa seperti ini lagi? " Tanya dokter itu
"Apa sebelumnya zelle sering seperti ini? " Lexi balik tanya dengan dokter itu
"Dimana jehan, saya perlu bicara dengan jehan, karena saya pikir kamu tidak tahu menahu perihal zelle" Ucap dokter itu
"Dia sedang tidur karena kelelahan, bicara saja dengan saya, saya akan menyampaikan nya pada jehan" Tutur Lexi serius
"Bukan itu permasalahan nya, jehan yang sudah menjaga zelle jadi saya harus bicara dengan dia, kamu bisa keluar dan melihat kondisi zelle, dan jangan lupa untuk memberitahu jehan untuk datang keruangan saya jika dia sudah bangun" Terang dokter itu
Lexi sedikit kesal dan penasaran, dia kesal karena dokter itu seolah olah tidak percaya dengan dirinya dan dia penasaran, sebenarnya apa penyakit zelle selama ini
Dengan perasaan kesal dan penasaran, Lexi akhirnya Keluar dari ruangan dokter dan menuju ke ruangan zelle yang sudah di pindah ke ruangan inap VVIP
Saat Lexi masuk keruangan zelle ternyata sudah ada jehan di dalamnya yang tengah duduk di samping brankar zelle yang tengah tertidur
__ADS_1
" lo di suruh dateng keruangan dokter yang tadi meriksa zelle" Ucap Lexi saat sudah duduk di sofa ruangan itu
Jehan yang tengah memandang zelle, mengalihkan pandangannya pada Lexi
"Tolong jaga zelle, gue mau ke sana sebentar" Pinta Jehan
Lexi menganggukan kepalanya
Saat Jehan sudah keluar ruangan, Lexi tertarik untuk mendekat pada zelle
Lexi duduk di kursi yang tadi di duduki oleh Jehan
Lexi sangat serius memandang wajah zelle yang terkulai lemas
"Cantik tapi rapuh" Gumam Lexi
Lama memperhatikan wajah zelle sampai tak sadar jika Jehan sudah masuk kedalam ruangan itu kembali dengan wajah yang sudah basah karena air mata
BRUK!!
Jehan terduduk di lantai dan menangis
Lexi terkejut melihat nya dan langsung menghampiri Jehan
Melihat Lexi yang mendekat pada dirinya, Jehan langsung memeluk Lexi dengan erat dan berusaha untuk menangis tanpa mengeluarkan suara, dan itu sudah di pastikan membuat dada Jehan sesak
Lexi membiarkan itu semua, Lexi sudah menebak, pasti kondisi zelle tidak baik
Dan di rasa Jehan sudah lebih tenang, Lexi membawa Jehan untuk duduk di sofa dan memberikan air minum untuk Jehan
"Lo pulang ajah lex, sorry udah banyak ngerepotin lo" Ucap Jehan saat sudah lebih tenang
"Gue bakal disini, gue gak pulang" Tutur Lexi serius
"Lo tidur di sofa ajah, biar gue duduk di kursi samping brankar zelle, gue yang jaga zelle" Sambung Lexi lebih serius
Jehan yang sudah amat lelah juga, akhirnya mengikuti saran Lexi, dia menidurkan dirinya di sofa itu
__ADS_1
Ukuran sofa nya cukup besar jadi bisa menampung tubuh jehan
Lexi dengan setia duduk dengan memandang wajah pucat zelle, dan sesekali memegang tangan zelle bahkan mengelus nya dengan lembut