
Sesuai janji, kini jehan pagi pagi sudah datang kerumah zelle, ntah apa yang ingin dilakukan zelle hingga memintanya datang di waktu pagi
“lo mau minta tolong apa” Tanya jehan pada zelle yang kini tengah berdiri diruang tamu rumahnya
“membuang masalalu” zelle menjawab pertanyaan jehan dengan memandang sekitar rumahnya
“maksud lo gimana” jehan bingung dengan jawaban yang diberikan oleh zelle
Zelle duduk di samping jehan dan menepuk pundak jehan
“gue mau pindah rumah, rumah ini mau gue jual”ucapnya dengan wajah santainya
“HAH?” jehan di buat bingung dengan ucapan zelle
“terus apa hubungan lo jual rumah ini sama masa lalu lo” kali ini jehan bersikap biasa
“rumah ini adalah rumah pertama tempat untuk melampiaskan kemarahan gue, tempat dimana yang bisa bikin gue inget masalalu setelah gue keluar dari rumah orang tua gue” zelle memejamkan mata kala mengingatnya
Kini jehan memahami maksud zelle, meskipun terdengar bohong saat zelle dengan mudah ingin menjual rumahnya, namu jehan tak berniat ingin mengutarakan apa yang ada di pikirannya, cukup bagi jehan melihat sahabatnya menderita, mungkin ini yang terbaik untuk zelle
“yah..yahh..yahh.. gue setuju ajah kalo emang itu baik buat lo” tutur jehan
__ADS_1
“terus kalo lo jual rumah ini, lo mau pindah kemana?”sambung jehan
“ada tempat yang udah gue targetin, meskipun mahal tapi gue gak mau nyerah gitu ajah, gue juga mau jual motor gue”zelle berbicara seperti itu dengan gampangnya meskipun kenyataannya berat
“HEH?...lo mau jual motor, terus lo kalo pergi pergi harus jalan kaki gitu”ntah apa yang ada di rencanakan zelle kali ini, jehan di buat tak faham
“banyak kendaraan umum”jawab zelle santai
“ok..ok..ok…terserah lo,, terus rencana lo mau pindah kapan”Tanya jehan
“kalo rumah gue hari ini langsung terjual,gue langsung pindah hari ini, tapi kayanya sih gak mungkin hari ini juga”jawab zelle
“dari pada ngobrol mulu mending langsung ajah beresin, ayuk ahh” ajak jehan dengan semangat
Jehan pun membantu zelle berkemas
……
“nanti malem lo jadi dateng ke pembukaan cabang restoran lo” Tanya dex pada lexi,, mereka berdua kini tengah makan siang di caffe dekat kantor
“gak tau” jawab lexi malas
__ADS_1
Mendengar jawaban temannya ini, dex jadi malas bertanya lagi, karena pasti jawabannya akan sama
Di saat lexi dan dex tengah menikmati makananya, ponsel milik lexi bordering
Lexi melihat siapa yang menelfonnya, ternyata zero, lexi pun langsung menggeser tombol hijau
“lex, lo nanti malem harus dateng, gue gk bisa gantiin lo, soalnya bopak gue, ngasih tugas ke gue”ucap zero di sebrang telfon
“ok” tanpa menunggu jawaban zero, lexi langsung memutuskan sambungan telfon
“gue ikut yah nanti malem” celetuk dex, bagi dex ini kesempatan bagus untuk mencari wanita
“terserah”jawab lexi dengan malas
Mereka pun melanjutkan makan siang setelah itu mereka kembali kekantor untuk lanjut bekerja
Namun saat lexi dan dex hendak masuk dalam lift yang berada di parkiran khusus menuju ruangannya, lexi dan dex tak sengaja melihat queni di sudut gedung tengah menelfon seseorang dengan marah marah dan menangis, queni tak sadar jika dirinya tengah menjadi perhatian oleh dua laki laki tampan itu, Karena posisi queni membelakangi lexi dan dex
“maksud mamah ngomong kaya gitu apah!! Queni kecewa sama mamah!!” itulah yang dex dan lexi dengar, karena queni setelah mengucapkan itu langsung menutup telfonnya dan menangis dengan posisi jongkok dengan memeluk kedua lutut nya
Dex dan lexi saling pandang namun keduanya melanjutkan jalannya tanpa memperdulikan queni yang tengah menangis, karena bagi mereka berdua itu bukan urusannya
__ADS_1