
Di sebuah gedung mewah kini sudah sangat ramai dengan tamu, berbagai orang penting datang menghadiri pesta yang di selanggarakan oleh tuan levronka
Ayah jehan ini pengusaha yang cukup terpandang di Negara nya, jadi sudah pasti banyak orang penting yang menghadiri pestanya
……….
Jehan dan zelle kini tengah berada di sebuah salon terkenal di Negara itu, jehan menjemput zelle di tempat kerjanya, dan kini jehan kembali memaksa zelle untuk mau di make over
Dan kini jehan memandang takjub akan kecantikan sahabatnya ini
“kau benar benar luar biasa” puji zelle saat melihat jehan yang selesai di make over”
Sedangkan yang di puji wajahnya menahan rasa kesal pada jehan,
“ayo lebih baik kita berangkat sekarang, mungkin papah sudah menungguku” kedua wanita itu keluar dari salon itu setelah jehan menyelesaikan pembayarannya
Mereka berdua langsung masuk kedalam mobil, mobil pun melaju meninggalkan kawasan itu
………
“coba kau panggil lexi, kenapa dia lama sekali,ini sudah jam berapa, kita akan telaat menghadiri acara itu” ucap taun braddy pada istrinya
Saat nyonya aleta hendak mengahampiri putranya itu, lexi lebih dulu dating
“aku sudah siaap” ucap lexi dengan santai
“aku akan pergi dengan dex dia sudah menungguku di depan, kita akan ketemu di sana” lexi alngsung melangkahkan kakinya keluar rumah mengahampiri dex yang sudah menunggunya
“apa kau akan membuatku menjadi lumut karena menunggumu tuan lexi Roderick” dex sangat kesal dengan lexi. Dirinya hampir 2 jam menunggu sahabatnya ini
“jangan banyak bica cepat jalankan mobilnya” ucap lexi tanpa bersalah
Meskipun dex kesal dengan lexi dia tepap patuh, dex menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Roderick
……..
Jehan memarkirkan kendaraannya di halaman parkir gedung itu
__ADS_1
Para pengawal gedung itu langsung membukakan pintu mobil jehan, keduanya keluar dari dalam mobil
Sebelum melangkahkan kakinya masuk kedalamgedung itu, zelle membuka suaranya
“ingat tidak lama”
Jehan menghentikan langkahnya mendengar ucapan zelle
“masuk saja belum lo udah ngomong gitu, iyah gue janji gk akan lama” janji jehan, yang penting zelle mau menemaninya kali ini, karena jehan pun enggan untuk hadir di acara orang tuanya
Keduanya pun masuk kedalam gedung itu, para tamu memandang takjub dengan kedua wanita yang baru saja masuk, terutama takjub dengan kecantikan zelle
Jehan dan zelle yang di perhatikan seperti itu cuek saja
Jehan mengajak zelle menuju orang tuanya, zelle mengikut saja
“mah..pah” sapa jehan pada kedua orang tuanya
Tuan levronka dan nyonya levronka menoleh saat putrinya memanggilnya, mereka tengah berbincang dengan rekan bisnis tun levronka
“kamu dari mana saja baru datang” ucap nyonya levronka
Kemudian nyonya levronka melirik zelle dan tersenyum
“apa kamu lupa dengan tante sayang” sapa nyonya levronka pada zelle
“maafkan zelle yang sudah jarang datang untuk mengobrol dengan tante” jawab zelle dengan tersenyum manis
Nyonya levronka sudah mengenal zelle semenjak jehan berteman dengan zelle
Zelle mengobrol sebentar dengan mamahnya jehan dan juga jehan, sebelum zelle meminta izin untuk ke kamar mandi
Kini zelle tengah di kamar mandi untuk membuang air kecil, namun saat dirinya keluar dari toilet dirinya tak sengaja menabrak seseorang yang menurut zelle kenal
“sorry gue gk sengaja” ucap zelle
Namun orang itu terburu dan langsung masuk kedalaam toilet tak menghiraukan ucapan zelle
__ADS_1
“apa gue gk salah liat,gk mungkin kan kalo itu dia” monolog zelle sambil melangkah menjauh dari toilet
Zelle yang melihat keadaan yang makin ramai dirinya lebih memilih duduk di belakang taman gedung itu
“ini sangat melelahkan” keluh zelle yang duduk di bangku taman sendirian, meskipun di tamn itu juga masih ada beberapa tamu yang tengah berbincang, tapi tak seramai di dalam gedungnya
Sedangkan jehan yang kini tengah di perkenalkan oleh papahnya pada beberapa teman bisnisnya merasa jenuh, dia juga kepikiran zelle, kemana sahabatnya ini, kenapa dari toilet lama sekali
Jehan pun meminta izin pada papahnya dan beberapa kolega bisnis papahanya untuk ke toilet
Setelah undur diri, jehan langsung menelfon zelle, wanita itu tidak mungkin masih di toilet
Zelle pun menjawab panggilan jehan dan memberitahunya bahwa dirinya ada di taman belakang gedung
Jehan langsung berjalan menuju taman belakang untuk menghampiri zelle, dia melihat zelle yang tengah duduk sendiri di kursi ujung taman itu
“lo ngapain duduk disini” ucap jehan stelah mendudukan bokongnya di kursi yang sama dengan zelle
“gue capek, gue mau pulang” zelle menjawab pertanyaan dengan eksperi kesal
“yaudah ayo kalo lo mau pulang” jehan pasrah, dirinya tak bisa memaksa zelle
Namun saat jehan dan zelle hendak beranjak dari taman itu, zelle menghentikan langkahnya kala melihat dua orang yang sangat ia kenali
Tapi orang itu tak melihat zelle, hanya zelle yang melihatnya
Jehan bingung melihat zelle yang tiba tiba diam mematung, dan bahkan kini ekspresi zelle tak bisa di tebak
Semakin jelas zelle melihat dua orang itu semakin dia mengingat masalalunya yang kelaam
Zelle tiba tiba memegang kepalanya dan nafasnya tersengal sengal
Jehan yang melihat kondisi zelle panic bukan main
“zell lo gk papa kan” jehan langsung memegang tangan zelle, namun zelle langsung menepis tangan jehan
Zelle mencari obatnya di dalam tasnya namun tak kunjung ia temui
__ADS_1
“obat gue mana” ucap zelle dengan nafas makin tersengal, zelle memundurkan langkahnya dengan tidak beraturan dan tiba tiba “bruk” zelle jatuh pingsan, namun sebelum zelle jatuh ke tanah, ada seseorang yang menahan tubuh zelle
Jehan panic bukan main, kemudian dia meminta seseorang yang menahan tubuh zelle itu untuk membawanya kedalam mobilnya, dan memintanya untuk mengantarkan kerumah sakit terdekat